Baru-baru ini, kejadian OTT KPK terhadap para pejabat daerah yang nakal tengah marak di Tanah Air. Rata-rata dari mereka terciduk karena kasus suap menyuap maupun tindakan manipulatif lainnya yang berpotensi merugikan negara. Bahkan untuk mengungkap kebobrokan pejabat Indonesia, muncul sebuah situs Whistleblower yang bernama Indonesialeaks.

Bukan sembarang situs, website ini merupakan ruang bagi para pembocor informasi (Whistleblower) yang menyangkut skandal besar di kalangan pejabat pemerintah. Polanya mungkin mirip dengan Wikileaks milik Julian Assange, namun tidak sama persis. Tak kepalang tanggung, informasi yang didapatkan tergolong perkara berat seperti korupsi dan sebagainya. Seperti apa sepak terjang Indonesialeaks di Tanah Air?

Dibuat untuk mengungkap informasi tentang kasus korupsi

Situs Indonesialeaks [sumber gambar]
Mengungkap perkara korupsi yang menyeret nama pejabat tinggi, memang tergolong sebuah kasus yang tidak mudah. Untuk itulah, platform website indonesialeaks dibangun agar kejadian menilep uang negara bisa dilacak dengan mudah. Dilansir dari nasional.tempo.co, situs tersebut merupakan platform mandiri yang memungkinkan para informan publik melaporkan data dan dokumen terkait dengan kepentingan masyarakat secara anonim.

Menjadi wadah yang aman bagi para pembocor informasi yang sensitif

ssstttt, rahasia anda dijamin aman [sumber gambar]
Selama ini, para informan (whistleblower) kasus korupsi yang melibatkan pejabat tinggi negara, kerap merasa keberadaannya tidak aman dan terancam. Untuk itulah, Indonesialeaks hadir mewadahi mereka. Dilansir dari indonesialeaks.id, lama tersebut memfasilitasi publik yang ingin melaporkan informasi sensitif (korupsi, skandal, suap) yang melibatkan aparatur negara. Karena output yang dihasilkan bertumpu pada kualitas informasi dalam produk jurnalistik, semua laporan yang dikirim akan diverifikasi oleh jurnalis yang berpengalaman. Selain itu, jaminan keamanan bagi informan juga akan dibantu oleh Lembaga Bantuan Hukum Pers di Indonesia.

Teknologi indonesialeaks yang terkunci dengan aman

Ilustrasi teknologi kemanan canggih [sumber gambar]
Saat menjelajahi situsnya, indonesialeaks memberikan jaminan keamanan penuh terhadap informan beserta laporan yang diberikan. Menggunakan teknologi keamanan dan protokol perlindungan digital yang dirancang khusus. Selain itu, informan juga disarankan menggunakan browser Tor sebagai bentuk lapisan security tambahan. Sekedar informasi, Tor merupakan alat penjelajah yang mirip dengan Google Chrome dan Firefox pada internet. Bedanya, browser tersebut diklaim lebih aman dari sisi teknis dan kerap digunakan untuk menjelajah sisi terdalam yang paling berbahaya dari dunia maya (deep web).

Didukung oleh media jurnalistik yang terkemuka di Indonesia

Ilustrasi dukungan media jurnlistik [sumber gambar]
Website khusus untuk para informan berita sensitif itu tidak berdiri sendiri. Ada sejumlah media besar di belakang yang mendukung keberadaanya. Dilansir dari indonesialeaks.id, mereka adalah Tempo, CNN Indonesia, KBR, Bisnis Indonesia, independen.id, Jaring, suara.com, The Jakarta Post, Sindo Weekly, Liputan6. Sedangkan mitra platform ini adalah: Indonesia Corruption Watch (ICW), LBH Pers, change.org, Greenpeace, dan Auriga. Inisiator Indonesialeaks adalah AJI Indonesia, PPMN, Tempo Institute, dan Free Press Unlimited.

Kontroversi di sekitar situs Indonesialeaks

Ilustrasi kontroversi indonesialeaks [sumber gambar]
Dilansir dari antaranews.com, Indonesia Police Watch (IPW) bahkan menyuruh agar pihak kepolisian harus agresif dan cepat mengusut siapa pihak yang berdiri di belakang Indonesia Leaks dan motivasinya. Situs website yang menyediakan fasilitas bagi para informan (Whistleblower) tersebut, hanya menampilkan sejumlah logo media sebagai mitra dan inisiator. Belum lagi kasus Buku Merah yang mencatut nama Kapolri Tito Karnavian, membuat kontroversi Indonesia Leaks semakin mencuat ke permukaan.

Sejatinya, peran seorang informan sangat penting untuk melaporkan adanya penyalahgunaan wewenang di pemerintahan. Keberadaan situs Indonesia Leaks yang memfasilitasi para informan, merupakan jawaban atas masalah itu. Namun, alangkah bijaknya jika data yang diberikan dikaji dan diteliti terlebih dahulu secara mendalam. Bukan apa-apa, hal semacam ini dilakukan untuk menghindari fitnah, penyebaran hoax, dan menjatuhkan pihak lain. Gimana menurutmu Sahabat Boombastis?