Sosok dan kiprah KRI Dewaruci memang tak diragukan lagi kehebatannya. Sederet prestasi dan penghargaan dari dunia internasional, menjadi saksi nyata betapa kapal kayu legendaris tersebut sangat dihormati. Popularitas KRI Dewaruci memang banyak dikenal. Baik di Indonesia sendiri maupun oleh bangsa lainnya. Namun, tak banyak orang yang tahu akan sosok yang bernama A.F.H. Rosenow.

Padahal, keberadaan KRI Dewaruci di Indonesia tak lepas dari peran serta jasa-jasanya. Rosenow yang dikenal dengan sebutan Bapak Rosenow, merupakan mantan Perwira Angkatan Laut yang berdinas di kemiliteran Jerman. Ia kemudian memilih untuk menjadi bagian dari keanggotaan TNI AL yang saat itu masih bernama ALRI.

Saat itu, ia menawarkan idenya kepada Kepala Staf Angkatan Laut (KSAL), Kolonel R. Soebijakto agar Indonesia memiliki sebuah kapal latih khusus untuk Taruna. Akhirnya, diputuskan bahwa pihak ALRI akan menjajaki pembeliannya ke pihak luar. Jerman Barat pun menjadi pilihan pada saar itu. Sebagai perwakilan, ALRI mengirimkan Kapten Rosenow bersama Kapten R.M. Oentoro Koesmardjo sebagai negosiator.

Ilustrasi perwakilan ALRI ke Jerman Barat [sumber gambar]
Sesampai di galangan H.C. Stülcken & Sohn, Hamburg, kedua perwakilan militer tersebut merasa cocok dengan sebuah kapal bertipe Barqunentine yang kelak dinamai sebagai KRI Dewaruci. Dirancang oleh arsitek Adrian Baun, kapal milik Heinrich Christoph Stülcken sejatinya masih belum dibuat secara sempurna. Namun Kapten Rosenow terlanjur merasa cocok dan meminta beberapa perbaikan agar bisa digunakan.

Galangan kapal H.C. Stülcken & Sohn, Hamburg . Jerman Barat [sumber gambar]
Alhasil, kapal pun mulai dimofidikasi dan diubah agar sesuai dengan spesifikasi yang diinginkan. Nantinya, kapal tersebut akan digunakan sebagai media latihan bagi Taruna ALRI. Saking ketatnya, proses penyempurnaan kapal diawasi langsung oleh Kapten A.F.H. Rosenow. Serangkaian ujicoba berlayar pun dilakukan lewat Laut Utara hingga Semenanjung Skandinavia untuk menguji kelayakan kapal.

Ilustrasi KRI Dewaruci diujicoba [sumber gambar]
Setelah dinyatakan layak pakai, kapal tiang ini pun mulai mengarungi lautan lepas dari pelabuhan Hamburg, Jerman Barat hingga sampai ke Indonesia. Kapten Rosenow sendiri bertindak sebagai kapten yang mengawaki para ABK, yang seluruhnya merupakan putra asli Indonesia. Para awak kapal tersebut merupakan kadet Institut Angkatan Laut (IAL) yang sebelumnya diterbangkan ke Jerman Barat.

Dinahkodai Kapten A.F.H Rosenow [sumber gambar]
KRI Dewaruci yang telah sampai di Indonesia, mencatatkan sederet prestasi yang dibanggakan. Tak hanya digunakan sebagai kapal latih bagi taruna, tapi juga mengikuti berbagai ajang perlombaan internasional. Sejarah telah mencatat, bahwa sosok Kapten Pelaut A.F.H. Rosenow, merupakan komandan pertama dari KRI Dewaruci tersebut pada 1953 hingga 1954.

Tradisi tabur bunga untuk hormati arwah Kapten A.F.H Rosenow [sumber gambar]
Hingga akhir hidupnya, nama Kapten Pelaut A.F.H. Rosenow tak bisa lepas dari sejarah lahirnya KRI Dewaruci. Bahkan, ada sebuah tradisi tabur bunga yang kerap dilaksanakan para awaknya hingga kini. Kegiatan itu merupakan sebuah bentutk penghormatan kepada Komandan KRI Dewa Ruci yang pertama, yaitu Kapten Pelaut August Friederich Hermann Rosenow. Di mana abu jasadnya ditaburkan di Selat Sunda sesuai permintaannya semasa hidup.

Kehebatan dan prestasi KRI Dewaruci, akan terus dikenang oleh masyarakat Indonesia dan dunia. Namun, nama A.F.H. Rosenow tetap melekat dan menjadi bagian sejarah dari sosok kapal legendaris tersebut. Selamat jalan Komandan.