Selain sebuah sarana olahraga, sepak bola kini juga berkembang menuju arah industri, yang mana dalam pergerakannya tidak hanya berbicara tentang menang kalah saja. Lebih dari itu, dijadikan sebuah lahan entertainment atau usaha untuk menghasilkan sebuah pundi-pundi uang. Berkat kondisi ini tidak mengejutkan jika ada pemain dibandrol dengan nilai transfer mahal, atau sebuah laga punya harga tiket yang bikin kantong jebol.

Ngomong-ngomong tentang hal terakhir tersebut, pastinya bila membandingkan tiket masuk stadion di Indonesia dan Eropa sangat berbeda jauh. Bahkan pepatah layaknya bumi dan langit bisa digunakan menggambarkan. Pasalnya, jika di liga kita masih puluhan ribu, di sana sudah mencapai angka jutaan. Belum lagi kalau laganya besar, tentu akan sangat mengurus dompet. Berikut beberapa tim sepak bola mematok harga tiket mahal.

Tottenham Hotspur bandrol tiketnya setara montor bebek

Bila melihat track recond klub ini beberapa tahun ini Tottenham Hotspur, tentu bisa dikatakan alami peningkatan besar. Dari kesebelasan kerap ada di papan tengah, menjadi tim yang mengganggu kanidat juara. Bahkan sampai mampu menembus papan atas. Selain hal itu, baru-baru ini markas klub identik kostum putih itu juga bertranformasi.

Son dan Kane bermain untuk Spurs [Sumber Gambar]
Di mana kini terlihat Nampak mewah dan megah. Kondisi inilah yang pada akhirnya juga mempengaruhi harga tiket mereka. Dilansir Boombastis dari Indosport, melambung sampai harga belasan juta sampai puluhan. Tapi, usut punya usut tiket menonton Spurs di kadang yang berharga 14 juta sampai 33 juta merupakan tiket terusan.

Di kompetisi Inggris klub pernah dikalahkan Niac Mitra jadi termahal

Sama dengan tetangganya tadi, klub yang pernah ditaklukkan Niac Mitra dengan skor 2-0 ini juga punya tiket mahal. Bahkan bila tidak dihitung terusan, mereka kini menjadi termahal di Liga Inggris. Di mana klub berjuluk meriah London ini membandrol rata-rata tiket per-pertandingan mereka dengan harga 74,09 pound sterling atau sekitar Rp 1,3 juta.

Para punggawa Arsenal [Sumber Gambar]
Jumlah yang terbilang wow untuk kita yang masuk kaum miskin ini. Namun, meski begitu, sensasi yang ditawarkan oleh Stadion Emirates Stadium yang memiliki bangunan megah, tentu hal itu bisa terbayar kontak. Apalagi dalam perjalanannya Arsenal juga diisi pemain jempolan dan selalu bermain atraktif.

Raksasa Jerman Bayern Munich jual tiketnya dengan angka jutaan

Kalau Arsenal tadi termahal di Inggris, Jerman punya Bayern Munich yang menjual tiket pertandingannya dengan angka besar. Dilanasir Boombastis dari Detik.com, klub yang bermarkas di Allianz Arena ini menjual tiketnya seharga 54,92 pound atau bila dirupiahkan kira-kira punya harga Rp 1,01 juta. Jumlah yang bisa mencukupi kebutuhan mie instan kita selama beberapa bulan.

Pemain-pemain Bayern Munich [Sumber Gambar]
Kendati lumayan, tapi bila perbandingan adalah klub-klub Eropa harga tiket Bayern masihlah lebih murah dari pada milik Real Madrid, Chelsea, dan Liverpoool. Mereka kini menduduki peringkat kelima sebagai tim sepak bola punya harga tiket mahal.

Klub Ibukota Spanyol menjadi termahal di Tanah Matador

Setali tiga uang dengan ke tiga tim tadi, Real Madrid juga mebandrol rata-rata tiketnya dengan angka menyentuh kata juta. Tapi, bisa lebih dari hal tersebut kalau duduk pada area terbaik Stadion Santiago Barnabeu. Tiket menonton klub Ibukota Spanyol itu menjadi termahal ketika di daratan Eropa dengan harga jual mencapai 55,91 pound atau sekitar Rp 1,029 juta.

Real Madrid CF v Sevilla FC [Sumber Gambar]
Jumlah yang sedikit jauh lebih mahal bila dibandingkan dengan seturu abadi mereka FC Barcelona. Klub asal Catalan tersebut menjual rata-rata tiketnya dengan harga yang hanya menytuh angka ratusan ribu, yakni 1,59 pound atau jika dirupiahkan kira-kira memiliki nilai sekitar Rp 950 ribu.

BACA JUGA: Inilah 5 Pemain ‘Indonesia’ yang Mempunyai Harga Mahal di Kompetisi Eropa

Sebagai sebuah klub sepak bola tidak menggantungkan kepada dana APBD, apa yang dilakukan kesebelasan tadi tentu hal yang sangat perlu dilakukan. Hal ini lantaran bisa lahan potensial untuk hasilkan pemasukan cuan. Mungkin ke depan di Indonesia bisa ditirukan agar klub-klub tanah air tidak mengenal kata krisis financial.