Maraknya kasus ledakan bom yang terjadi belakangan ini, membuat siapa saja merasa ketakutan. Terlebih jika mendengar kata-kata tentang jihad, komentar negatif dan miring pun akan terlintas dalam benak mereka. Pendek kata, semua yang berhubungan dengan salah satu kegiatan ibadah umat islam itu menjadi sesuatu yang sangat menakutkan.

Namun, jihad ternyata mempunyai makna yang luas dan bisa diterapkan dalam kehidupan sehar-hari. Tak hanya dalam makna sempit seperti perang, bom dan pembunuhan yang selama ini dianut oleh para teroris. Jihad juga bisa berlaku dalam keseluruhan aspek dalam kehidupan manusia, terutama bagi umat Islam. Seperti apa jihad yang dapat dikerjakan di era modern seperti saat ini? Simak ulasan berikut

Bekerja mencari nafkah untuk keluarga dan dirinya

Bekerja demi keluarga juga termasuk jihad [sumber gambar]
Bekerja merupakan sebuah bentuk usaha dari kita untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari. Saking pentingnya perkara yang satu ini, rasulullah sallallahu alaihi wasallam bahkan bersabda bahwa mencari nafkah juga merupakan salah satu bentuk jihad. Lebih jelasnya, simak hadist berikut ini yang dilansir dari republika.co.id

Pada pagi hari yang cerah, Rasulullah sallallahu alaihi wasallam berjalan bersama para sahabat. Waktu itu, mereka menyaksikan seorang pemuda membelah kayu penuh semangat. Kemudian seorang sahabat berkata, “Seandainya semangat itu digunakan untuk berjihad di jalan Allah…

Rasulullah sallallahu alaihi wasallam yang mendengar perkataan sahabat, lantas bersabda, “Apabila keluarnya dia dalam rangka mencari nafkah untuk anaknya yang masih kecil, itu juga termasuk jihad fi sabilillah. Jika keluarnya dalam rangka mencari nafkah untuk orangtuanya yang tua, maka itu juga jihad fi sabilillah. Kalau pun keluarnya dia dalam rangka mencari nafkah untuk diri sendiri demi menjaga harga diri, maka itu juga termasuk jihad fi sabilillah. Tetapi, bila keluarnya dia disertai riya dan hura-hura, maka itu merupakan usaha di jalan setan.” (HR Thabrani).

Tuh, bener kan Saahabat Boombastis. Jihad ternyata bisa dalam bentuk lainnya yaitu bekerja keras dengan cerdas dan halal. Buktinya bisa dilihat pada hadist Nabi di atas. Yuk, jangan males-malesan kerja ya Saboom.

Belajar dan menuntut ilmu

Jihad bisa dalam menuntut ilmu [sumber gambar]
Sebagai mahkluk yang dikarunia akal dan pikiran, sudah sepantasnya kita sebagai manusia wajib menuntut ilmu. Dengan begitu, kita bisa hidup dengan aman dan tenteram dalam dunia ini berkat pengetahuan yang dimiliki. Semua karena ilmu. Terlebih, kegiatan ini dikategorikan sebagai bentuk jihad. Kok bisa? coba renungkan sabda rasulullah sallallahu alaihi wasallam berikut ini yang dilansir dari rumaysho.com

Hadist Nabi yang diriwayatkan oleh Abu Hurairah berikut ini

Siapa yang mendatangi masjidku (masjid Nabawi), lantas ia mendatanginya hanya untuk niatan baik yaitu untuk belajar atau mengajarkan ilmu di sana, maka kedudukannya seperti mujahid di jalan Allah. Jika tujuannya tidak seperti itu, maka ia hanyalah seperti orang yang mentilik-tilik barang lainnya.” (HR. Ibnu Majah no. 227 dan Ahmad 2: 418, shahih kata Syaikh Al Albani).

Enggak melulu bikin bom dan perang secara brutal, hal kecil seperti menutut ilmu juga dicatat sebagai bentuk jihad lho Sahabat Boombastis. Maka benralah sebuah pepatah yang mengatakan “menuntut ilmu mulai dari buaian hingga liang lahat”. Sambil belajar, dihitung sebagai pahala jihad. Keren nih Saboom

Berusaha menaklukan hawa nafsu

Taklukan hawa nafsu juga termasuk jihad [sumber gambar]
Tak dipungkiri, di era modern yang semakin berkembang di zaman ini tentu mempunyai godaan yang sangat besar. Terutama nafsu syahwat dan harta yang bisa membutakan mata dan hati. Dan bagi mereka yang berusaha untuk berjuang meredakan hawa nafsunya, juga dihitung sebagai jihad (Jihaadun Nafs). Dilansir dari almanhaj.or.id, upaya semacam ini bertujuan agar kita tidak tertipu dengan gemerlapnya dunia yang hanya sementara. Jihad ini juga bisa mengarahkan kita agar senatiasa mencari hal yang bermanfaat dan meninggalkan hal yang bisa merugikan diri sendiri.

Melawan bujuk rayu setan juga termasuk bentuk jihad

Melawan setan juga termasuk jihad [sumber gambar]
Pada fase akhir zaman seperti saat ini, banyak manusia yang tergoda oleh bujuk rayu iblis lewat bisikan setan dan balatentaranya. Bentuknya pun bermacam-macam. Seperti adanya keragu-raguan dalam beragama atau syubhat, serta keinginan untuk berlaku berlebih-lebihan dan tak pernah bersyukur. Mereka yang berusaha menghindar dan melawan godaan ini, juga bisa disebut sebagai bentuk jihad melawan setan (Jihaadus Syaithaan). Merujuk pada Firman Allah Ta’ala pada surah As-Sajdah: 24 yang dilansir dari Almanhaj.or.id

Dan Kami jadikan di antara mereka itu pemimpin-pemimpin yang memberi petunjuk dengan perintah Kami ketika mereka sabar. Dan adalah mereka meyakini ayat-ayat Kami.”

Tak semua makna jihad diartikan secara sempit dan terkait dengan aksi terorisme. Bahkan bisa dibilang, kegiatan di atas mempunyai manfaat positif dan bisa diterapkan dalam kehidupan sehari-hari. Jadi, jihad enggak harus bikin bom bunuh diri kok Sahabat Boombastis.