Bandara Internasional Kertajati yang telah selesai dibangun, diharapkan dapat menjadi tulang punggung ekonomi sekaligus menjadi kebanggaan warga Indonesia, warga Jawa Barat dan warga Majalengka. Dilansir dari tirto.id, nilai investasi untuk pembangunannya ditaksir sebesar Rp4,8 triliun. Tentu saja, ada tugas berat yang menanti di depan agar keberadaannya bisa memberikan pelayanan yang maksimal bagi masyarakat.

Berdasarkan penelusuran dari merdeka.com, bandara tersebut tampak lengang tanpa adanya aktivitas penumpang lalu lalang. Meski demikian, hal itu tak menyurutkan langkah pengelola untuk memfokuskan bandar udara tersebut menjadi salah satu daya tarik ekonomis di Indonesia. Khususnya di daerah Jawa Barat. Seperti apa sosok Bandara Kertajati tersebut? Simak ulasan berikut ini.

Menjadi bandara terbesar kedua setelah Soekarno-Hatta

Menjadi Bandara terbesar setelah Soekarno-Hatta [sumber gambar]
Pada tahap pertama pembangunan, Bandara Kertajati diproyeksikan bakal menampung kurang lebih 5,6 juta penumpang. Sumber dari liputan6.com menulis, keberadaan bandar udara baru ini termasuk yang terbesar kedua di Indonesia setelah Bandara Soetta. Pada saat selesai dibangun, Bandara Kertajati yang dibangun di atas lahan seluas 1.800 ha akan memiliki memiliki landas pacu atau runway berukuran 2.500 x 60 meter dan akan diperpanjang menjadi 3.000 x 60 meter.

Pembangunan bandara dilanjutkan oleh pemerintahan Jokowi

Bandara Kertajati diresmikan di era kepresidenan Joko Widodo [sumber gambar]
Dilansir dari tirto.id, pemerintah pusat juga memiliki andil di balik pembangunan Bandara Kertajati meski diinisiasi oleh Pemprov Jabar. Sistem pendanaannya pun berasal dari APBN, terutama untuk pekerjaan sisi udara, seperti landas pacu, tempat parkir pesawat dan lainnya. Dikutip dari politiktoday.com, Bandara ini sejatinya telah ada sejak 2003 di era kepresidenan Megawati yang sayangnya mangkrak tak terurus. Hingga pada 2014 silam, Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY), menargetkan pembangunan bandara internasional Kertajati, Majalengka, selesai pada 2018. Alhasil, pemerintahan Jokowi yang menjadi terminal akhir sekaligus membuka peresmian Bandara baru ini.

Bakal terkoneksi dengan moda transportasi lain

Bandara Kertajati bakal terhubung dengan moda transportasi lain [sumber gambar]
Sebagai terminal udara terbesar kedua, Bandara Kertajati juga bakal diintegrasikan dengan berbagai moda transportasi termasuk kereta api. Senada dengan Bandar udara Soekarno-Hatta. Dalam tulisannya, liputan6.com mengatakan bahwa Bandara Kertajati akan dilengkapi dengan jalur kereta bandara untuk menarik minat dan mempersingkat waktu penumpang dari Jakarta maupun Bandung. Harapannya, tentu saja efektivitas dan efisiensi transportasi masyarakat akan terpenuhi.

Terminal udara yang masih sepi peminat

Salah satu sudut Bandara Kertajati yang masih lengang [sumber gambar]
Sayang, meski telah diresmikan beberapa waktu lalu, Bandara Kertajati yang digadang-gadang bisa seramai terminal udara lainnya ternyata masih belum memenuhi target tersebut. Dilansir dari economy.okezone.com, bandara ini sejatinya sudah mulai beroperasi dan melayani penerbangan komersil pada bulan Juni 2018 yang lalu. Hal ini juga sempat ditelusuri oleh merdeka.com, di mana keadaan bandara pada saat itu terlihat lengang dan hanya sedikit aktifitas yang terjadi.

Tanggapan tokoh nasional tentang sepinya Bandara Kertajati

Infrastruktur minim jadi kendala bagi operasional Bandara Kertajati [sumber gambar]
Sepinya Bandara Kertajati dari penumpang, juga turut memancing tanggapan dari berbagai pejabat publik tanah air. Menurut pengakuan Ridwan Kamil yang dilansir dari economy.okezone.com, operasional Bandara Kertajati di Majalengka belum optimal karena adanya masalah dari pemegang saham. Selain itu, Direktur Bandar Udara Kementerian Perhubungan Polana B Pramesti juga menilai, operasional penerbangan di bandara tersebut masih sangat minim karena tak ada infrastruktur penunjang seperti hotel, jalan tol yang tersambung hingga komersial area.

Proyek apapun yang dikerjakan, pasti akan mengalami berbagai kendalanya masing-masing. Untuk itu, penulis berharap agar Bandara Kertajati bisa dipromosikan lebih luas agar target yang ada, bisa segera tercapai. Selain itu, manfaat lainnya adalah Bandara ini bisa mengurai kepadatan penumpang yang kerap menumpuk di terminal udara Soekarno-Hatta jika memang telah ramai digunakan. Semoga saja ya Sahabat Boombastis.