Indonesia sempat menancapkan kukunya dalam sejarah peradaban musik dunia pada 1950-an lewat The Tielman Brothers. Ya, aksi band beraliran rock n roll tersebut sempat mengagetkan pihak barat. Khususnya para tuan dan nyonya Belanda di Nusantara. Indonesia ternyata mempunyai bakat seni yang berkualitas pada zaman di mana musik pada saat itu didominasi oleh kaum kulit putih.

Sebagai band senior di Indonesia, The Tielman Brother merupakan grup musik pertama yang beraliran rock n roll. Karena perfomanya yang keren, band yang beranggotakan pemuda asal Timor tersebut sempat diundang ke Istana Negara dan bermain di hadapan Bung Karno. Meski namanya terdengar asing di kalangan generasi saat ini, kisahnya yang legendaris membuatnya sangat menarik untuk disimak.

Kisah anak muda Timor yang berbakat dalam seni

Awal terbentuknya band The Tielman Brothers lahir dari sebuah keluarga seniman yang berbakat. Adalah seorang Andy Tielman dan seluruh saudaranya yang berasal dari tanah Timor, membentuk sebuah grup bernama The Timor Tielman Brothers saat mereka masih kecil. Sejatinya, bakat musik Tielman bersaudara tersebut diturunkan sang dari sang ayah, Herman Tielman yang merupakan seorang Kapten Tentara KNIL Belanda.

Berbakat sejak usia belia [sumber gambar]
Karir bermusiknya bermula pada tahun 1945 pada saat di Surabaya. Di mana mereka yang merupakan empat kakak beradik laki-laki dan seorang adik perempuan bernama Jane, kerap memainkan lagu dan kesenian tari daerah. Sang ayah yang sering bermain musik bersama teman-temannya di rumah, menjadi dasar bagi Tielman bersaudara untuk mengikuti naluri bermusik mereka.

Penampilan perdana yang menjadi jalan sukses

Andy Tielman yang sebagai kakak tertua, tertarik untuk mempelajari gitar. Saudaranya yang lain seperti Ponthon Tielman, Loulou Tielman, Reggy Tielman, Jane Tielman dan Fauzi Tielman, juga larut dalam alat musik pilihan mereka masing-masing. Penampilan perdananya dilakukan pada sebuah acara pesta. Saat itu, mereka telah piawai memainkan komposisi lagu-lagu sulit macam Tiger Rag dan 12th Street Rag karya Euday L Bowman.

Kesuksesan awal The Tielman Brothers [sumber gambar]
Alhasil, aksi Tielman bersaudara itu membuat kagum teman-teman ayahnya di acara pesta tersebut. Kesuksesan pertama itu membuat Tielman bersaudara semakin dikenal di kemudian hari. Mereka kerap dipanggil untuk mengisi berbagai acara-acara pribadi di seputaran Surabaya. Alhasil, berbagai tawaran pun mulai berdatangan dari seluruh penjuru Indonesia. Hingga pada 1957, mereka sekeluarga memutuskan untuk pindah ke Belanda.

Negeri kincir angin menjadi titik awal untuk mendunia

Saat berada di Belanda, nama The Tielman Brothers terus berkibar-kibar. Menyeruak di antara deretan musisi dunia macam The Beatless, The Rolling Stones yang juga tengah merintis karirnya bermusiknya pada saat itu. Aura rock n roll sangat kentara karena aksi panggung The Tielman Brothers pada saar itu tergolong fenomenal dan tak biasa.

Suskes besar setelah pindah ke Belanda [sumber gambar]
Mereka kerap tampil dengan melompat, berguling-guling, meliuk-liuk dan bahkan beratraksi dengan alat musik masing-masing. Pendek kata, aksi panggungnya sangat unik dan mempunyai karakter musik yang kuat. Di awal permainan, para personil The Tielman Brother kerap menyajikan intro solo pada masing-masing instrumen secara bergantian. Tentu saja dengan ditingkahi dengan atraksi mereka yang tergolong cukup ekstrim untuk ukuran pada zaman itu.

Sempat tampil di hadapan Presiden Soekarno

Dilansir dari ensiklo.com, The Tielman Brother juga sempat unjuk kebolehan di Istana Negara pada 1949. Bermain di hadapan Presiden Sukarno, mereka membawakan tembang karya musisi Les Paul, Little Richard, Fats Domino, Elvis Presley, Chuck Berry, Bill Haley, dan Gene Vincent yang sedang populer pada saat itu. Nama The Tielman Brothers pun semakin dikenal sebagai grup musik berkualitas karena telah tampil di Istana Negara.

Tampil di Istana Negara [sumber gambar]
Masa-masa keemasan The Tielman Brother pun berlanjut. Tak hanya di negeri Belanda, negara Eropa lainnya seperti Jerman dan Belgia juga pernah ‘dijajah’ oleh musikalitas mereka. Meski sempat mengalami bongkar pasang personil sebanyak 5 kali, toh hal tersebut tak menyurutkan karir dan kualitas mereka dalam bermusik. Di awal 1960, mereka merilis lagu ciptaan sendiri yang berjudul My Maria, You’re Still The One, Black Eyes, dan Rock Little Baby. Namun sayang, perubahan zaman seakan menjadi penanda berakhirnya kiprah mereka di dunia musik.

The Tielman Brothers yang terlupakan dan tergerus zaman

Untungnya, Andy Tielman menyempatkan diri berkunjung ke Indonesia. Ia tampil pada ajang Jakarta Rock Parade pada tahun 2008. Sebelumnya, Andy Tielman dinaugerahi penghargaan Order of Orange Nassau oleh Ratu Beatrix atas kontribusinya pada perkembangan musik di negeri kincir angin tersebut. Ia dan grup musiknya juga dianggap telah berjasa membawa sebuah aliran baru yang disebut indorock oleh orang-orang Belanda.

Ikut meramaikan Jakarta Rock Parade 2008 [sumber gambar]
Usia yang telah menua, ditambah kualitas dan jenis musik yang itu-itu saja, membuat The Tielman Brothers harus menerima kenyataan pahit. Para personilnya pun telah berguguran satu persatu. Andy Tielman sebagai frontliner, meninggal pada 10 November 2011 silam. Sementara itu, Reggy Tielman berpulang pada 12 Maret 2014. Mereka berdua merupakan generasi terakhir dari The Tielman Brothers yang tersisa.

BACA JUGA: 11 Musisi Legendaris Indonesia Ini Karyanya Pernah Dituding Plagiat Band Luar Negeri

Meski telah lama hilang, nama The Tielman Brothers tetap abadi di Indonesia. Lewat mereka pula lah, negeri ini semakin dikenal sebagai negara yang mempunyai bakat seni di mata internasional. Selamat jalan Tielman bersaudara.