Kayu bajakah yang tumbuh di pedalaman hutan Kalimantan Tengah, menjadi pembicaraan banyak orang setelah diketahui memiliki khasiat untuk menyembuhkan kanker. Terlebih, benda tersebut semakin membuat orang penasaran setelah diperkenalkan oleh tiga siswa SMAN 2 Palangkaraya hingga ke tingkat nasional dan internasional. Praktis, pamor kayu Bajakah kini semakin populer.

Bahkan karena jarang diungkap, muncul anggapan dari masyarakat setempat yang mengindentikkan bajakah dengan hal berbau mistis. Hal ini wajar adanya, mengingat tanaman tersebut merupakan warisan turun temurun dari nenek moyang di tanah Kalimantan dan kemampuannya dalam menyembuhkan penyakit kanker. Penasaran, seperti apa sih Bajakah itu?

Sempat dianggap tanaman mistis yang ternyata kaya akan zat penting

Adalah sesuatu yang wajar jika bajakah dianggap sebagai tanaman mistis. Selain memiliki khasiat yang mampu menyembuhkan kanker, tanaman ini juga tidak banyak diketahui oleh khalayak umum, bahkan mungkin warga Kalimantan Tengah sendiri. Padahal, bajakah sejatinya telah digunakan secara turun temurun untuk kebutuhan pengobatan. Saat diteliti, ternyata tanaman tersebut memiliki zat-zat penting di dalam kandungannya.

Ada banyak kandungan senyawa antioksidan pada kayu bajakah yang bisa berfungsi melawan sel kanker. Hal ini diketahui setelah diteliti oleh Kepala Laboratorium Bio Kimia dan Molekuler dari Fakultas Kedokteran Universitas Lambung Mangkurat (FK ULM) Eko Suhartono. “Hasil penelitian di lab, yang jelas bajakah ini memiliki senyawa-senyawa yang bisa berperan sebagai antioksidan yang sekaligus bisa berperan sebagai anti kanker,” ujarnya yang dikutip dari Regional.kompas.com.

Mampu sembuhkan kanker hingga terkenal berkat penelitian siswa SMA

Khasiatnya kayu bajakah sebagai obat penyembuh kanker datang dari salah satu warga suku Dayak asli di Kabupaten Gunung Mas, Palangkaraya, yang bernama Dalcin. Saat itu, mengatakan bahwa ibunya menderita kanker payudara stadium empat 10 tahun lebih. Namun, ibunya dapat sembuh total setelah mengkonsumsi rebusan air dari akar tanaman bajakah yang dicari ayahnya di tengah hutan.

Berangkat dari hal tersebut, Yazid yang merupakan siswa SMAN 2 Palangkaraya kemudian merekomendasikan agar tanaman tersebut dijadikan sebagai objek penelitian. Di bawah bimbingan guru biologi mereka, bajakah kemudian diteliti di lab sekolah hingga bekerjasama dengan pihak laboratorium di Universitas Lambung Mangkurat, Banjarmasin, Kalimantan Selatan. Selama diteliti, diketahui tanaman tersebut memang memiliki senyawa penyembuh kanker.

Tanaman super yang sempat dikhawatirkan bakal dieksploitasi

Meski bajakah kini telah dikenal banyak orang, para peneliti dan penemunya sepakat agar tidak memberitahu lebih jauh soal tanaman tersebut. Salah satunya adalah guru biologi pembimbing para siswa SMAN 2 Palangkaraya yang bernama Helita. Alasanya, ia khawatir jika hal ini nantinya bakal berujung dengan eksploitasi hutan secar besar-besaran demi tujuan komersial.

Saya tidak mau kalau ini nanti justru akan menjadi masalah, khususnya dalam hal eksploitasi hutan Kalimantan Tengah,” kata Helita yang dikutip dari Regional.kompas.com. Jika dipikir-pikir, ada benarnya juga agar bajaka dirahasiakan untuk sementara waktu. Selain menghindari aksi di atas, juga agar bisa dilakukan penelitian jangka panjang dan bisa dipersiapkan sebagai obat yang benar-benar aman untuk dikonsumsi. Wah, doakan saja semoga bisa terwujud ya Sahabat Boombastis.

BACA JUGA: 5 Mitos Tentang Pohon Beringin yang Bikin Masyarakat Nggak Berani Macam-Macam

Betapa kayanya bumi nusantara ini dengan beragam peninggalan nenek moyang berupa tumbuh-tumbuhan. Salah satunya adalah batang kayu bajakah di atas yang mampu menyembuhkan kanker yang ganas sekalipun. Hebatnya, para penemu dari tanaman tersebut enggan diekspos lantaran takut akan adanya eksploitasi besar-besaran atas nama komersial. Kali ini mimin setuju ya Sahabat Boombastis, supaya hutan Kalimantan tetap asri.