Brunei Darussalam yang merupakan negara tetangga Indonesia di kawasan Asia Tenggara, menjadi sorotan dunia setelah memberlakukan hukuman sesuai syariah Islam. Dilansir dari news.detik.com, mulai dicambuk hingga dirajam sampai mati akan diberlakukan bagi mereka yang terlibat kegiatan menyimpang seperti LGBT dan sejenisnya.

Tak hanya persoalan di atas, Brunei juga disorot lantaran gaya hidup keluarga kerajaan yang dinilai terlalu hedon dan cenderung pamer menghambur-hamburkan kekayaan. Seperti yang dilakukan oleh Pangeran Jefri Bolkiah. Adik kandung dari Sultan Hasanal Bolkiah itu dinilai kerap bermewah-mewahan secara berlebihan. Seperti apa sosoknya?

Adik Sultan Brunei yang menguasai bisnis negara di dalam maupun luar negeri

Dikenal sebagai wilayah yang melimpah dengan hasil minyak buminya, Brunei menjelma menjadi negara yang bergelimang kemewahan. Dari sini, pangeran Jefri menjadi salah satu sosok yang dipercaya untuk mengelola potensi tersebut. Dilansir dari laman finance.gov.bn, ia menduduki jabatan sebagai Menteri Keuangan sejak 1986.

Kelola bisnis negara di dalam dan luar negeri [sumber gambar]
Tak hanya itu, dirinya juga duduk di jajaran direksi pada Brunei Investment Agency (BIA) atau agensi investasi Brunei, yang bertanggung jawab pada investasi yang berada di luar negeri. Namun, Jefri juga sempat terseret kasus penggelapan uang perusahaan sebesar $14.8 miliar (Rp 209, 464 triliun) di negaranya sendiri.

Memanjakan diri dengan deretan mobil mahal dan barang-barang mewah

Selain mengelola dana investasi di atas, Pangeran Jefri juga keranjingan dengan mobil-mobil mewah yang berharga fantastis. Tak hanya mobil, ia bahkan menggemari barang-barang supermahal untuk dikoleksi dirinya. Dilansir dari tirto.id, memiliki lebih dari 2.300 mobil yang sebagian besar bermerek seperti Ferrari, Rolls Royce, dan Bentley.

Deretan koleksi mobil yang bernilai miliaran [sumber gambar]
Tak cukup dengan kendaraan darat, Pangeran Jefri juga memiliki 8 pesawat pribadi dan 1 helikopter yang kerap digunakannya untuk pelesiran lewat udara. Laman vanityfair.com menuliskan, ia kerap mengendarai Ferrari miliknya melalui jalan-jalan di Bandar Seri Begawan, dan mengarungi samudera dengan armada kapal pesiar pada tengah malam. Pangeran Jefri bahkan memiliki lima berlian senilai $200 juta, yang telah ia serahkan ke Badan Investasi Brunei.

Sering terlibat dengan pesta-pesta yang ‘liar’

Salah satu kebiasaan buruk yang paling disoroti dari Pangeran Jefri adalah, kebiasaannya mengadakan pesta-pesta mewah yang memakan biaya tinggi. Meski datang dari negara yang notabene memiliki latar belakang Islam yang kental, hal tersebut nyatanya tidak berpengaruh pada dirinya.

Pernah mendatangkan Michael Jackson di acara pestanya [sumber gambar]
Laman vanityfair.com menuliskan, ia pernah membayar Raja Pop Michael Jackson sebesar $ 17 juta (Rp. 240,448 miliar), untuk menghibur dirinya pada acara ulang tahun yang ke-50. Lebih jauh lagi, Pangeran Jefri juga dikabarkan kerap menikmati sajian yang justru dilarang dalam agama Islam yang dianutnya.

Cadangan migas yang semakin menipis bisa mengancam masa depan Brunei

Mungkin, Brunei saat ini tengah ‘di mabuk kepayang’ karena bergelimang ’emas hitam’ alias sumber minyak yang menjadi penopang utama perekonomian negara. Dilansir dari laman tirto.id, sebanyak 95 persen komoditas ekspor Brunei adalah migas dan menyumbang 90 persen pendapatan pemerintah. Meski demikian, keberadaan sumkber daya alam itu diprediksi akan segera habis dalam jangka waktu tertentu.

Ilustrasi kegiatan pertambangn minyak di Brunei [sumber gambar]
Menurut BP Oil serta lembaga riset lain, cadangan “emas hitam” dan gas alam Brunei akan ludes 20 hingga 30 tahun lagi. Itu artinya, ekonomi Brunei terancam stagnan, bahkan kolaps pada tahun 2030 jika negara tak mampu mengolah sumber pendapatan lain di luar minyak dan gas. Tentu saja, hal ini nantinya bakal berpengaruh pada tingkat kesejahteraan masyarakatnya. Terutama berkurangnya kekayaan para Sultan Brunei seperti Pangeran Jefri di atas.

BACA JUGA: Fakta-Fakta Enaknya Kehidupan Sultan Brunei yang Bikin Ngiri

Sebenarnya, sah-sah saja jika seorang pangeran menikmati fasilitas dan kekayaan yang dimilikinya. Asal, kesemua hal tersebut dilakukan secara terukur dan sesuai dengan kadar yang dibutuhkan. Bukan apa-apa, posisi Jefri Bolkiah sebagai pejabat publik di negerinya, secara tidak langsung juga membawa nama besar Kesultanan Brunei di mata masyarakat. baik dalam maupun luar negeri.