Luhut Binsar Pandjaitan bisa dibilang merupakan salah satu menteri senior di kabinet Jokowi. Sebagai Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi, kiprahnya cukup sukses mendatangkan para pemodal asing, terutama dari Cina. Walaupun demikian, beberapa kali statement dan keputusannya kerap menimbulkan reaksi dari masyarakat.

Luhut sendiri tak hanya seorang politisi dan menteri, tapi juga pebisnis ulung. Diketahui sosok yang pernah bertugas di Timtim ini memiliki sederet perusahaan. Tak main-main, usahanya sendiri bergerak di bidang kelas berat seperti tambang hingga properti. Lalu sekaya apa sosok satu ini? Simak ulasan menariknya berikut.

Punya harta ratusan miliar yang dilaporkan pada 2018 silam

Luhut diketahui terakhir kali melaporkan kekayaannya pada 13 Mei 2018 silam. Dikutip dari pengumuman Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), ia memiliki total kekayaan sebesar sebesar Rp665.438.752.423. Harta terbesarnya adalah sejumlah aset berupa tanah yang bernilai Rp175.661.024.063.

Luhut Binsar Pandjaitan [sumber gambar]
Aset lainnya yakni kendaraan roda empat seperti Lexus Jeep tahun 2014 (Rp2.300.000.000), Lexus LS 460 AT (Rp1.500.000.000), Isuzu Panther LM 25, motor Honda, dan Toyota Alphard. Untuk kas dan setara kas (Rp151.464.770.653), harta bergerak lainnya (Rp1.690.194.000) dan harta lainnya (Rp227.608.998.657). Ada pula aset berharga yang dilaporkannya senilai Rp94.163.815.050. Wah lumayan tajir juga ya menteri satu ini.

Punya tambang batu bara yang cukup luas

Ilustrasi pertambangan [sumber gambar]
Toba Coal Mining tercatat memiliki enam anak usaha yang kesemuanya bergerak di bidang pertambangan dengan wilayah kerja (konsesi) yang cukup luas. Perusahaan tersebut antara lain PT Admira Baratama Nusantara (2.990 hektare), PT Indomining (683 ha), PT Trisensa Mineral Utama (3.414 ha), dan PT Kutai Energi (6.932 ha). Tidak diketahui berapa total hasil keuntungan dari usaha ini, namun yang jelas ya miliaran.

Punya juga perusahaan minyak dan gas

Pengeboran miyak dan gas lepas pantai [sumber gambar]
Di bidang minyak dan gas, Luhut memiliki Toba Oil and Gas dengan dua anak perusahaan yang bergerak di bidang eksplorasi dan pemetaan seismik, yakni PT Energi Mineral Langgeng yang Blok di Madura Tenggara dengan luas 4.567 km2, serta PT Fairfield Indonesia yang bekerja sama dengan perusahaan seismik Amerika Serikat, Fairfield Nodal.

Punya Toba Power yang bergerak di bidang energi

Ilustrasi perusahaan pembangkit listrik [sumber gambar]
Penyediaan tenaga kelistrikan yang tergolong sebagai bisnis menguntungkan, juga dimasuki oleh Luhut lewat Toba Power yang memiliki dua anak usaha, yakni PT Pusaka Jaya Palu Power (di Palu, Sulawesi Tengah) dan PT Kartanegara Energi Perkasa (Kutai Kertanegara, Kalimantan Timur).

Merambah bisnis perkebunan lewat Toba Perkebunan dan Kehutanan

Ilustrasi perkebunan sawit [sumber gambar]
Lini bisnis milik Luhut semakin bertambah setelah merambah ranah perkebunan lewat Toba Perkebunan dan Kehutanan. Tercatat, perusahaan induk tersebut memiliki tiga anak usaha yang mengelola tanah negara, yakni PT Perkebunan Kaltim Utama I (8.633 ha), PT Tritunggal Sentra Buana (12.000 ha dengan Hak Guna Usaha (Izin Operasi) sebesar 5.759 ha), dan PT Admira Lestari (52.100 ha).

Toba industri yang membawahi tiga anak usaha

PT. Rakabu Sejahtera yang bergerak di bidang mebel [sumber gambar]
Toba Industri milik Luhut merambah sentra industri yang berhubungan dengan manufaktur penting. Anak perusahaannya yang berjumlah tiga buah, memiliki spesialisasinya masing-masing seperti PT Smartias Indo Gemilang (penjualan KWH meter elektrik prabayar), PT Rakabu Sejahtra (mebel), dan PT Kabil Citranusa (migas).

Bisnis properti lewat Toba Property and Infrastructure dan anak usaha

Ilustrasi bisnis properti [sumber gambar]
Meski hanya memiliki satu anak usaha yakni PT Toba Pengembang Sejahtra, perusahaan Luhut tersebut sangat serius menggarap potensi bisnis properti tanah air. Di mana Toba Pengembang Sejahtra memiliki luas lahan sebesar 1,7 ha yang bakal digunakan untuk berbagai bangunan komersial di masa depan.

BACA JUGA: Jadi Sorotan di Tengah Wabah Corona, Inilah Jasa Luhut Binsar Panjaitan Pada Indonesia

Dengan semua usaha yang dimilikinya, mungkin bisa dibilang Luhut adalah salah satu sosok menteri terkaya Jokowi. Tapi, terlepas dari itu semoga ke depan kinerjanya makin oke. Apalagi masyarakat Indonesia di masa sulit sekarang ini sangat membutuhkan kemampuannya.