Masyarakat yang berada di beberapa wilayah seperti Ciracas, Jakarta Timur, Palur, Sukoharjo, Jawa Tengah, dan Jember, Jawa Timur, mendadak heboh karena banyaknya anakan ular kobra yang berada di pemukiman mereka. Karena jumlahnya yang besar, membuat mereka seakan diteror oleh hewan melata yang memiliki racun mematikan itu.

Fenomena ini cukup mengejutkan karena terjadi di beberapa daerah, dengan jumlah ular kobra yang ditemukan cukup banyak. Bahkan, kejadian ini membuat di salah satu keluarga di Wonosari, Gunungkidul, Yogyakarta terpaksa mengungsi. Lantas, seperti apa teror dari hewan berbisa tersebut.

Warga di Kecamatan Citayam, Kabupaten Bogor, Jawa Barat ketakutan lantaran teror kobra

Bagi warga perumahan Royal Citayam Residence, Dusun Susukan, Kecamatan Citayam, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, keberadaan puluhan ekor anak kobra yang ditemukan membuat mereka diliputi rasa was-was. Pasalnya, sang induk sendiri belum berhasil ditangkap sehingga keberadaannya dirasa sangat menakutkan.

Satu keluarga di Gunungkidul Yogyakarta terpaksa mengungsi karena merasa ketakutan

Selain di Bogor, peristiwa serupa juga terjadi di beberapa wilayah seperti Jember, Jawa Timur dan Kabupaten Gunungkidul, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY). Khusus di Gunungkidul, teror kobra yang telah terjadi selama empat tahun terakhir itu membuat satu keluarga mengungsi. Dilansir dari Yogyakarta.kompas.com, ular sepanjang 30 cm itu diketahui telah masuk ke dalam kamar.

Puluhan ular kobra yang berhasil ditemukan di pemukiman warga sepanjang November dan Desember 2019

Ular kobra yang berhasil ditangkap oleh warga [sumber gambar]
Setidaknya, ada beberapa kasus soal teror kobra di beberapa daerah yang terjadi selama bulan November hingga Desember 2019. Dikutip dari Liputan6.com, ada 30 ekor ular kobra yang tertangkap di 1 Perumahan Tegal Besar (29 November 2019) dan 15 ekor di Pemukiman Jalan Jayanegara (3 Desember 2019), Jember, Jawa Timur . Kemudian, 30 anak ular juga berhasil ditangkap di Perumahan Desa Sususkan, Bogor, Jawa Barat (4-8 Desember 2019), dan Desa Kepek, Gunungkidul, Yogyakarta sebanyak 11 anak ular kobra ditangkap (30 November – 3 Desember 2019).

Penyebab banyaknya ular kobra yang dianggap meneror pemukiman warga

Ilustrasi habitat kobra [sumber gambar]
Menurut peneliti Herpetologi (ilmu tentang reptil dan amfibi), Lembaga Pengetahuan Indonesia atau LIPI, Dr. Amir Hamidy mengatakan, fenomena banyaknya ular kobra tersebut terjadi karena musim penghujan menjadi waktu ideal bagi kobra untuk menetaskan telur-telurnya. “Karena kan ini musimnya. Jadi memang musim ular menetas ini di awal musim penghujan,” ujarnya yang dikutip dari Kompas.com.

Fenomena teror kobra yang dianggap wajar oleh peneliti LIPI

Seekor anakan kobra yang berhasil ditangkap [sumber gambar]
Selain menjadi musim untuk menetaskan telur, fenomena yang dianggap sebagai teror bagi masyarakat itu ternyata dianggap wajar oleh Dr. Amir Hamidy. Soal kobra yang masuk ke dalam perumahan, hal itu terjadi karena habitat aslinya mulai terancam, seperti pembangunan rumah, pembukaan lahan dan sebagainya.

BACA JUGA: Nekat Pelihara King Cobra, Siap-siap Mati Dalam Senyap

Banyaknya ular kobra yang ditemukan di pemukiman warga, bisa dibilang merupakan sebuah peringatan agar masyarakat lebih peka dengan kondisi di sekitar lingkungannya. Tak sekedar menjaga kebersihan, tapi juga diusahakan agar tidak sampai mengusik habitat dari ular-ular tersebut.