Setelah resmi dilantik menjadi Menteri Pertahanan (Menhan) periode 2019-2024, Prabowo Subianto langsung bekerja cepat dengan melaksanakan tugas-tugasnya. Sebelumnya, pendiri Partai Gerindra itu menjadi sorotan soal adanya kabar sang Menhan tak ingin mengambil gajinya, yang ternyata tidaklah benar.

Sebagai Menteri Pertahanan yang lekat dengan bidang militer, Prabowo juga menaruh perhatian besar pada sektor tersebut. Dilansir dari Kumparan.com, mantan Danjen Kopassus itu menawarkan Senjata Buatan Pindad pada Menhan Republik Laos, Jenderal Chansamone Chanyalath, yang berkunjung ke Kantor Kemenhan. Tak hanya soal senjata, inilah gebrakan Prabowo selaku Menteri Pertahanan Indonesia.

Ingin menghidupkan konsep pertahanan semesta

Konsep Pertahanan Rakyat Semesta pertama kali dicetuskan oleh Prabowo saat dirinya mengikuti rapat kerja perdana dengan Komisi I DPR RI. Menurut dirinya, hal ini sejatinya telah menjadi doktrin pertahanan bangsa Indonesia sejak lama, yang menekankan keterlibatan seluruh komponen rakyat, dan bukan hanya dari TNI saja.

Rencana ingin mengirim taruna akmil ke Malaysia dan Amerika Serikat

Rencana Prabowo mengirim taruna akmil ke Malaysia dan Amerika Serikat, sempat menuai komentar yang beragam. Meski demikian, wacana tersebut ingin agar perwira asal Indonesia bisa belajar di lembaga pelatihan militer ternama di AS seperti West Point (AD), Air Force Academy (AU), dan Annapolis (AL). Hal serupa juga diutarakan saat Prabowo bertemu dengan Menteri Pertahanan Malaysia, Mohamad Sabu.

Mengevaluasi kembali proyek pesawat tempur KFX/IFX dengan Korea Selatan

Proyek yang telah disepakati dengan Korea Selatan sejak 2016 silam ini, akan kembali dievaluasi oleh Kementerian Pertahanan di era Prabowo Subianto. Indonesia sendiri disebutkan menanggung 20 persen biaya pengembangan dari proyek KFX/IFX tersebut. “Khusus KFX/IFX itu kita sedang dalami lah, kita pelajari. Sebetulnya manfaatnya kita dapat apa juga? Itu kan penting. Karena itu kan teknologi tinggi,” ucap Wakil Menteri Pertahanan Wahyu Sakti Trenggono yang dikutip dari CNNIndonesia.com.

Tawarkan produk alutsista buatan Pindad ke negara-negara ASEAN

Soal persenjataan, Menhan Prabowo telah menawarkan beberapa produk alutsista buatan Pindad kepada negara tetangga seperti Filipina dan Laos. Dilansir dari Nasional.sindonews.com, medium tank buatan PT Pindad (Persero) sempat ditawarkan kepada Filipina. Prabowo juga memperkenalkan produk-produk persenjataan Indonesia, khususnya yang diproduksi PT Pindad pada Menteri Pertahanan Republik Laos Jenderal Chansamone Chanyalath.

Kerjasama pelatihan militer antara Indonesia dan Laos

Ilustrasi pasukan Kopassus [sumber gambar]
Sebagai mantan Danjen Kopassus, Prabowo juga menawarkan kerja sama pelatihan militer dengan negara Laos berupa pertukaran antar perwira. Dalam nota kesepahaman yang diteken antar Menhan kedua negara, nantinya bakal melibatkan Kopassus di dalamnya jika dibutuhkan untuk melatih Angkatan Darat Laos, seperti yang dikutip dari Vivanews.com.

BACA JUGA: 5 Alasan Prabowo Subianto Cocok Jadi Menhan di Kabinet Jilid II Presiden Joko Widodo

Posisi Prabowo sebagai Menteri Pertahanan memang sangatlah strategis. Terutama pada hal-hal yang berkaitan dengan militer dan kekuatan tempur yang dimiliki negara. Ya, semoga saja dengan amanah berupa jabatan sebagai Menhan, Prabowo bisa membuat Indonesia berjaya dengan kekuatan militer dan pertahanannya.