Keberadaan bom nuklir, sempat menjadi sebuah momok yang menakutkan di era penghujung Perang Dunia II hingga memasuki dekade 1960’an. Saat itu, negara-negara besar seperti Rusia (Uni Sovyet) dan Amerika Serikat, merupakan contoh dari peradaban maju dan modern yang getol mengembangkan senjata mematikan tersebut. Alhasil, perang nuklir

Disebut mematikan karena memang daya hancurnya yang memiliki kekuatan yang luar biasa dan memiliki efek yang mengerikan di kemudian hari. Untuk hal ini, kita bisa melihat Kota Hiroshima dan Nagasaki yang luluh lantak disapu api dan angin dari ledakan sebuah bom atom. Namun, apa jadinya jika benda maut tersebut dijatuhkan di Jakarta? Lewat simulasi buatan Alex Wellerstein pada laman nuclearsecrecy.com, kawasan Senen, Jakarta Pusat, akan diskenariokan menjadi target dari bom atom.

Efek dari bom atom “Little Boy” yang membuat Jakarta hampir lenyap dari peta

Pada 6 Agustus 1945, bom atom bernama “Little Boy” berhasil mengguncang daratan Hiroshima yang tersapu awan pekat dari ledakkan besar benda tersebut. Jika disimulasikan dengan menggunakan Jakarta sebagai target, setidaknya beberapa wilayah yang ikut hancur atau tersapu bersih. Dijatuhkan dari ketinggian 600 meter, kawasan Senen dan Kebon Sirih merupakan tempat terparah karena terkena sapuan awan panas dari ledakkan yang menyemburkan api hingga 450 meter ke atas. Adapun daerah Pasar Baru, Bungur, Petojo Utara Hingga Gondangdia, akan terkena sengatan dari radiasi hawa panas bom hingga sejauh 1.91 km (11.4 km persegi).

 

Daerah Jakarta yang terpapat efek dari ledakan bom atom Little Boy [sumber gambar]
Karena termasuk kategori 3rd degree burns (8.9 cal/cm2), penduduk yang terpapar akan menderita luka bakar pada kulit dan harus diamputasi agar bisa disembuhkan. Sementara itu, wilayah Mangga Dua Selatan, Gunung Sahari Utara, Tomang, Jati Pulo, Slipi, Kebon Melati dan sekitarnya, hanya terkena gelombang angin dari besarnya ledakkan bom yang mampu menghancurkan material kaca. Untuk jatuhnya korban, bom “Little Boy” yang mempunyai kandungan 15 kiloton (kt) hulu ledak, diestimasikan mampu membunuh 154,250 jiwa dan menimbulkan korban luka sebanyak 506,780.

Kehancuran dahsyat Jakarta akibat ledakan dari bom atom “Fat Man”

Jika di atas adalah perkiraan kehancuran dari “Little Boy”, kini giliran “Fat Man” yang dulu pernah membuat Kota Nagasaki menjadi wilayah yang mati. Mempunyai kandungan 20 kiloton (kt) hulu ledak, bom ini sanggup membuat wilayah Pasar Baru, Senen dan kebon Sirih menjadi lapangan tandus yang luas. Selain ledakkan, hal ini diakibatkan oleh radiasi yang memiliki radius hingga 1.31 km (5.42 km²) jauhnya. Diperkirakan, kematian di daerah ini akan mencapai 50 hingga 90 persen jika tidak ditangani oleh perawatan medis yang memadai. Bom ini dijatuhkan dari ketinggian 500 meter.

Efek dari bom atom Fat Man Nagasaki [sumber gambar]
Selain itu, masih ada Thermal radiation yang merupakan awan panas berkekuatan 3rd degree burns (8.9 cal/cm2), yang akan dialami oleh wilayah Petojo Utara, Bungur dan Gondangdia. Sama seperti bom “Little Man” di atas, efek dari ledakan “Fat Man” mampu membakar kulit makhluk hidup dan harus dilakukan amputasi sebagai tindakan medis. Setelah kilatan cahaya dari bom yang meledak terlihat, masyarakat di wilayah Mangga Dua Selatan, Gunung Sahari Utara, Tomang, Jati Pulo, Slipi, Kebon Melati dan sekitarnya dalam radius 4.59 km (66.08 km²), akan terkena efek air blast yang mampu menghancurkan material dari kaca. Untuk korban, diestimasikan akan membunuh 283,440 jiwa dan terluka mencapai 621,600 jiwa.

Jakarta bakal alami ‘Kiamat kecil’ jika Tsar Bomba dijatuhkan

Tsar Bomba merupakan bom terbesar yang pernah dibuat oleh Rusia saat masih bernama Uni Soviet (USSR). Membawa hulu ledak sebesar 50 megaton (mt), bom ini mampu menyapu wilayah Jakarta Pusat, Bekasi, Depok, Karawang, Balaraja, Cigudeng, hingga Bogor. Karena besarnya daya ledak yang ditimbulkan, efek yang didominasi oleh terjangan hawa panas itu mampu membakar apapun yang dilewatinya sejauh 60 km (11,300 km²).

Bom Tsar Bomba yang bikin Jakarta alami ‘kiamat kecil’ [sumber gambar]
Jangkauan hawa panas tersebut, bahkan hampir menjangkau hingga ke Kepulauan Seribu. Tsar Bomba sendiri pernah diuji cobakan di sekitar Pulau Novaya Zemlya, Laut Arktik pada tanggal 30 Oktober 1961. Untuk efeknya, sudah pasti lebih mematikan daripada ledakan bom atom Hiroshima dan Nagasaki pada paragraf sebelumnya. Menurut data yang dihasilkan dari simulasi pada laman nuclearsecrecy.com, Tsar Bomba sanggup mencabut 10,126,500 jiwa nyawa manusia dan 7,553,590 mengalami luka-luka pada wilayah Jakarta yang menjadi target.

BACA JUGA: 5 Bom Maha Dasyat yang Bikin Ledakan Hiroshima-Nagasaki Seperti Petasan

Bom nuklir atau atom, bisa dikategorikan sebagai tragedi kemanusiaan terparah di muka bumi jika memang digunakan dalam peperangan. Tak hanya melenyapkan populasi manusia dalam sekejap, tapi juga efek jangka panjang yang ditimbulkan jauh lebih berbahaya di kemudian hari. Oleh sebab itu, penggunaan nuklir akan lebih bermanfaat jika diterapkan dalam hal pengembangan energi alternatif, teknologi listrik dan hal positif lainnya.