in

5 Foto Dramatis yang Membuktikan Bahwa Perbedaan Bukan Persoalan

Ketika Korea Bersatu (c)mirror uk
Ketika Korea Bersatu (c)mirror uk

Kita tentu telah lelah mendengar berita tentang kerusuhan, pertikaian dan pertumpahan darah. Tidak hanya di negeri kita sendiri, seluruh penjuru bumi tampaknya tidak luput dari perselisihan dan peperangan. Masalah demi masalah selalu muncul menghantui kehidupan bermasyarakat kita.

Dari semua pertikaian dan perselisihan tersebut, perbedaan sering sekali menjadi kambing hitam. Perbedaan membuat manusia gelap mata dan akhirnya saling serang dan saling melukai. Diantara hati yang mulai mengeras karena perbedaan dan pertikaian, mari kita membuka hati kita yang lembut untuk menerima perbedaan. Menerima perbedaan bukanlah hal yang tidak mungkin. Lima foto ini adalah buktinya.

1. Harmoni di Kairo, Mesir

Pada tahun 2011 suasana di Kairo, Mesir sedang memanas. Konflik merebak dimana-mana akibat pertentangan agama dan suhu politik yang memanas. Kala itu, para umat Kristen Koptik sering dijadikan sasaran kriminalitas oleh beberapa pihak, karena mereka adalah rakyat minoritas. Banyak sekali aksi ricuh dan pembakaran yang terjadi di negara tersebut kala itu.

Harmoni di Kairo (c)Nevine Zaki
Harmoni di Kairo (c)Dailymail

Namun, sebuah pemandangan menggetarkan hati hadir di Tahrir Square, Kairo. Ketika itu para pendemo yang beragama muslim sedang shalat berjamaah di tengah-tengah demonstrasi mereka menentang pemerintahan Mubarak. Agar para muslim bisa beribadah dengan tenang, para umat kristiani membentuk lingkaran dan saling berpegangan tangan untuk berjaga-jaga jika pihak militer mengganggu ibadah saudara seperjuangan mereka.

2. Lingkaran Damai di Oslo

Pada Februari lalu, ketika kasus penembakan kartunis Perancis merebak, ketegangan antar umat beragama di Eropa kembali merebak. Aksi saling balas terjadi. Dan terjadi serangkaian penembakan terhadap para orang Yahudi.

Lingkaran Damai (C)reuters
Lingkaran Damai (C) viva

Namun, pada sebuah kesempatan sekelompok orang muslim di Oslo memilih untuk bertindak dengan damai. Mereka berdiri di depan sebuah gereja ortodok tempat beribadah orang Yahudi. Mereka berpegangan tangan di sana untuk mengamankan peribadatan orang-orang di dalam sana. Meski mereka berbeda, mereka tetap saling menjaga.

3. Ketika Korea Selatan dan Korea Utara Bersatu

Korea Selatan dan Korea Utara adalah negara yang pada dasarnya sama, namun telah sejak lama memutuskan untuk berperang. Perbatasan Korea Utara dan Selatan dijaga ketat dan mereka tampak begitu saling membenci satu sama lain. Bertahun-tahun, tensi antara kedua negara ini tidak kunjung mereda.

Ketika Korea Bersatu (c)mirror uk
Ketika Korea Bersatu (c)atbha

Namun ada satu momen dimana Korea Utara dan Korea Selatan melupakan perbedaan mereka. Pada Olimpiade Sydney, Korea Utara dan Selatan berada di barisan yang sama. Mereka tidak membawa bendera Korea Utara atau Korea Selatan, melainkan membawa sebuah bendera berbentuk peta daerah Korea berwarna biru. Dua atlit yang membawa bendera itu adalah Park Jung Chon, pelatih judo asal Korea Utara dan Chun Un Soon, pemain basket dari Korea Selatan. Dalam bendera dan barisan yang sama, mereka melupakan konflik panjang dari negara mereka masing-masing.

4. Kerusuhan dan Musik

Demonstrasi identik dengan kekacauan yang penuh dengan kekerasan. Di setiap aksi demo, meski seringkali mengaku aksi damai, tidak jarang berakhir dengan kejadian yang tidak diinginkan. Jika sudah begitu, biasanya aparat akan mengambil tindakan dan suasana akan semakin memanas. Tidak jarang, aparat dan demonstran terlibat konflik serius yang melenyapkan nyawa dari kedua belah pihak.

Kerusuhan dan Musik (C)BBC
Kerusuhan dan Musik (C)BBC

Pada Februari 2014 terjadi kerusuhan parah di Ukraina, karena rakyat menentang kebijakan pemerintah yang memilih mendekatkan diri kepada Rusia dibanding maju bersama negara Eropa lainnya. Kerusuhan tersebut dinobatkan sebagai “minggu paling berdarah dalam satu dekade terakhir” di Ukraina. Namun, di tengah-tengah kerusuhan tersebut seorang pendemo justru memilih memainkan lagu Chopin dengan pianonya. Seketika suasana yang kacau menjadi hening dan damai. Aksi ini menunjukkan bahwa kita masih bisa memprotes dengan cinta dan damai, tidak harus dengan kekerasan.

5. Kulit Hitam dan Kulit Putih

Anda mungkin berpikir bahwa anak dalam foto ini berpakaian sedikit aneh. Kostum yang dikenakan anak tersebut adalah kostum dari persatuan KluKluxKlan (KKK) sebuah sekte pembenci kulit hitam. KKK tidak segan-segan menyeret orang kulit hitam yang mereka temui dan membakarnya.

Kulit Hitam dan Kulit Putih (C)Todd Robertson
Kulit Hitam dan Kulit Putih (C)Pointer

Pada tahun 1992, KKK melakukan parade di Georgia. Dan kala itu ada sejumlah polisi berkulit hitam yang kebetulan bertugas untuk mengamankan parade tersebut. Dalam foto ini tampak anak dari anggota sekte KKK mendekati seorang polisi kulit hitam tanpa adanya rasa benci, seperti yang telah diajarkan orang tuanya. Ini mengajarkan kepada kita bahwa kita dilahirkan dengan hati tulus, namun seiring berjalannya waktu kita terkontaminasi oleh kebencian.

Dari foto-foto dramatis di atas kita bisa melihat bahwa perbedaan bisa diatasi. Kita tidak harus menjadi orang yang sama. Kita juga tidak harus memiliki pendapat yang sama. Namun, hendaknya kita selalu menjaga kedamaian, tidak peduli seberapa berbeda kita.

Semoga, diantara banyaknya permusuhan dan pertikaian, hati kita masih lembut dan terbuka untuk kedamaian. Kita harus segera menghentikan segala bentuk pertikaian dan kebencian. Semoga kita belajar dari keikhlasan hati dari orang-orang dalam foto-foto di atas. (HLH)

Written by Centralismo

Leave a Reply

Wow, Daerah Ini Menjadi Tempat Pendaratan Para Alien!

Corat-coret Seragam (suryaonline)

5 Tradisi Unik Saat Kelulusan yang Hanya ada di Indonesia