Beberapa waktu belakangan, seorang pemuda keturunan Prancis menjadi viral lantaran keberhasilannya menembus seleksi ketat hingga diterima sebagai Taruna Akademi Militer (Akmil) Magelang. Dilansir dari Medcom.id, sosok taruna bernama Enzo Zenz Allie itu dinilai oleh Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto memenuhi syarat dan seleksi untuk menjadi prajurit TNI.

Saat melihat wajah Enzo yang kental dengan perawakan orang kulit putih Eropa pada umumnya, kita seakan teringat akan sosok Pierre Tendean, pahlawan Anumerta yang gugur pada peristiwa G30S/PKI pada 1965 yang juga berwajah bule. Meski telah diterima sebagai taruna Akmil, Enzo juga harus mengalami serangkaian perjalanan panjang di kehidupan masa lalunya.

Anak yatim yang pindah ke Indonesia setelah sang ayah meninggal dunia

Sebelum resmi menjadi WNI, Enzo harus mengalami perjalanan berliku di masa lalunya. Lahir di Prancis, ia menghabiskan masa pendidikan Sekolah Dasar (SD) di sana. Ayah Enzo, Jean Paul Francois Allie, merupakan warga negara Perancis. Darah Indonesia turun dari sang ibu yang merupakan orang Sunda asli. Enzo sendiri tinggal di daerah Normandia selama 10 tahun.

Enzo saat mengikuti tes di Akmil [sumber gambar]
Setelah sang ayah meninggal dunia pada 2012, ia dibawa oleh sang ibu pulang ke Indonesia. Setibanya di tanah air, Enzo meneruskan pendidikannya di jenjang Sekolah Menengah Pertama (SMP) dan dilanjutkan di sebuah pesantren di daerah Serang, Banten. Dengana latar belakang pendidikan santri yang pernah ditempuhnya, Enzo pun mahir mengaji dan ilmu agama.

Lolos menjadi taruna Akmil dengan hasil yang membanggakan

Mewarisi wajah khas Prancis dari sang ayah, sosok Enzo sempat menjadi sorotan saat mendaftar sebagai taruna Akmil. Meski demikian, ia telah mengantongi syarat karena telah resmi menjadi WNI. “Statusnya WNI karena mulai dari pendaftaran persyaratannya (berstatus WNI) itu jadi diterima. Dari persyaratan saja masuk ke militer harus WNI, kita berbicara masalah persyaratan,” ungkap Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto yang dikutip dari Medcom.id.

Dinyatakan lulus menjadi calon taruna Akmil [sumber gambar]
Tak hanya itu, Enzo juga termasuk unggul dalam tes kemampuan jasmani. Hasil tes fisik atau kesamaptaannya memperlihatkan, pemuda 18 tahun itu sanggup berlari sejauh 3.000 meter selama 12 menit. Lalu pull up 19 kali, sit up 50 kali, push up 50 kali dalam waktu 60 detik dan renang 50 meter dalam waktu 1 menit. Tak salah bila dalam video dialognya dengan ungkap Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto, ia mengungkapkan ingin menjadi infanteri komando (Kopassus).

Kuasai empat bahasa asing dan sempat berdialog dengan Panglima TNI

Saat pantukhir pusat, Enzo tampak diajak berdialog dengan menggunakan bahasa Prancis oleh Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto. Pembicaraannya seputar asal-usul singkat Enzo, riwayat dirinya hingga makanan khas negaranya yang menjadi favoritnya. Dalam video juga terlihat, bagaimana Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto juga sangat fasih berbahasa Prancis.

Setelah melalui proses panjang dan melelahkan, Enzo dinyatakan lulus menjadi Taruna Akmil, Magelang, Jumat, 2 Agustus 2019. Saat ini ia ersama rekan satu angkatannya akan mengikuti pendidikan Candradimuka mulai 6 Agustus-30 Oktober 2019 di Akmil. Kemudian, pendidikan lanjutan untuk para Taruna Akademi TNI baik matra darat, laut dan udara, hingga berpangkat Kopral Taruna.

BACA JUGA: Kisah Pierre Tendean, Sang Kapten yang Salah Tangkap

Menurut Komandan Jenderal Akademi TNI Laksdya TNI Aan Kurnia, Enzo bukanlah yang pertama kali menjadi warga keturunan yang menjadi taruna. Ada sosok Komandan Korps Marinir (Dankormar) di Angkatan Laut yang merupakan WNI keturunan Belanda. Kini, Enzo telah berhasil menjadi seorang calon taruna. Ke depannya, mudah-mudahan ia diberi kemudahan untuk menjadi perwira yang berprestasi dan berdedikasi pada NKRI.