Awan hitam bisa dibilang lagi-lagi enggan menjauh dari mega bintang sepak bola Cristiano Ronaldo. Setelah beberapa waktu yang lalu mandul atau gagal menciptakan gol di kompetisi Italia, kini pemain 33 ini tahun harus merasakan kenyataan pahit di Liga Champions (20/9). Bermain menghadapi Valencia di Spanyol, ia harus mengakhiri pertandingan sebelum laga berakhir.

Perselisihannya dengan pemain bertahan Valencia disebut-sebut jadi biang keladi Ronaldo harus rela di usir oleh sang pengadil lapangan. Peristiwa tersebut juga sontak membuatnya keluar lapangan dengan tetesan air mata dan ekspresi wajah layaknya orang yang hatinya dicabik-cabik oleh harimau. Kesedihan yang menambah derita pemain terbaik dunia lima kali ini di tahun 2018. Dan berikut kisah benar-benar apesnya Cristiano Ronaldo di Liga Champions.

Ronaldo diusir lapangan lantaran kejadian ceroboh

Sebagai pemain sepak bola yang kerap alami kontak fisik mengelola emosi memang bukanlah perkara yang mudah. Selain diwajibkan bisa beradaptasi dengan tekanan penonton, pesepakbola juga harus bisa menahan provokasi dari lawan. Seperti menjadi gambaran akan hal ini, peristiwa kartu merah Ronaldo adalah bentuk pengelolaan emosi yang kurang baik. Pria Portugal ini tertangkap kamera melampiaskan kegundahannya di lapangan dengan melakukan gerakan menjambak rambut pemain bertahan Valencia Jeison Murillo. Akibat hal tersebut, ia langsung saja diusir  wasit tanpa ampun keluar pertandingan di menit 29 menit. Padahal jika bisa bersabar Ronaldo bisa melakukan pembalasan lebih menyakitkan untuk Murillo.

Menjadi kartu merah pertama di laga awal Liga Champions

Ekspresi Ronaldo setelah Red Card [Sumber Gambar]
Jika melihat track recond-nya sebagai pemain yang memiliki berkepribadian baik di dalam dan luar lapangan. Kasus semacam ini bisa dikatakan bukanlah ciri Ronaldo banget lho sobat. Pada umumnya, mantan pemain Real Madrid ini malahan yang sering membuat lawan terkena kartu merah. Namun apa boleh buat, nasi sudah menjadi bubur dan Ronaldo kini harus menangisi perbuatannya. Selain itu, butut dari perilaku negatif tersebut adalah rekornya yang selalu bersih tanpa kartu merah di laga awal Liga Champions pupus. Pasalnya, dari tiga klub pernah dibela sebelumnya pada ajang tersebut baru bersama Juventus ia mendapatkan hal keji itu.

Komentar mengagetkan CR7 usai insiden kartu merah

Tangis Ronaldo [Sumber Gambar]
Sebagai seorang ‘terdakwa’ dalam kasus tersebut mega bintang Portugal ini rupanya tidak sependapat dengan keputusan wasit. Dilansir laman Viva.com, Ronaldo berujar jika tidak melakukan apapun. Pernyataan Ronaldo ini seperti memperkuat komentar temannya yakni Leanardo Bonucci yang menyebut Jeison Murillo yang melakukan arogansi terlebih dahulu. Entah mana yang betul, namun apabila kita melihat tayangan ulang ada gerakan yang dilakukan Ronaldo kepada pemain belakang Valencia tersebut. Nah, untuk hasil lengkapnya kamu bisa pantengin video di atas.

Ulah Ronaldo bisa berujung saksi panjang

Ronaldo diusir dari lapangan [Sumber Gambar]
Apes agaknya menjadi kata yang tepat untuk menggambarkan kisah pahit yang dialami Ronaldo di laga malam itu. Kabarnya selain harus absen satu laga Champions selanjutnya, bintang Portugal ini terancam hukuman lebih berat lagi. Dilansir laman Bola, menilik peraturan regulation 50.01 for the competition, UEFA berhak menambah hukuman larangan bermain Ronaldo jika dirasa merupakan bentuk pelanggaran serius. Jika hal tersebut benar-benar terjadi akan sangat merugikan kariernya dan Juventus di ajang tersebut. Seperti yang kita ketahui didatangkannya Ronaldo ke klub ini adalah salah cara supaya Juventus bisa merengkuh gelar juara Champions.

Tanpa Ronaldo Juventus tetap bisa atasi tuan rumah

Juventus meraih kemenangan [Sumber Gambar]
Hal yang patut disyukuri dalam laga penuh awal Juventus di Liga Champion tersebut adalah tetap keluarnya klub Italia ini sebagai pemenang. Kendati bermain dengan sepuluh pemain bukan perkara yang muda, namun Leanardo Bonucci dan kawan-kawan sukses menjaga kualitas permainan hingga akhir laga. Dilansir laman Bolasport, Juventus berhasil menjadi pemenang lewat dua gol Miralem Pjanić dari titi putih. Hasil tersebut membuat tim berjuluk Nyonya Tua ini bertengger di peringkat kedua tabel klasemen grup H. Kondisi yang tetap menjaga mimpi Juventus untuk bisa meraih gelar juara

Seperti yang sudah disinggung di awal tadi, bukan rahasia lagi jika emosi dan pemain sepak bola memiliki jarak yang tipis. Apabila mereka (pesepakbola) tidak kuat mengolahnya hal negatif macam kejadian Ronaldo yang akan muncul. Jadi untuk sobat Boombastis suka bermain bola selalu berhati-hati dan junjung nilai sportivitas.