Datangnya seorang nabi lazimnya adalah sebagai petunjuk untuk sebuah bangsa atau kaum. Namun, memang dasar manusia yang susah untuk bisa menerima kebenaran, tidak selalu para rasul pemberi petunjuk diterima dengan hati. Kalau kita buka lembaran sejarah, ada banyak dari para manusia yang pada akhirnya merasakan nista karena menghardik para nabinya.

Misalnya saja yang paling terkenal, Soddom, bangsa yang ingin dicerahkan oleh nabi Luth. Kaum ini sebenarnya sangat beruntung karena diturunkan seorang nabi, namun mereka malah melakukan hal-hal buruk. Pada akhirnya Tuhan pun murka dan nama mereka pun terngiang di kepala manusia sebagai bangsa paling memalukan. Tak hanya kaum Luth, ada banyak cerita bangsa-bangsa yang hancur karena menyianyiakan nabinya.

Kaum Nabi Nuh yang tenggelam di telan banjir besar

Tenggelam karena mengolok-olok utusan Tuhan [sumber gambar]
Peristiwa banjir besar yang pernah melanda bumi ini, terekam dalam surah Al-‘Ankabut Ayat 14 yang berbunyi, “Dan sesungguhnya Kami telah mengutus Nuh kepada kaumnya, maka ia tinggal di antara mereka seribu tahun kurang lima puluh tahun. Maka mereka ditimpa banjir besar, dan mereka adalah orang-orang yang zalim”. Surah di atas menceritakan, peristiwa yang menimpa orang-orang dzalim yang mendustakan dan memperolok-olok Nabi Nuh alaihissalam atas ajaran yang dibawanya.

Masyarakat di zaman Nabi Luth yang dihujani batu dari angkasa

Ilustrasi negeri Sodom yang hancur berantakan [sumber gambar]
Di zaman Nabi Luth alaihissalam, lingkungan masyarakatnya terkenal dengan perbuatan menyimpang, yaitu menyukai sesama jenis (homoseksual dan lesbian). Terang saja, perbuatan dosa tersebut langsung mengundang murka Tuhan yang tak lagi mampu dicegah oleh mereka. Diceritakan dalam surah Al-syu’araa: 160, An-naml: 54, Al-hijr: 67, Al-furqan: 38, Qaf: 12, para penduduknya yang menyimpang, di azab berupa gempa bumi yang dahsyat disertai angin kencang dan hujan batu sehingga hancurlah rumah-rumah mereka.

Warga Tsamud yang hangus seluruhnya akibat tersambar petir

Sisa-sisa peradaban kaum Tsamud yang tersisa [sumber gambar]
Karena menolak ajaran Nabi Saleh alaihissalam, seluruh peradaban maju dari kaum Tsamud ludes disambar petir yang menggelegar. Tak hanya bangunan dan sejumlah harta mereka, masyarakatnya yang ingkar pun turut musnah seketika. Hal ini tertulis di dalam Al-Qur;an pada surah QS Hud ayat 67-68 yang berbunyi, ”Dan satu suara keras yang mengguntur menimpa orang-orang yang zalim itu, lalu mereka mati bergelimpangan di tempat tinggal mereka, seolah-olah mereka belum pernah berdiam di tempat itu. Ingatlah, sesungguhnya kaum Tsamud mengingkari Tuhan mereka. Ingatlah, kebinasaanlah bagi kaum Tsamud.”

Angin kencang yang meluluhlantakan peradaban kaum Aad

Fosil kaum raksasa Aad yang tersisa [sumber gambar]
Sebagai salah satu kaum raksasa yang pernah mendiami bumi ini, kaum Aad menjadi terkenal bukan lantaran kehebatan mereka dalam membuat bangunan-bangunan tinggi. Melainkan azab mengerikan berupa angin kencang lantaran mendustakan Nabi Hud alaihissalam yang membawa risalah Tuhan. Kisahnya tertulis pada surah al-A’raf, at-Taubah, Hud, Ibrahim, al-Hajj, al-Furqan, asy-Syu’ara’, al-Ankabut, Sad, al-Mu’min, Fussilat, al-Ahqaf, Qaf, az-Zariyat, an-Najm, al-Qamar, al-Haqqah, dan al-Fajr. Di mana mereka semua musnah tak berbekas karena digilas oleh angin dahsyat yang bertiup selama 8 hari 7 malam.

Kerajaan Saba yang tercerai berai karena banjir

Bendungan Ma’rib peninggalan kaum Saba [sumber gambar]
Selain hukuman banjir bandang yang diterima umat Nabi Nuh alaihissalam, kaum Saba juga merasakan hal yang serupa. Peristiwa ini terjadi lantaran mereka yang sejatinya telah bertauhid mengikuti pemimpin mereka, Ratu Saba yang telah memeluk Islam, kembali kepada agama nenek moyangnya. Dilansir dari almanhaj.com, negeri yang subur itu akhirnya harus tercerai berai karena diterjang banjir dari bendungan Ma’rib buatan mereka yang jebol. Kisahnya ada pada surah Saba’.

BACA JUGA: 5 Bangsa Kuno ini Dikenal Dengan Kebiasaan Maksiatnya yang Gila

Mulai dari kesombongan, menyembah berhala, ingkar dan perilaku menyimpang dari kaum-kaum di atas, semuanya habis tak tersisa. Bukti kekuasaan Tuhan berlaku atas mereka. Jika sudah tahu yang demikian, apakah masih ngotot ingin berbuat maksiat di dalam kehidupan ini?