Bagi pecinta bola khususunya anak 90-an pastinya Roberto Carlos bukanlah sosok yang asin. Apalagi bagi mereka yang kala kecil sempat bermain game virtual wining eleven, pemain ini tentu merupakan primadona yang tak lekang oleh ingatan. Sebagai pesepakbola pria kidal asal Brazil ini bukalah pemain sembarangan. Selain mempunyai tendangan kencang dengan teknik hebat, ia juga menjadi pesepakbola yang sudah merasakan banyak gelar bergengsi.

Carlos sendiri memutuskan pensiun dari lapangan hijau pada tahun 2012. Ketika itu klub terakhir yang dibelanya adalah Anzhi Makhachkala di kompetisi teratas Liga Rusia. Masih terkait pria 45 tahun ternyata setelah gantung sepatu ia mempunyai kisah hidup yang menarik. Mulai sempat mendapatkan ancaman kurungan penjara sampai kini dirumorkan akan latih klub Indonesia. Dan berikut ulasan mengenai cerita Carlos setelah pensiun dari sepak bola.

Kembali ke lapangan hijau dengan profesi baru

Bagi pesepakbola meninggalkan sepenuhnya olahraga paling dicinta tentu bukan perkara yang mudah. Pada umumnya lantaran kondisi itu banyak pemain yang menyatakan gantung sepatu tapi kembali lagi bermain. Seperti contohnya Paul Scholes yang merumput lagi setelah nyatakan pensiun. Selain nama itu Roberto Carlos ternyata juga menjadi pesiunan yang kembali lagi.

Roberto Carlos pelatih [Sumber Gambar]
Ketika itu comeback-nya ke atas lapangan hijau ditandai dengan melancong di kompetisi India. Bergabung denga Delhi Dynamos, perannya banyak diisi sebagai nahkoda tim. Kedatangannya di jagad sepak bola negara Asia Selatan itu juga diikuti oleh beberapa pesiunan pesepak bola hebat seperti Anelka, Luis Garcia, Del Piero dan Marco Materazzi.

Masuk penjara lantaran permasalahan hutang

Selain dunia kepelatihan, Carlos juga mempunyai kisah lain setelah gantung sepatu. Dirinya yang mengalami masalah financial sempat berusan dengan pihak berwajib lantaran hutang. Melansir laman Marca yang dikutip Boombastis.com dari Viva.com, Carlos menunggak utang €16.500 atau setara Rp259,6 juta kepada mantan kekasihnya, Barbara Thurler.

Ilustrasi Penjara [Sumber Gambar]
Berkat hal tersebut ia harus rela dijatuhi hukuman penjara selama tiga bulan oleh pengadilan Rio De Jeneiro. Sebelum kisah tidak mengenakan itu, ia sempat dikabarkan sudah dua kali merasakan jeruji besi lantaran permasalahan hutang. Apa yang dialami oleh Carlos semakin menambah daftar panjang pemain asal Brazil tersadung masalah hukum setelah gantung sepatu.

Mantan pemain yang dikarunia banyak anak

Meski mempunyai sederet cerita manis dan pahit setelah gantung sepatu, namun dalam permasalahan keturunan ternyata mantan pemain Real Madrid mempunyai keberuntungan luar biasa. Dilansir laman Tempo.com, beberapa bulan lalu ia dianugerahi anak kesembilan dari pasangannya sekarang Mari Frietas.

Carlos dengan kekasihnya [Sumber Gambar]
Dari penelusurun penulis, dari sembilan buah hatinya Carlos mempunyai lima anak laki-laki dan tiga perempuan dari kekasihnya sebelumnya yakni Alejandra dan pasangan belum terungkap identitasnya. Sebagai bapak terlihat ia begitu family man, dengan terlihat di akun Instagramnya menghabiskan banyak waktu dengan anak-anaknya.

Saat dirumorkan akan melatih kesebelasan tanah air

Masih terkait kisah Roberto Carlos setelah gantung sepatu. Baru-baru ini ia dirumorkan akan tengah melakukan penjajakan untuk bisa meneruskan karier kepelatihan di kompetisi Indonesia. Kaba ini berembus setelah beberapa waktu lalu mengutarakan minat secara tersirat ingin mengisi posisi nahkoda Bali United yang lowong setelah ditinggalkan Widodo Cahyono Putro.

Pemain Bali United [Sumber Gambar]
Melansir laman Goal.com, hal tersebut diungkapkan CEO Bali United, Yabes Tanuri mengakui agen pelatih yang pernah bermain untuk Real Madrid itu telah menghubunginya. Namun, hingga kini keputusan untuk memakai jasa pemilik tendangan pisang tersebut masih abu-abu. Pastinya akan menjadi hal menarik kalau jadi melatih klub tanah air.

BACA JUGA: Kabar Thierry Henry, Mantan Striker Hebat yang Kini Karirnya Tak Lagi Melesat

Begitulah sobat Boombastis kisah Roberto Carlos, meski tidak selalu berjalan mulus. Tapi, dirinya terlihat tidak pernah menyerah dalam problem hidupnya. Hal itu dapat menjadi pelajaran untuk kita kalau selama mau untuk berjuang semua rintangan dapat teratasi.