Seperti sebuah gong yang berbunyi nyaring, Justice For Audrey kini bergema dimana-dimana. Banyak orang yang menyayangkan, nelangsa, hingga marah melihat tragedi tersebut. Mungkin juga kini mulai bertanya-tanya, tentang bagaimana bisa seorang siswa yang selalu diajarkan norma, nilai, dan etika di sekolah melakukan tindakan brutal itu. Apalagi kabarnya tindakan kekerasan dan aksi bullying didasari oleh hal asmara, tentu ada yang perlu diperbaiki dari pendidikan kita.

Meski harus lagi-lagi terjadi, namun seperti halnya mata koin bisa dikatakan tidak semuanya kisah dunia pendidikan Indonesia  mengukir nestapa. Beberapa di antaranya juga mampu menciptakan karya yang positif dan luar biasa. Bahkan ada lebih dari 5 produk buatan tangan siswa-siswi tanah air yang mampu mendunia. Apakah saja itu? Mari bersama menengok ulasan berikut untuk menemukannya.

Alat pendeteksi boraks pelajar Semarang menang di ajang internasional

Boraks pastinya bukanlah barang yang tabu untuk kita. Apalagi buat mereka yang kerap melihat investigasi di tivi mengupas pembuatan makanan bakso atau tahu. Masih terkait barang hitam itu, beberapa tahun lalu lewat boraks salah satu pelajar di Semarang sukses merengkuh emas di kejuaraan internasional.

Tusuk gigi pendeteksi boraks [Sumber Gambar]
Usut punya usut, Luthfia Adila dan Dayu Laras Wening dari SMA N Semarang berhasil mendapatkan hal itu di Exhibition for Young Inventors (IEYI). Ketika karya adalah menciptakan sebuah tusuk gigi yang mampu mendeteksi Boraks. Bernama Sibodex (Stick of Borax Detector) benda satu ini mampu melihat makanan mengandung boraks atau tidak dalam jangka waktu lima detik.

Alat detektor telur siswa asal Magelang berhasil menang di Malaysia

Setali tiga uang dengan Adila dan Dayu tadi, seorang siswa asal Magelang juga sukses raih penghargaan internasional lewat karyanya. Di mana ketika itu penemuan Taruna Nusantara yang juga pelajar di SMA Taruna Nusantara ini, menang di International Exhibition for Young Inventor di Malaysia. Bahkan sampai dinobatkan sebagai The Best Invention.

Penampakan alat pendeteksi telur [Sumber Gambar]
Karya Wisnu yang berhasil menang itu berupa alat pendetektor telur busuk, yang mampu melihat apakah makanan hewani itu layak dimakan atau tidak. Dalam alatnya tersebut, siswa asal Magelang ini menggunakan santer yang dilengkapi sensor cahaya dan kalibator untuk melakukan pendeteksian. Selain telur, kabarnya alat Wisnu juga bisa mendeteksi kelayakan minyak goreng.

Lewat pengharum kotoran sapi, siswi di Jawa Timur raih penghargaan di Turky

Seperti halnya kedua nama tadi, siswi dari Jawa Timur yakni Dwi Nailul dan Rintya Aprianti juga raih sukses di mancanegara dengan sebuah karya. Kalau tadi alat pendeteksi yang membuat mereka mendunia, kotoran hewan menjadikan dua sosok tadi dikenal dunia. Yaa, baik Dwi dan Rinta mengolah bahan tadi menjadi sebuah pengharum ruangan.

Pengharum ruangan dari kotoran hewan [Sumber Gambar]
Berkat hal itu, kedua dara tadi mampu bersaing di International Environment Project Olympiad (INEPO) yang diadakan di kota Istanbul, Turki. Selain, hal tersebut penyegar ruangan hewani itu jug sudah dipatenkan dan dijual dengan harga Rp 21.000 atau USD 2 untuk 225 gram. Ada yang ingin mencobanya?

Rompi Anti peluru pelajar Semarang juga raih sukses di kejuaraan manca

Ngomong-ngomong tentang hal ini, pelajar asal Semarang juga mendunia meski tanpa kontroversi. Di mana buah tangannya yang membuat serabut kepala menjadi baju anti peluru, sukses menerima banyak apresiasi. Seperti salah satunya 2nd International Science Project Olympiad (ISPrO) 2014.

Rompi anti peluru dari serabut kelapa [Sumber Gambar]
Aristio Kevin Ardyaneira Pratama dan M. Iqbal Fauzi sendiri bisa terpikir ide tersebut lantaran kebiasaannya bermain game model Counter Strike dan Call of Duty. Meski belum diketahui terus dikembangkan atau tidak, namun lewat hal tersebut baik Aristio dan M. Iqbal sosoknya akan terus dikenang oleh dunia.

Berkat penemuan energi urine, siswa Malang menerima penghargaan di Eropa

Selain nama-nama tadi, siswa dan siswi asal Malang yakni Nando Novia Hari Saputra dan Nurul Inayah Ba’da Maulidiyah juga memiliki karya mendunia. Dilansir Boombastis dari IDNTimes pelajar asal SMA N 10 Malang itu, menciptakan alat yang mampu mengubah sinar matahari dan urine menjadi penggerak mobil listrik.

Karya siswa SMA N 10 Malang [Sumber Gambar]
Berkat penemuan ini Nando dan Nurul juga sukses membuat bendara Indonesia berkibar, di International Young Inventors Project Olympiade (IYIPO) di Tbilisi, Georgia, 2012 silam. Sebelum raih penghargaan itu, mereka melakukan penelitian selama 3 bulan lamanya.

BACA JUGA: Oknum Guru Tahan Ijazah Murid, Begini Nasibnya di Masa yang akan Datang

Berkaca dari kisah-kisah tadi, sebetulnya ada banyak cara menggiring seorang pelajar masuk ke hal-hal lebih baik. Meski bukan hal yang mudah untuk melakukannya, namun bila tidak segera dipikirkan caranya, berpeluang muncul tragedi-tragedi Audrey lainnya. Besar harapan selain tenaga pendidik, orang tua juga harus berperan aktif dalam mengarahkan perilaku anak.