Nusa Tenggara masih terus diguncang bencana gempa. Terakhir, akun resmi Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) menyebut ada guncangan 4,8 SR di Lombok bagian Timur dini hari ini (10/8). Gempa terjadi di lokasi 8,44 Lintang Selatan, 116,5 Bujur Timur dengan kedalaman 10 kilometer (km).

Nah, sebelumnya sudah ada artikel berjudul Viral Seorang Imam Tetap Salat di Tengah Guncangan Gempa, Begini Hukumnya dalam Islam. Ulasan ini berisi tentang seorang imam yang viral karena tetap salat saat gempa terjadi. Selain itu, Boombastis juga membahas bagaimana hukumnya menyelamatkan diri dan membatalkan ibadah dalam keadaan darurat seperti tersebut.

https://www.youtube.com/watch?v=kfMHwDgUj84

Artikel Lainnya
Dianggap Tim Lemah, Beginilah Kiprah Menawan Bangladesh yang Sempat Selamatkan Timnas
Lindswell Kwok Jadi Peraih Emas Kedua, 15 Netizen Twitter Ini Ndagel Tentang Dirinya

Pastinya ada banyak Sahabat semua yang penasaran dengan siapa sosok beliau? Bagaimana bisa bertahan dan tak bergeming saat bencana yang jelas-jelas bisa mengancam nyawa itu terjadi. Dikutip dari berbagai sumber serta video Hitam Putih, sang imam tersebut bernama Ustaz Arafat Abdulghani Mohammed, seorang turis yang berasal dari Yaman. Arafat datang untuk berlibur panjang dari ramadan lalu, menemani temannya berkeliling Indonesia, seperti yang dikatakan Ustaz Deden Sajidin dalam sebuah wawancara. Karena suaranya yang merdu dan indah, maka pengurus musholla berinisiatif untuk mengabadikannya dalam sebuah rekaman live melalui facebook setiap kali sang ustaz memimpin salat.

Arafat sendiri bukan merupakan imam tetap dan tidak setiap hari datang ke musholah. Hanya saja, saat peristiwa berlangsung ia sedang memimpin dan menjadi imam salat. Namun, alih-alih melarikan diri ia malah tetap berdiri dengan berpegang dinding musholla. Kegiatan ibadah ini pun berlangsung sampai salatnya selesai.

Ustaz Arafat Abdulghani Mohammed [Sumber gambar]
Ketika diundang ke Hitam Putih, ustaz Arafat menyebutkan alasan mengapa ia mampu bertahan hingga salam. Ia sangat mengetahui jika gempa terjadi dan sempat berpikir jika bisa saja dia ikut meninggal, namun dia mengatakan bahwa hal tersebut datang dari Allah dan pasrah saja. Tak ada sama sekali niatnya untuk melarikan diri, jika pun kabur maka di mana saja bisa meninggal dunia jika sudah memang waktunya. Hal tersebutlah yang menjadi prinsip dari ustaz Arafat.

Ayat kursi juga menjadi pilihan dan dibaca berulang-ulang karena memang isinya kebesaran dan pujian kepada Tuhan pencipta semesta. Ayat pertama dalam surah tersebut bahkan diulang hingga empat kali. Di samping itu, saat ditanya apakah sebelumnya ia pernah mengalami hal serupa, ia menjawab tidak. Yaman adalah negara yang jarang sekali terjadi bencana seperti gempa, bahkan dalam sepuluh tahun terakhir, hanya ada guncangan 1,5 SR, yang berarti sama sekali tak berbahaya.

Ipung sang takmir [Sumber gambar]
Selain sosok imam tersebut, ada cerita unik dari takmir Musholla As-Syuhada Blk, Bali. Pungkasandi Putra atau kerap disapa Ipung adalah salah satu dari jamaah yang ketika itu ikut salat. Namun, saat gempa datang, ia melarikan diri mendengar suara kerangka atap yang sepertinya akan jatuh. Namun, tak lama setelah itu, Ipung masuk kembali dan meneruskan salat karena termotivasi dari imam mereka yang tetap tegar berdiri.

Aksi ustaz ini jelas membuat banyak netizen salut dan memujinya, tapi lagi-lagi pesannya tak perlu terlalu memedulikan dirinya yang viral. Yang harus dilakukan oleh rakyat Indonesia adalah bagaimana membantu semua saudara yang membutuhkan pertolongan di Lombok, baik dengan doa atau jika mampu materi juga bisa.