Setelah heboh dengan pembangunan Pelican Cross, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta kini kembali membuat gebrakan baru demi merubah wajah Ibukota. Mereka membentuk Tim Pertimbangan Penyelenggaraan Kegiatan/Acara di Kawasan Monumen Nasional (Monas). Yang spektakuler, para pegawai di dalamnya akan menerima honor sebesar Rp 461 juta. Luar biasa!

Dana tersebut, kini tengah dibahas oleh Pemprov DKI dengan DPRD DKI Jakarta dan dianggarkan dalam APBD Perubahan 2018. Sangat menarik memang. Sebuah tim yang baru dibentuk, langsung diganjar dengan gaji yang begitu spektakuler.Di tengah carut marut kondisi perekonomian Indonesia, hal apa saja yang membuat mereka begitu istimewa hingga pantas diberi honor mahal?

Susunan dewan pembina Tim Petimbangan Monas

Dalam Keputusan Gubernur Nomor 267 Tahun 2018 tertanggal 2 Februari 2018, telah diuraikan tugas dari masing-masing jabatan. Seperti pembina, ketua, anggota dan sekretariat. Gubernur Anies Baswedan, Wakil Gubernur Sandiaga Uno, dan Deputi Gubernur Bidang Budaya dan Pariwisata sendiri duduk sebagai pembina.

Sepakat bentuk Tim Pertimbangan Monas [sumber gambar]
Para petinggi tersebut bertugas memberikan petunjuk dan arahan. Khususnya terkait dengan pelaksanaan Tim Pertimbangan Penyelenggaraan Kegiatan/Acara di kawasan Monas. Selain itu, para anggotanya yang diisi oleh beberapa instansi dinas, akan membantu menjalankan arahan sesuai kebijakan yang diberikan.

Merangkul dinas terkait sebagai anggota

Tim Petimbangan Monas yang baru dibentuk tersebut, merangkul beberapa dinas terkait sebagai anggotanya. Dilansir dari megapolitan.kompas.com, mereka adalah Badan Pengelola Aset Daerah, Badan Pajak dan Retribusi, Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu, Dinas Cipta Karya, Tata Ruang, dan Pertanahan.

Ilustrasi anggota dewan DKI Jakarta [sumber gambar]
Ada juga dari UPK Monas, Biro Perekonomian Setda, Kementerian Sekretariat Negara, Polda Metro Jaya, serta Kodam Jaya. Mereka bertugas untuk menyediakan data dan informasi yang ada, terkait dengan kegiatan yang diselenggarakan di Monas. Selain itu, para anggota harus memberikan saran dan rekomendasi yang terbaik pada Gubernur.

Dapat honor fantastis senilai Rp 461 Juta

Meski baru dibentuk, Tim Petimbangan Monas bakal mendapatkan insentif sebesar Rp 461 juta. Hal tersebut disampaikan oleh Plt Kadis Pariwisata dan Kebudayaan DKI Asiantoro.

Pelayanan Monas ada kegiatan baru. Jadi, ada Tim Pertimbangan Pemanfaatan, tim tersebut perlu dikasih insentif berupa (uang) Rp 461 juta,” ujarnya yang dilansir dari news.detik.com.

Bakal dapat honor Rp 461 juta [sumber gambar]
Ternyata, besaran honor itu bukanlah diberikan kepada perorangan, melainkan untuk seluruh anggota tim yang terlibat. Juga ditegaskan oleh Asiantoro, Rp 461 juta yang akan diterima, tidak diberikan bulanan.

Rp 461 juta itu untuk waktu kerja delapan bulan,” terang Asiantoro yang dilansir dari news.detik.com.

Manfaatnya bagi masyarakat?

Dilihat dari tugas Tim Pertimbangan Monas, mereka akan difungsikan untuk mengatur acara/kegiatan di kawasan Moumen Nasional (Monas). Biasanya, beragam even yang diselenggarakan di sekitaran wilayah tersebut bersifat umum dan dihadiri oleh banyak masyarakat. Khususnya warga DKI Jakarta.

Bakal atur acara dan kegiatan di sekitar monumen [sumber gambar]
Jadi asumsinya, tidak menutup kemungkinan Tim Pertimbangan Monas bisa memberikan manfaat lebih pada acara yang bakal dihelat. Selain mengatur dan mengkoordinasikan acara, keberadaan mereka juga bisa menjadi acuan bagi Pemerintah Provinsi DKI untuk menyelenggarkan kegiatan yang lebih baik dan berkualitas bagi masyarakat.

Mudah-mudahan, Tim Petimbangan Monas yang dibentuk bisa menjalankan amanah sekaligus fungsinya di tengah-tengah masyarakat. Bukan apa-apa. Gaji besar yang diberikan pada mereka, adalah uang rakyat yang harus dipertanggungjawabkan penggunaannya. Gimana menurutmu Sahabat Boombastis?