Kalimantan atau yang orang luar negeri sebut Borneo adalah salah satu pulau terbesar di dunia. Di pulau ini tumbuh banyak sekali hutan hujan tropis dan juga hidup ribuan satwa yang sangat endemik dan tak ditemukan di tempat lain. Sayangnya, hal yang sangat hebat ini lambat laun habis karena ulah manusianya sendiri. Akhirnya apa yang menjadi kebanggaan suku asli Kalimantan hanya tinggal namanya saja.

Baca Juga : 5 Fakta Unik Suku Bajau, Manusia Air di Kalimantan

Selain masalah hutan, ada banyak ironi kehidupan yang terjadi di Kalimantan. Penduduk yang harus mampu menjalani hidup dengan baik. Justru harus bersusah payah dan bertahan di tengah kekurangan yang terus mengikat. Berikut hal-hal yang harusnya ada di Kalimantan namun lenyap dan hanya menyisakan sebuah dongeng belaka.

Artikel Lainnya
Tak Disangka, Beginilah Rahasia Timnas Kroasia Mampu Tampil Berjam-Jam Sebelum Final
Ryuji Utomo Sudah Move On dari Ariel Tatum, Ini 10 Potret Pacar Barunya yang Tak Kalah Cantik

1. Hutan Luas dan Banyak Namun Manusianya Justru Sesak Napas

Hutan yang ada di Kalimantan diperkirakan ada sekitar 45 juta hektar. Dari luas ini sekitar 30% hutan yang ada telah habis akibat illegal logging dan juga pembukaan lahan untuk kebun kelapa sawit. Kalimantan memiliki banyak sekali hutan yang harus menyumbang banyak sekali udara segar. Namun nyatanya pulau ini justru dilanda dengan bencana kabut asap hingga banyak orang yang sesak napas hingga kematian pun juga datang.

Hutan di kalimantan [image source]
Hutan di kalimantan [image source]
Sebuah ironi di mana pulau yang harus penuh udara segara justru bertransformasi menjadi pulau berpolusi. Pihak-pihak terkait yang membakar hutan adalah penyebab penderitaan pulau paru-paru dunia ini terancam. Pemerintah harus menindak secara tegas pihak-pihak yang membuat hutan Kalimantan berkurang terus-terus menerus. Bukan tidak mungkin puluhan tahun lagi hutan ini akan tinggal jadi separuh.

2. Kaya Batu Bara Namun Sangat Miskin Listrik

Kalimantan adalah pulau yang memiliki tambang batu bara terbesar di Indonesia. Bahan tambang ini biasanya diolah kembali menjadi bahan bakar untuk industri atau kendaraan seperti kereta api. Selain itu, batu bara juga bisa digunakan untuk bahan baku PLTU yang justru jarang ada di Kalimantan. Kebanyakan, pembangkit listrik di pulau ini menggunakan PLTD yang buruh bahan bakar solar untuk menggerakkan alat-alatnya.

Kaya Batu Bara Namun Sangat Miskin Listrik [image source]
Kaya Batu Bara Namun Sangat Miskin Listrik [image source]
Padahal batu bara yang melimpah bisa digunakan untuk bahan baku pembangkit listrik. Dengan begitu Kalimantan tidak perlu mengalami krisis listrik hingga membuat pemadaman bergilir sering terjadi. Pulau yang kaya harus mampu menghidupi penduduknya dengan baik. Tidak membuat penduduknya harus bertahan hidup.

3. Orang Perbatasan Justru Menggantungkan Hidup ke Negara Tetangga

Pulau Kalimantan tidak hanya miliki Indonesia saja. Indonesia berbagi dengan Malaysia dan juga Brunei Darusalam. Itulah mengapa ada beberapa daerah di Kalimantan terutama sebelah utara berbatasan dengan negeri tetangga. Orang-orang di perbatasan ini hidup dengan serba kekurangan. Bahkan akses untuk banyak hal seperti pendidikan dan kesehatan pun sangat susah di dapat. Pemerintah tidak terlalu memperhatikan mereka hingga banyak penduduk yang menjalin hubungan dekat dengan negara tetangga.

Orang Perbatasan Justru Menggantungkan Hidup ke Negara Tetangga [image source]
Orang Perbatasan Justru Menggantungkan Hidup ke Negara Tetangga [image source]
Seharusnya pemerintah lebih bisa memperhatikan orang yang berada di pinggiran ini. Mereka adalah orang yang akan ada di garis depan jikalau negara tetangga ingin menyerobot wilayah. Namun, justru warga lokal melakukan banyak hal di negeri tetangga. Mulai bekerja hingga masalah jual beli barang. Mereka lebih kenal negeri orang dari pada Indonesia yang harusnya mampu menaunginya.

4. Penuh Industri Namun Jalan Darat Banyak yang Belum di Bangun

Kalimantan adalah pulau yang memiliki banyak sekali industri. Sebut saja tambang yang jenisnya pun beraneka ragam. Mulai dari tambang batu bara, minyak, hingga permata. Selain itu industri pengolahan kayu juga menjadi salah satu tulang punggung perekonomian di Kalimantan. Sayangnya di pulau ini akses jalan darat sangat susah di temui. Apalagi daerah-daerah yang pelosok. Akhirnya banyak dari penduduk yang menggunakan jalan sungai sebagai alternatif paling cepat.

Penuh Industri Namun Jalan Darat Banyak yang Belum di Bangun [image source]
Penuh Industri Namun Jalan Darat Banyak yang Belum di Bangun [image source]
Jika pemerintah lebih memperhatikan Kalimantan. Membangun pulau ini terutama akses jalan daratnya, maka pulau yang kaya bahan tambang dan keanekaragaman hayati ini kian maju. Bahkan bisa jadi Kalimantan akan menjadi salah satu pusat perdagangan di Indonesia yang bisa disejajarkan dengan Pulau Jawa.

5. Pulau Kaya Namun Banyak Hal Dijual Mahal di Tempat Ini

Kalimantan adalah pulau yang sangat kaya. Namun sayang tak semua penduduknya mampu hidup dengan layak. Bahkan di antara mereka ada yang sampai kesusahan makan hanya karena bahan makanan di sana harganya mahal. Bahkan lebih mahal dari apa yang dijual di Pulau Jawa. Dampaknya, banyak sekali warga setempat atau pendatang yang harus rela uang kebutuhan hariannya membengkak.

Pulau Kaya Namun Banyak Hal Dijual Mahal di Tempat Ini [image source]
Pulau Kaya Namun Banyak Hal Dijual Mahal di Tempat Ini [image source]
Harusnya di pulau ini beberapa komoditas mampu dijual dengan lebih murah. Sebuah ironi dari pulau penghasil barang tambang namun tak mampu dirasakan oleh penduduknya. Anda yang pernah tinggal di Kalimantan pasti tahu jika apa-apa yang ada di sana harganya akan menjadi lebih mahal. Bahkan bisa berkali lipat.

Baca Juga : Mengenal 7 Senjata Tradisional Asli Indonesia dan Nasib Mereka Hari Ini

Lima hal di atas hanyalah sebagian kecil ironi yang ada di Kalimantan. Selain itu ada banyak hal yang harus Kalimantan miliki namun sampai saat ini hanya menjadi sebuah omongan saja. Semoga dalam waktu yang tak terlalu lama, Kalimantan akan menjadi sebuah pulau yang mampu menyaingi kehebatan Pulau Jawa.