in

Sempat ‘Kutuk’ Timnas, Beginilah Kabar Musryid Efendi yang Pernah Terluka oleh Sepak Bola

Piala Tiger 1998 menjadi salah satu masa kelam untuk sepak bola Indonesia. Selain gagal berprestasi tahun tersebut, Timnas juga terlibat sebuah tindakan yang sangat dilaknat di olahraga ini yakni pengaturan skor atau lebih terkenal dengan sebutan sepak bola gajah. Berkat hal itu PSSI dan pemain yang terlibat dalam kongsi gelap itu pun langsung diberikan hukuman. Namun, nasib nahas agaknya lebih sangat dirasakan oleh Musryid Efendi dibanding induk organisasi bola tanah air itu.

Mantan pemain Persebaya yang melakukan gol bunuh diri tersebut dihukum tidak boleh berkecimpung di dunia kulit bundar internasional selama sisa hidupnya. Dari sinilah awal mula merosotnya karier sang pemain belakang tanggung tersebut. Tapi dari derita-derita yang didapatkannya tersebut, yang paling adalah hingga kini oknum atau dalang tindakan tersebut belum diketahui rimbanya. Kondisi yang pada akhirnya melandasi munculnya sebuah ucapan tentang prestasi bola nasional yang tidak akan juara apabila mafia tersebut tidak tertangkap.

Timnas Kalah [Sumber Gambar]
Pernyataan Musryid Efendi pun kini seolah menjadi sebuah kutukan yang terbukti. Hal ini dapat dilihat dari prestasi Timnas Senior yang dalam kurun beberapa tahun belakang selalu gagal menjadi nomor satu. Entah hal itu lantaran Musryid Efendi atau bukan, yang pasti kita bisa melihat prestasi Indonesia yang mampet. Bahkan dalam serangkaian Final kejuaraan Asia mereka yang puas menduduki peringkat dua atau tiga. Kini, setelah gantung sepatu waktu Musryid Efendi banyak dihabiskan dengan berbagai macam kegiatan.

GOR Musryid Efendi [Sumber Gambar]

Dari penelusuran penulis, Musryid Efendi menjadi seorang wirausahawan yang bergerak dalam bidang tempat olahraga. Beberapa gelanggang atau arena untuk beraktivitas bulu tangkis dan futsal didirikan di daerah Surabaya. Tercatat sudah dua bangunan untuk olahraga tersebut didirikan. Bahkan salah satu tempatnya terdapat sebuah kolam renang. Dilansir laman Bola, gelanggang yang dimilikinya mampu menghasilkan uang signifikan dengan jumlah pengunjung selalu ramai.

Musryid Efendi Melatih tim sepak bola [Sumber Gambar]
Meski banyak curahkan tenaga untuk bisnis, namun pemain satu ini juga tidak bisa jauh-jauh dengan lapangan hijau. Tahun 2017 lalu dirinya sempat menahkodai sebuah kesebelasan yang ada di kompetisi Indonesia. Musryid Efendi bergabung bersama PerSsiga Trenggalek. Tidak hanya itu, saking cintanya dengan kulit bundar pria 46 tahun ini juga mengembangkan sebuah academy futsal di daerah Surabaya. Lewat tangan dinginnya beberapa pesepak bola berbakat dilahirkan. Salah satunya adalah Evan Dimas yang bermain di Liga Malaysia.

Apa yang dialami Musryid Efendi lalu adalah salah satu penghambat perkembangan olahraga ini di tanah air. Apabila hal ini tidak diatasi, agaknya kita hanya bisa bermimpi Indonesia mampu menjadi juara di kompetisi sepak bola.

Written by Galih

Galih R Prasetyo,Lahir di Kediri, Anak pertama dari dua bersaudara. Bergabung dengan Boombastis.com pada tahun 2017,Merupakan salah satu Penulis Konten di sana. Lulusan Pendidikan Geografi Universitas Negeri Malang. Awalnya ingin menjadi pemain Sepak Bola tapi waktu dan ruang justru mengantarkan Ke Profesinya sekarang. Mencintai sepak
bola dan semua isinya. Tukang analisis Receh dari pergolakan masyarakat Indonesia.

Leave a Reply

Oli Mesin Diisi Berlebih? Akan Ada Dampak Buruk Bagi Kesehatan Motor Kalian

Nostalgia Yuk! Begini Kabar Pemain ‘Jin dan Jun’ Setelah Puluhan Tahun Berlalu