in

Kerap Cetak Pebulutangkis Indonesia Jempolan, Siapa Sebetulnya Harry IP Itu?

Mendengar ganda putra, kira-kira apa yang terlintas dalam pikiranmu? Yaa, betul sekali nomor bulutangkis Indonesia yang acap kali torehakan prestasi gemilang. Terakhir, lewat pasangan Hebdra dan Ahsan, trofi kejuaraan olahraga berhasil direngkuh ( All England). Namun, tahukah kalian dibalik prestasi bagus tersebut ada sosok pelatih yang luar biasa. Dia adalah Harry Iman Pierngadi atau sering disapa Harry Ip.

Selain capaian bagus di All England tahun ini, apa yang dicapai Minions (Kevin Sanjaya dan Marcus Gedion) pada 2018 silam juga merupakan berkat bantuannya. Bahkan jauh sebelumnya, ketika Tim Bulutangkis Indonesia berlaga di Olimpiade 2000, anak didiknya yakni Chandra Wijaya dan Tony Gunawan juga sukses sumbang emas. Lantas siapa sih sebenarnya Harry IP ini? Kok dipikir-pikir hebat sekali.

Sosok yang tidak mempunyai karier moncer saat aktif bermain

Meski kini menyandang status sebagai pelatih top, tapi ketika masih aktif bermain Harry bukanlah pemain tergolong hebat. Bahkan kariernya di olahraga banyak dihabiskan dengan penyembuhan cedera.

Harry melatih [Sumber Gambar]
Dari penelusuran yang dilakukan oleh penulis, pria asal Pangkal Pinang ini dulunya mengalami cedera lumayan parah pada ligament lutut kirinya, yang mana menurut pengakuan Harry acap kali kambuh dengan lepas-lepas. Lantaran tak kunjung sembuh akhirnya pada tahun 1989, ia sedikit membelokkan kariernya menjadi pelatih.

Pelatih yang mempunyai debut luar biasa di Pelatnas

Seperti telah diungkap tadi, karier Harry yang berbelok ke dunia pelatih dimulai dengan menangani PB Tangkas. Di sana prestasinya tergolong lumayan dengan beberapa kali anak didiknya catatkan hasil yang baik.

Harry IP dan Minions [Sumber Gambar]

Dilansir Boombastis dari Detik.com, ketika membesut pebulutangkis di PB Tangkas, pria kelahiran tahun 1962 ini konsisten dengan sering antarkan pemain menjadi juara. Hasil bagus ini pun, berlanjut ketika ia menangani tim junior PB PBSI sampai Pelatnas. Khusus di tim terakhir tersebut, Harry berhasil torehkan debut emas dengan bantu Candra dan Tony menjadi juara All England 1999.

Demi independensi, Harry pilih tidak punya tim di luar Pelatnas

Selain menjadi sosok pelatih yang konsisten, Harry juga dikenal sebagai juru taktik yang memiliki integritas yang tinggi. Hal ini ditunjukkan, dengan pilihannya keluar dari PB Tangkas dan memilih tidak mempunyai tim.

Harry memantau anak didiknya [Sumber Gambar]
Usut punya usut, pilihannya ini diambil lantaran untuk menjaga independensinya sebagai seorang pelatih. Menurutnya dengan begini dirinya tidak ada kepentingan dengan siapa-siapa terkait olahraga satu. Sebuah hal yang tentunya sangat bagus. Pasalnya, akan menjadikan seorang pelatih bisa optimal dalam mengembangkan para pemain dan bisa memilih bibit di bulutangkis tanpa tekanan.

Selain bulutangkis, Harry juga sosok menyukai burung

Masih terkait sosok 56 tahun ini. Ternyata diam-diam selain dunia bulutangkis, dirinya juga menyukai burung kicau. Menurut penuturan Tempo, Harry sudah menggeluti hobi tersebut sejak tahun 1980-an, ketika dirinya masih aktif bermain.

Harry dan burung berkicau [Sumber Gambar]
Sebagai pencinta hewan ini, pelatih Minions tidaklah bisa dipandang sebelah mata. Bahkan julukan jawara kontes perkicau kini disandangnya. Tidak berhenti di situ saja, Harry juga mempunyai bisnis sangkar burung berukir yang mana produknya sudah banyak dipasarkan ke sejumlah negara.

BACA JUGA: 4 Pelatih Indonesia yang Bersinar di Luar Negeri, Bukti Sepak Bola Kita di Akui Dunia

Kiprah hebat Harry di dunia bulutangkis memang sangat patut untuk diapresiasi. Apalagi selain cetak gelar juara, sosok 56 tahun juga memberikan contoh intergeritas tinggi. Besar harapan ke depan selain Om Harry muncul lagi pelatih bulutangkis yang jempolan lagi.

Written by Galih

Galih R Prasetyo,Lahir di Kediri, Anak pertama dari dua bersaudara. Bergabung dengan Boombastis.com pada tahun 2017,Merupakan salah satu Penulis Konten di sana. Lulusan Pendidikan Geografi Universitas Negeri Malang. Awalnya ingin menjadi pemain Sepak Bola tapi waktu dan ruang justru mengantarkan Ke Profesinya sekarang. Mencintai sepak
bola dan semua isinya. Tukang analisis Receh dari pergolakan masyarakat Indonesia.

Leave a Reply

Kecil-kecil Cabe Rawit, Begini Cerita Bocah Ngapa(k) Ya yang Videonya Kerap Menjadi Trending

Hanya dari Upah Ojek Online, 4 Driver Ini Mampu Wujudkan Mimpinya