Nama KH Maimoen Zubair atau biasa disapa Mbah Moen menjadi sorotan setelah video pertemuan dirinya dengan keponakannya yang bernama Ishaq Masykuri, viral di dunia maya dan menuai banyak tanggapan. Dilansir dari news.detik.com, ulama kharismatik diminta untuk berfatwa pemilu curang, namun ditanggapinya dengan sangat bijaksana.

Sebagai tokoh agama yang dihormati, sosok ulama kelahiran Rembang, Jawa Tengah, 28 Oktober 1928 itu, mempunya pengaruh yang besar di bidang keagamaan maupun politik. Tak heran, jika sosoknya kerap didatangi para tokoh-tokoh politik besar tanah air maupun ulama lainnya yang sangat mengagumi kedalaman ilmu sang Kiai. Seperti apa ketokohan dari Mbah Moen?

Menjadi politikus di dalam Partai Persatuan Pembangunan (PPP)

Menjadi Ketua Majelis Syariah Partai Persatuan Pembangunan (PPP [sumber gambar]
Mbah Moen yang dikenal sebagai tokoh keagamaan yang dihormati, juga merupakan Mbah Moen merupakan seorang alim, faqih sekaligus muharrik atau penggerak. Dilansir dari cnnindonesia.com, Ia pernah menjadi anggota DPRD Rembang selama 7 tahun. Selain itu, Mbah Moen juga pernah menjadi anggota MPR RI utusan Jawa Tengah. Tak heran, jika dirinya memiliki pengaruh yang besar di kancah perpolitikan Indonesia.

Sosok ulama yang memiliki pengaruh di arena politik Indonesia

Memiliki pengaruh besar di dunia politik [sumber gambar]
Sebagai pimpinan Pondok Pesantren Al-Anwar Sarang, Rembang, figur Mbah Moen dikenal memiliki pengaruh yang besar, utamanya di bidang politik. Selain disegani oleh organisasi Nahdlatul Ulama (NU), ulama kharismatik itu juga sesepuh yang disegani sekaligus dihormati di Partai Persatuan Pembangunan (PPP). Mengingat, dirinya merupakan Ketua Majelis Syariah Partai Persatuan Pembangunan (PPP).

Keluasan ilmu yang membuat Mbah Moen menjadi rujukan banyak ulama Indonesia

Dikenal memiliki keluasan ilmu di bidang Fikih dan Ushul Fiqh [sumber gambar]
Tak hanya soal politik, Mbah Moen juga dikenal akan keluasan ilmu agama Islam, khususnya di bidang ilmu fikih dan ushul fiqh yang mendalam. Tak heran jika sosoknya menjadi rujukan banyak ulama Indonesia yang ingin mempelajari bidang fikih. Selain keluasan ilmu yang dimiliki, Mbah Moen juga memiliki ratusan santri di dalam Pondok Pesantren Al-Anwar Sarang, Rembang, Jawa Tengah.

Menjadi sorotan setelah videonya viral di dunia maya

Nama Mbah Moen sempat mencuat setelah dirinya sempat salah menyebut nama dalam doanya. Kala itu, Presiden Jokowi sebagai petahana dalam pilpres 2019 tengah berkunjung ke kediamannya. Setelah peristiwa tersebut berlalu, sosok Mbah Moen kembali menjadi perbincangan setelah beredarnya sebuah video percakapan antara dirinya dengan seseorang yakni Gus Ishaq. Laman news.detik.com menuliskan, Mbah Moen menolak permintaan untuk mengeluarkan fatwa pemilu curang.

BACA JUGA: 5 Alasan Kenapa Sosok Seperti Gus Miftah Harus Diperbanyak di Setiap Wilayah

Sebagai seorang ulama, sosok Mbah Moen bisa dibilang sangat komplit. Selain menguasai ilmu keagamaan, dirinya juga dikenal sebagai politikus yang mengetahui seluk beluk peta perpolitikan tanah air. Tak hanya itu, tokoh agama asal Rembang, Jawa Tengah tersebut juga dikenal akan kesabarannya saat berdialog, di mana Mbah Moen menolak permintaan mubahallah dan tetap tenang melayani lawan bicaranya yang berapi-api.