Siapa saja tentu ingin menjadi orang yang kaya raya dan ternama. Tak terkecuali bagi seorang wanita. Salah satunya adalah sosok bernama Kartini Muljadi. Seorang pengusaha tangguh yang sukses mematahkan dominasi kaum laki-laki sebagai usahawan papan atas di Indonesia. Yang menarik, ia mengawali semua kesuksesannya itu justru dengan profesi awal sebagai Notaris.

Perjalanan bisnisnya pun sangat menarik. Bermula dari seorang profesional di bidang hukum, Kartini Muljadi perlahan-lahan membangun pondasi bisnisnya hingga dikenal sebagai pebisnis sukses. Keberhasilannya itu, bukan datang dalam waktu sekejap. Butuh waktu dan pengorbanan yang tak sedikit darinya. Di tengah proses usaha, perjuangan Kartini sempat tersendat karena kematian suaminya. Namun, ketegaran dan sikap keras ya ia miliki, ternyata sanggup membalik keadaan. Kisahnya pun sangat menarik untuk disimak.

Semangat belajar yang tak pernah padam

Ilustrasi semangat belajar [sumber gambar]
Besar di tengah-tengah keluarga yang mapan, Kartini Muljadi memperoleh kesempatan untuk menimba ilmu sedalam-dalamnya. Bahkan, ia sempat memperoleh pendidikan di salah satu sekolah khusus keturunan Belanda yang ada di Kebumen, Jawa Tengah. Hingga di usia remaja, kartini muda pernah berkuliah di 3 tempat berbeda, yakni Surabaya, Yogyakarta dan Jakarta. Saat di Ibukota itulah, ia mengambil jurusan Fakultas Hukum dan Ilmu Pengetahuan Kemasyarakatan Universitas Indonesia, yang kelak menjadi pintu gerbangnya menuju kesuksesan.

Mengawali karir sebagai hakim

Memulai karir pertama sebagai hakim [sumber gambar]
Setama kuliah pada 1985, Kartini memulai profesi pertamanya sebagai hakim muda di Pengadilan Istimewa Jakarta. Kesehariannya lebih banyak menangani kasus seperti pidana, perdata, dan kepailitan usaha. Pada saat menjalani pendidikan hukum di Jakarta, ia bertemu dengan sosok pria sekaligus rekannya, Djojo Muljadi SH. Keduanya pun akhirnya menikah dan dikaruniai 2 orang putera. Sayang, sang suami harus pulang selama-lamanya meninggalkan dirinya. Kartini yang merasa kehilangan, akhirnya berhenti menjadi hakim dan beralih pada profesi notaris.

Notaris menjadi gerbang suksesnya dalam mendirikan usaha

Jalankan profesi sebagai notaris [sumber gambar]
Karena menjadi tulang punggung keluarga, praktis Kartini kini harus berjuang ekstra menghidupi keluarga kecilnya. Profesi barunya sebagai notaris, ternyata membuahkan hasil yang spektakuler. Berbekal prestasi, pengalaman dan koneksinya, ia sukses menjadi seorang notaris profesional yang laris di perusahaan besar. Pada tahun 1990-an, ia memutuskan untuk mendirikan sebuah kantor konsultan miliknya sendiri dengan nama Muljadi & rekan. Karena banyak menangani perusahaan nasional, sedikit demi sedikit, penghasilannya ia gunakan sebagai modal berwirausaha.

Sukses dirikan usaha lewat anak-anaknya

Kartini Muljadi sukses berbisnis bersama anak-anaknya [sumber gambar]
Jaringan koneksi yang dimiliki oleh Kartini Muljadi, turut membantu anak-anaknya yang kemudian tumbuh menjadi pengusaha sukses. Seperti Richard Muljadi yang mendirikan perusahaan industri XINTAI – Well head & X – Mastree, Varel Drilling Bits, CORPRO SYSTEM Ltd. Coring services, Downhole Products, Handojo Muljadi pemilik Tempo Scan Group yang dibantu oleh Dian Muljadi, anak perempuannya. Keluarga besar ini saling bahu membahu dalam menyuburkan usahanya. Dilansir dari forbes.com, Kartini dan keluarga memiliki kekayaan sebesar $ 680 juta dan berada di posisi ke 44 dari daftar 2017 INDONESIA’S 50 RICHEST NET WORTH.

Sumbangsih yang tak ternilai untuk Indonesia

Kartini Muljadi berikan sumbangsih bagi Indonesia [sumber gambar]
Pada tahun 2004 silam, Kartini Muljadi menerima penghargaan Capital market Life Time Achievement Award dari Presiden Megawati. Ia dinilai berjasa membangkitkan kembali sektor keuangan, khususnya pada perkembangan kinerja pasar modal di Indonesia. Ia juga aktif pada kegiatan sosial lewat Yayasan Daya Bhakti Pendidikan Universitas Indonesia, yang bergerak di bidang kemanusiaan untuk membimbing calon-calon pemimpin bangsa.

Kehebatan Kartini Muljadi dalam membangun relasi dan kolega lewat kinerja yang profesional, menjadi poin utama yang bisa kita tiru. Hal ini sekaligus membuktikan bahwa, investasi ternyata tak melulu berbicara soal uang. Pertemanan dan hubungan yang baik, ternyata juga bisa mengantarkan kita pada kesuksesan yang sebenarnya.