Pada tanggal 31 Mei 2019, bakal menjadi hari terakhir bagi keberadaan Blackberry Messenger (BBM) menemani para pengguna setianya. Dikutip dari laman tekno.kompas.com, perusahaan asal Kanada itu bakal menghentikan layanannya secara global di penghujung bulan Mei 2019. Padahal, BBM dahulu sempat berjaya dan menjadi layanan favorit di Indonesia dan banyak negara di dunia.

Seiring perkembangan zaman dan evolusi teknologi yang begitu masif, BBM nampaknya harus terengah-engah mengejar kompetitornya di layanan sejenis. Kemunculan aplikasi macam WhatsApp (WA), Telegram, Messenger, LINE dan lain sebagainya, semakin membuat posisi BBM kian tersisih. Pendeknya, para pengguna yang dulu sempat menggunakan layaanan tersebut, siap-siap bakal merindukan sederet kenangan seperti yang ditulis di bawah ini.

Tak ada lagi ringtone “Cling” yang jadi ciri khas dari pengguna BBM

Sebagai gadget kelas atas pada masanya, BBM yang kala itu bersifat eksklusif dan hanya ada pada ponsel Blackberry memiliki notifikasi berupa suara “Cling” yang khas. Dari situ, orang akan tau bahwa yang bersangkutan tengah menggenggam ponsel besutan Research In Motion Limited asal Kanda yang ikonik tersebut.

Tentu saja, nada sejenis belum pernah ada di perangkat gadget pintar manapun. Singkatnya, pemilik Blackberry dengan BBM sebagai aplikasi chat pada masa itu bisa dibilang sebagai orang berduit, gaul, up to date dan sebagainya. Hal inilah yang bakal dikenang sebagai ‘kejayaan masa silam’ saat BBM nantinya akan dipensiunkan pada 31 Maret 2019.

Minta Pin BBM akan segera menjadi nostalgia bagi mereka yang mengalaminya

Bagi para pengguna BBM, meminta PIN sebagai tambahan kontak mereka pada aplikasi merupakan hal yang jamak terjadi. Jauh sebelum tergantikan oleh nomor WhatsApp (WA), PIN menjadi identitas bagi pengguna Blackberry dan BBM untuk bersosialisasi dalam jaringan pertemanan.

Ilustrasi PIN BBM [sumber gambar]
Tak hanya sekedar kepo mencari gebetan, PIN BBM pada masanya juga digunakan sebagai perantara untuk berbisnis. Tak jarang, para pengusaha online maupun offline mencantumkan nomor PIN mereka dalam mempromosikan barang dagangannya. Ssst, ada juga mereka yang melakukan penipuan dan menjajakan bisnis prostitusi lewat PIN yang sengaja disebarkan. Ngaku deh, kamu pernah kan Sahabat Boombastis?

Mengubur kenangan pahit dan manis masa lalu di Grup Chat BBM

Hal lainnya yang mungkin paling dikenang dari aplikasi perpesanan instan ini adalah, grup chatting-nya yang selalu ditunggu oleh para member. Di mana para peserta bebas memposting sesuatu sesuka hati di dalamnya. Mulai dari grup lokal seperti keluarga, pertemanan sekolah, kuliah hingga kantoran, pernah mewarnai hari-hari kita. Beragam kisah pahit dan manis yang terjadi dalam grup, bakal menjadi kenangan tersendiri yang akan terus membekas di ingatan.

Ilustrasi grup chat BBM [sumber gambar]
Bahkan tak jarang, grup-grup yang memiliki label “18+ Only” yang isinya banyak menjurus ke arah hohohihe, juga banyak berseliweran di jaringan pertemanan lewat BBM. Namun sering semakin banyaknya pengguna yang beralih aplikasi seperti WhatsApp (WA) dan Telegram, popularitas BBM semakin lama akhirnya meredup dan ditinggalkan.

Kegiatan PING yang mungkin tak akan ada lagi selain di BBM

Selain suara “Cling” yang legendaris, keberadaan BBM akan senantiasa dikenang penggunanya lewat fitur PING. Dikutip dari laman diksi.co, Nge-PING menjadi salah satu upaya mencolek orang lain saat mengirimkan menggunakan pesan. Biasanya, fitur ini juga digunakan untuk mengecek aktif tidaknya seseorang di BBM pada kontak yang telah terdaftar.

Ping bakal dirindukan oleh pengguna BBM [sumber gambar]
Pada masa jayanya, fitur PING hanya eksklusif tersedia bagi para pengguna BBM yang memegang ponsel Blackberry. Meski kini telah banyak ditiru aplikasi perpesanan lainnya, konsep PING tampaknya akan tetap dikenang sebagai bagian dari BBM.

BACA JUGA: Menghilang dari Peredaran, Ini Kelebihan Aplikasi BBM yang Tak Diketahui Pengguna Smartphone

Meski bakal segera pensiun, keberadaan Blackbery Messenger atau BBM akan tetap menyimpan kenangan tersendiri bagi para penggunanya. Tak hanya menjadi simbol prestise para pengguna pada masanya, aplikasi tersebut juga memudahkan komunikasi dan menjalin pertemanan dengan sesama pemilik gadget Blackberry. Hingga bakal dipensiunkan pada 31 Maret 2019, kira-kira hal apa yang berkesan dari Sahabat Boombastis saat menggunakan BBM?