Mendengar nama Irak, mungkin publik selama ini lebih familiar dengan konflik bersenjata yang terus menerus terjadi tanpa henti dan potret kehancuran kota-kota akibat pemboman yang membabi buta. Namun di balik hal miris tersebut, negeri berjuluk 1001 malam itu ternyata mempunyai pasukan elite yang ditakuti kaum teroris macam ISIS dan gerombolan milisi lainnya.

Berkekuatan 3 brigade, unit spesial ini disebut sebagai Golden Divison (Divisi Emas) yang menjadi tulang punggung militer Irak saat ini. Terutama dalam upayanya membersihkan pasukan ISIS yang bercokol di negaranya. Dilengkapi kemampuan tempur layaknya prajurit elite dan persenjataan khusus, pasukan ini sukses membuat ISIS ‘bubar’ secara perlahan-lahan.

Pasukan gabungan yang diisi oleh legiun Sunni dan Syi’ah Irak

Dalam sebuah makalah berjudul “The Iraqi Counter Terorism Service” (2015) oleh seorang pensiunan Angkatan Darat Amerika Serikat bernama David M Witty menuliskan, pasukan operasi khusus Irak (CTS) itu diisi oleh relawan dari kaum Sunni, Syi’ah dan Kurdi Arab yang berada di negara 1001 malam tersebut (hlm. 6). Oleh US Army Special Forces (USSF), mereka kemudian direkrut dan dilatih bersama dengan pasukan khusus lainnya diĀ  wilayah TImur Tengah. Tentunya dengan supervisi dan pengawasan ketat dari pihak Amerika Serikat.

Mengikuti pelatihan secara intensif bersama Yordania dan Amerika Serikat

Mengutip dari laman strategypage.com, pasukan tersebut berlatih bersama dengan unit khusus Yordania (JSOC) dan pasukan baret hijau AS pada bulan November 2005. Nantinya, pasukan Irak yang bernama ISOF ini, memiliki 1.440 orang yang terlatih yang terdiri dari dua batalyon tempur dan dianggap setara dalam pelatihan dan efektivitas saat bertempur. Saat berlatih, pasukan ini dilatih sesuai dengan standar AS serta menggunakan peralatan dan taktik yang sama dengan unit khusus negeri Paman Sam tersebut. Bukan tanpa sebab, hal ini dimaksudkan agar mereka bisa bekerjasama jika suatu saat menggelar operasi bersama militer AS.

Dipecah menjadi 3 brigade dengan tugas khusus masing-masing

Ditugaskan sesuai dengan keahlian unit masing-masing [sumber gambar]
Sebagai unit spesial, pembagian pasukan sesuai kemampuan yang ada menjadi langkah yang ditempuh divisi emas untuk meningkatkan efektivitas mereka dalam bertugas. Laman en.wikipedia. org menuliskan, Brigade Operasi Khusus 1 berpusat di Baghdad dan memiliki Batalyon 1, 2, dan 5, batalion pendukung brigade dan batalion pelatihan / Pusat Perang Khusus Irak yang disebut divisi emas. Brigade Operasi Khusus ke-2 memiliki empat batalion komando berjumlah 1.440 orang dan Brigade ke-3 yang terdiri dari batalion komando dan satuan pendukung.

Terlibat pertempuran melawan ISIS

Dalam aksinya, divisi emas Irak dilibatkan untuk menggempur militan ISIS yang masih bercokol di wilayah tersebut. Laman news.sky.com menuliskan, pasukan tersebut dikerahkan untuk merebut kota Mosul yang dimulai pada Oktober 2016. Pada 1 November 2016, mereka juga menjadi yang pertama memasuki kota selama serangan dilancarkan. Dilansir dari reuters.com, perdana menteri Irak menyatakan pembebasan Mosul dari ISIS pada 10 Juli 2017 setelah bertempur secara intensif dari hari ke hari.

Dilengkapi peralatan modern layaknya pasukan elite dunia

Sebagai pasukan elite, divisi emas Irak juga dilengkapi peralatan standar militer AS saat berlaga di medan tempur. Seperti yang kita lihat dalam video, mereka menggunakan seragam dan helm taktis yang dilengkapi pengaman seperti rompi anti peluru, knee- pad, dan senjata M4 Carbine, senapan mesin ringan M249 SAW buatan AS dan Night Vision Googles (NVG). Saat berpatroli, divisi emas juga menggunakan kendaraan tempur seperti Humvee yang dimodifikasi dengan tambahan kubah sebagai tempat operator senjata mesin.

BACA JUGA: 5 Fakta Sangar Phoenix Raven, Pasukan Khusus Pembunuh Milik Amerika yang Ditakuti Dunia

Nama Golden Division memang belum pernah dikenal sebelumnya. Namun seiring keberhasilan mereka menghancurkan keberadaan ISIS di Irak, keberadaannya mulai dikenal dan menjadi salah satu kebanggaan masyarakat Irak. Dengan dukungan AS dan negara Timur Tengah lainnya, pasukan berjuluk divisi emas ini perlahan tapi pasti bakal menjadi pasukan khusus yang sejajar dengan prajurit elite dunia lainnya.