Nama Sandi Adi Susanto sebagai bocah perokok, memang sempat menghebohkan masyarakat Indonesia di sekitar tahun 2005-an. Saat itu, video dirinya yang tengah merokok dan berbicara vulgar, banyak beredar dari ponsel ke ponsel. Hal ini pun sempat mendapat perhatian dari Kak Seto yang dikenal sebagai pemerhati anak di Indonesia.

Dilansir dari health.detik.com, ia sempat menjalani proses rehabilitasi pada tahun 2010 dan dinyatakan telah sembuh dari kebiasaan lamanya yang buruk. Kini, Sandi telah berubah dan menjadi lazimnya kebanyakan anak-anak yang mulai kembali bersekolah dan bermain seperti sediakala.

Dalam sebuah tayangan video yang diunggah oleh akun YouTube iNews Talkshow & Magazine, Sandi terlihat telah beranjak dewasa dan duduk di bangku sekolah dasar. Melihat tanggal yang ada, rekaman tersebut diupload pada 13 Februari 2018, di mana Sandi masih kelas 4 SD. Jika ditarik pada saat ini, kemungkinan Sandi telah naik ke tingkat berikutnya, yakni kelas 5 SD.

Masih dalam video tersebut, Sandi terlihat tekun belajar di dalam kelas. Bahkan ia sendiri telah lupa, bahwa dirinya dulu pernah merokok dan berbicara vulgar layaknya orang yang telah berusia dewasa. Berkat perubahan yang dialaminya, Sandi kini tengah fokus belajar menyerap ilmu untuk menggapai cita-citanya sebagai tentara.
Sayang, ia justru sempat tidak naik kelas lantaran menderita sakit yang membuatnya sering tidak masuk sekolah.

Mirisnya lagi, keluarganya yang tergolong sederhana tak mampu membawa Sandi ke Puskesmas untuk sekedar berobat. Namun, hal tersebut belumlah seberapa. Selain kegiatannya belajar sebagai siswa, Sandi juga harus disibukkan dengan mengurus dirinya sendiri dan sang ibu yang tengah terbaring sakit.

Sang ayah pun setali tiga uang, di mana ia kerap pulang malam karena harus bekerja serabutan demi membiayai keluarganya, termasuk Sandi. Faktor ekonomi yang membelit Sandi dan keluarganya, tak membuat Sandi kembali lagi terjerumus asap rokok dan pergaulan yang tidak baik. Justru sebaliknya, kini ia merasa nyaman dengan kondisinya saat ini yang disibukkan dengan kegiatan belajar di sekolahnya.

Sandi kini telah berubah dan bersekolah seperti anak lainnya [sumber gambar]
Dalam sebuah wawancara terlihat, Sandi menceritakan bagaimana ia terbiasa merokok dan mahir soal “ocehan” yang berbau dewasa. Saat itu, faktor lingkungan sekitarnya lah yang ternyata membuat dirinya menjadi demikian. Karena masih kecil, dengan polosnya Sandi merokok tanpa beban sembari diselingi dengan candaan khas Jawa Timuran yang menjurus ke arah obrolan”dewasa”.

BACA JUGA: Ardi Rizal, Balita Perokok Asal Sumatera yang Akhirnya Berhasil Lepas dari Kecanduannya

Sandi kini memang sudah tak lagi dikenal sebagai bocah yang karib dengan rokok dan tingkah dewasa yang belum saatnya ia lakukan. Namun Diri sini kita bisa mengambil kesimpulan, bahwa lingkungan ternyata mempunyai pengaruh besar yang bisa mengendalikan kepribadian seseorang. Entah itu anak kecil maupun dewasa. Baik dan buruknya sikap seseorang, berawal dari orang terdekat yang ada di sekelilingnya dan tempat di mana ia tinggal dan hidup sehari-hari.