Arab Saudi mendadak menjadi sorotan netizen di tanah air. Hal ini berkaitan dengan proses eksekusi mati yang terjadi pada TKI asal Madura, Zaini beberapa waktu lalu. Peristiwa mengejutkan itu, seolah menjadi luka bagi seluruh rakyat Indonesia. Imbasnya, semua menuding kerajaan Arab Saudi sebagai negara yang tidak bertanggung jawab terhadap eksekusi tersebut.

Arab Saudi memang tergolong negara yang menerapkan hukum Islam dalam lingkup pemerintahannya. Tak hanya hukuman, seluruh aspek kehidupan warganya pun harus berlandaskan hukum agama yang memang mayoritas di negara tersebut. Hal inilah yang membuat orang asing, segan untuk bertindak melawan hukum. Seperti apa fakta dibalik hukuman Arab Saudi yang terkenal menyeramkan tersebut? Simak ulasan berikut.

Pidana mati bagi yang melakukan tindakan kriminal berat

Algojo bagi para kriminal [sumber gambar]
Segala jenis tindakan kriminal seperti pembunuhan, sihir, penyelundupan narkotik, dan pemerkosaan, akibatnya sangat fatal jika dilakukan di Arab Saudi. Para pelakunya bisa diancam dengan hukuman mati jika terbukti melakukan hal tersebut. Seperti kasus Zaini, banyak pula warga Indonesia yang kini tengah berjuang untuk lepas dari kematian tersebut. Mereka terkena hukuman tersebut karena diduga melakukan praktek sesat berupa sihir. Jadi, para tukang santet harus berpikir ulang jika ingin beraksi di Arab Saudi.

Siapapun bisa terkena hukuman mati, tanpa pandang bulu!

Keluarga kerajaan pun tak luput dari hukuman [sumber gambar]
Tak hanya berlaku pada rakyat jelata, hukuman mati juga bisa menghampiri para anggota kerajaan. Salah satunya adalah pangeran Turki bin Saud-al kabir yang dieksekusi pada 2016 lalu. Ia terbukti bersalah setelah menembak seorang penduduk sipil saat terjadi sebuah kerusuhan di wilayah al-Thumama. Tak hanya itu, seorang bangsawan putri yang bernama Misha’al bint Fahd al-Saud, juga harus meregang nyawa di depan algojo karena kasus perzinahan. Itulah hukum di Arab Saudi. Menerjang siapa saja tanpa pandang status sosial. Indonesia gimana ya Saboom?

Polisi syariat yang bikin siapa saja lari ketakutan

Polisi syariat yang bikin nyali ciut [sumber gambar]
Selain polisi umum, Arab Saudi juga dikenal memiliki pasukan keamanan tersendiri yang dikenal sebagai mutaween. Polisi ini bertugas agar setiap penduduk muslim di Arab Saudi, dapat menjalankan perintah agama dengan baik. Jika melanggar, siap-siap kena hukuman. Contohnya adalah, lima orang pria Saudi pernah ditangkap oleh Polisi Syariat karena kedapatan menyelenggarakan pesta Valentine. Tak ayal, kelima pria tersebut dijatuhi hukuman 32 tahun penjara dan cambukan sebanyak 4.500 kali. Sistem Polisi ala mutaween ini, juga dijalankan di Banda Aceh.

Hal sepele yang bisa menyeret pelakunya ke penjara lebih cepat

Rayakan valentine, siap-siap di penjara [sumber gambar]
Hal-hal seperti perayaan valentine, bercampur baur antara pria dan wanita, mungkin menjadi hal biasa dan umum di Indonesia. Namun jangan salah. Arab Saudi justru menerapkan aturan ketat untuk hal itu. Jika nekat melanggar, minimal hukuman cambuk ratusan kali akan menanti. Tak hanya itu, pelaku yang kedapatan sering melakukannya, juga bisa dijebloskan ke dalam penjara dalam waktu yang lama. Tak hanya perbuatan di atas. Arab Saudi juga melarang Keluarga Berencana (KB) dan perilaku menyimpang seperti LGBT.

Dikenal sebagai pemegang rekor juara ‘eksekusi mati’ paling banyak

Plaing banyak lakukan eksekusi mati [sumber gambar]
Hidup di Arab Saudi, memang tak bisa sebebas di negara lain. Untuk satu kesalahan saja, akibatnya bisa fatal. Paling ringan adalah hukuman penjara, dan terberat adalah mati! Tak heran, organisasi hak asasi manusia Reprieve menjelaskan, pada 2017 lalu, Arab Saudi pernah mengeksekusi 6 Narapidana dalam sehari. Total, ada 44 eksekusi dilakukan sepanjang tahun tersebut. Tak hanya kasus kriminal, mereka yang terlibat kasus seperti demonstrasi juga harus menemui ajal lebih cepat. Ngeri ya Saboom.

Dengan segala kekurangan dan kelebihannya, Arab Saudi sukses menciptakan suasana yang aman di dalam negerinya meski dihujat banyak negara. Hal itu terjadi karena segala tindakan kriminal, pasti akan menerima konsekuensi yang berat. Salah satunya adalah hukuman mati. Jika peraturan seperti itu diterapkan di Indonesia, kira-kira setuju gak Saboom?