Selama ini, kita mengenal gitar sebagai instrumen petik yang bisa dibuat dari kayu. Namun berbeda dengan yang dilakukan oleh Kusnan Suwiteng Janji. Tak seperti pengrajin gitar lainnya, ia malah menggunakan bambu sebagai bagan baku utama pembuatan gitar. Jangan salah, suara yang dihasilkan begitu nyaring dan natural. Nyaris mirip dengan gitar dari bahan kayu.

Jangan dibayangkan karya yang terbilang masterpiece itu, dihasilkan dari sebuah bengkel modern dengan peralatan canggih. Kusnan hanya menempati sebuah bengkel sederhana yang menumpang pada sisa sedikit tanah di samping rumah. Atapnya hanya diberi sebuah seng. Di sanalah Kusnan menyemai kerja kerasnya menjadi sebuah karya seni yang luar biasa.

Saat membuat gitar, bisa dibilang Kusnan hanya mengandalkan peralatan tradisional secara manual. Bahkan, satu-satunya alat modern di bengkelnya adalah mesin ampelas untuk menghaluskan kayu yang menggunakan listrik. Sisanya adalah alat-alat manual yang mengandalkan kreativitas dan intuisi tajam dari tangannya.

Kusnan hanya andalkan feeling dalam membat gitar [sumber gambar]
Saya tidak mampu membeli alat-alat canggih, jadi saya pakai seadanya. Yang penting fungsinya sama,” ujarnya yang dilansir dari regional.kompas.com.

Tentu saja, proses produksi tergolong lama lantaran menggunakan bambu. Konturnya yang agak sedikit susah untuk diolah, membutuhkan keterampilan khusus agar bisa dikerjakan dengan baik. Sosok Kusnan-lah yang bisa menjawa tantangan tersebut. Soal bahan, dirinya memilih bambu Jawa karena teksturnya yang sesuai dan ketersediaan bahan yang mudah didapat.

Kusnan pilih bambu karena mudah didapat [sumber gambar]
Dilansir dari regional.kompas.com, Kusnan mengeringkan bambu-bambu tersebut yang kemudian dibelah. Setelahnya, dia mengiris tipis untuk digunakan sebagai badan gitar dan ditata berdempetan sejajar dengan menggunakan lem. Pada proses pengeleman ini, Kusnan membutuhkan waktu yang lama agar belahan bambu dapat melekat dengan sempurna.

Pada proses selanjutnya, Kusnan lebih banyak memanfaatkan perasaan dan ingatannya saja. Seperti pada tahap menentukan tiap jarak antar senar dan penentuan titik penanda nada, penyetelan nanda hingga proses finising akhir pembuatan gitar. Hanya berbekal feeling, Kusnan bahkan tak menggunakan satuan ukuran baku yang biasa ditemui pada pembuatan gitar profesional. Meski dirancang secara manual, gitar buatannya itu diminati banyak orang.

Gitar buatan Kusnan diminati banyak orang [sumber gambar]
Dengan harga jual di kisaran Rp 1 juta hingga 2,5 juta, pelanggannya tersebar mulai dari Pulau Jawa hingga Ternate.
Setiap bulannya, ada sekitar 2 hingga 3 unit gitar yang laku terjual. Kusnan sendiri telah menggeluti profesi sebagai pembuat gitar sejak tahun 1977. Saat itu, ia masih menggunakan kayu sebagai bahan baku. Seiring berjalannya waktu, harga bahan baku tersebut perlahan merangkak naik hingga tak terjangkau oleh dirinya. Ia sempat beralih mencari bahan alternatif pengganti, namun selalu gagal. Hingga ia menemukan formula yang pas dari bambu untuk diolah menjadi sebuah gitar.

Bambu itu kan bahan paling mudah didapat, di mana-mana ada,” ungkapnya yang dilansir dari regional.kompas.com

Kusnan sendiri menekuni pembuatan gitar ini karena merasa hasrat musiknya yang tinggi pada gitar. Sayang, harganya yang mahal jadi penghalang bagi dirinya untuk memiliki. Satu-satunya jalan ialah dengan membuat gitar sendiri. Karena tak ada latar belakang sekolah khusus, Kusnan pun mengandalkan belajar secara otodidak dengan niat, keuletan, dan tekad yang kuat.

Ada 5 hal yang bisa kita teladani dari sosok Kusnan di atas. Yakni kreativitas, kemauan yang keras, ulet, pantang menyerah dan tak malu mencoba sesuatu yang baru. Hingga akhirnya terciptalah sebuah gitar dari bahan baku bambu yang anti-mainstream. Keren ya Sahabat Boombastis!