Tingginya mobilitas warga Jakarta dalam aktivitas keseharian, memuat pemerintah DKI Jakarta melakukan terobosan dalam penyediaan transportasi. Salah satunya lewat program integrasi transportasi antarmoda yang bernama Jak Lingko. Tak hanya memberikan akses transportasi, tapi juga dilengkapi dengan fasilitas yang memberikan kenyamanan pada penumpang.

Dilansir dari merdeka.com, salah satu kelebihan angkutan umum ini adalah adanya pendingin udara alias AC yang jarang ditemui pada transportasi massal seperti angkot. Alhasil, masyarakat pun merasa nyaman saat bepergian. Tak sembarangan, penamaan Jak Lingko sendiri mempunyai arti dan filosofinya sendiri, yang menjadi motivasi untuk melayani kebutuhan transportasi massal di DKI Jakarta.

Nama Jak Lingko yang diambi dari kearifan lokal masyarakat Nusa Tenggara Timur (NTT)

Nama Lingko yang dipakai oleh Jak Lingko, diserap dari bahasa Manggarai, Nusa Tenggara Timur yang berhubungan dengan teknik pertanian. Dikutip dari megapolitan.kompas.com, Lingko yang merupakan kosakata baru dalam bahasa Indonesia tersebut, memiliki arti sebagai sistem terintegrasi seperti jejaring yang dulu digunakan untuk membangun distribusi air sawah di Manggarai.

Nama Jak Lingko yang diambil dari kearifan lokal tanah NTT [sumber gambar]
Penamaan Lingko ini sendiri, merupakan cerminan dari jejaring rute integrasi transportasi antarmoda di Jakarta. Di mana hal tersebut diibaratkan seperti jaring laba-laba yang saling terhubung satu sama lain. “Kami ingin gunakan kata lingko ini menjadi sistem transportasi terintegrasi. Bayangannya seperti jaring laba-laba. Jaring laba-laba itu bisa nyambung, dari rute mana pun bisa, dari titik mana pun ke titik mana pun dalam jaringan ini,” kata Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan.

Program integrasi transportasi antarmoda yang dulunya bernama OK Trip

Jak Lingko sendiri merupakan program dari OK Trip yang diubah penamaannya oleh pemerintah DKI Jakarta. Dengan adanya keputusan tersebut, nama lama tak lagi digunakan. Program OK Otrip sendiri mulai diperkenalkan pada masyarakat Jakarta ketika Anies Baswedan dan Sandiaga Uno berkampanye dalam Pilkada DKI 2017. Meski demikian program dan Jak Lingko tetap sama seperti saat masih bernama OK Trip.

Jak Lingko dulunya bernama OK Trip [sumber gambar]
Salah satunya adalah sistem pembayaran yang tetap menggunakan kartu OK Trip. Saat diterapkan pada 2018, OK Trip menjadi program yang bertujuan untuk memberikan kemudahan pada warga DKI Jakarta dalam mengakses transportasi. Dilansir dari laman megapolitan.kompas.com, program tersebut dianggap akan menurunkan biaya transportasi warga sebanyak 30 persen.

Dilengkapi fasilitas yang menguntungkan supir angkot dan penumpang

Keberadaan Jak Lingko sebagai wajah baru dalam penyediaan transportasi massal, nantinya bakal dilengkapi dengan sejumlah fasilitas yang menguntungkan. Baik bagi pengendara maupun penumpang. Dari sisi pengemudi, angkot- angkot yang bergabung dalam program integrasi antarmoda di Jakarta atau Jak Lingko secara bertahap akan dipasangi AC.

Menurut Ketua Organisasi Angkutan Darat (Organda) DKI Jakarta Shafruhan Sinungan yang dikutip dari laman megapolitan.kompas.com mengatakan, tempat duduk angkot yang telah dipasangi AC akan didesain menghadap ke depan dan bisa mengangkut maksimal tujuh penumpang. Selain angkot yang nyaman untuk penumpang, program Jak Lingko yang mengintegrasikan angkot dengan transjakarta, light rail transit (LRT) dan mass rapid transit (MRT), bakal semakin memudahkan mobilitas warga dalam hal transportasi.

BACA JUGA: Mengenal Mobil Anak Bangsa, Bus Listrik Ramah Lingkungan yang Bakal Melaju di Jalanan

Dengan beroperasinya Jak Lingko di jalanan ibu kota, masyarakat DKI Jakarta tentu mempunyai banyak opsi untuk memilih angkutan umum sesuai kebutuhannya. Dengan fasilitas dan jaringan transportasi yang saling terkoneksi, mudah-mudahan keberadaan Jak Lingko bisa menjadi solusi- tak hanya untuk menunjang mobilitas tapi juga menarik minat masyarakat untuk menggunakan kendaraan umum.