Negara Venezuela berada dalam titik ternedahnya. Negara yang dulunya kaya minyak tersebut kini babak belur dan sangat miskin. Kemiskinan yang melanda ini disebabkan oleh beberapa hal, salah satu di antaranya adalah karena minyak yang banyak ternyata dikelola dengan cara yang salah.

Negara ini pada akhirnya berhutang pada Rusia dan China. Hal tersebut nyatanya menambah susah rakyatnya. Venezuela mengalami inflasi besar-besaran, uang tak ada harganya. Mereka yang miskin makan dengan mengambil makanan sisa yang dipungut dari kotak sampah. Kemiskinan tak hanya berdampak pada warga negaranya saja, tetapi juga mengancam beberapa industri.

Penduduk Venezuela beramai-ramai meninggalkan negara mereka

Penduduk Venezuela tinggalkan negaranya [Sumber gambar]

Krisis yang melanda membuat penduduk Venezuela tak tahan berada di negara mereka sendiri. Mereka berbondong-bondong melakukan eksodus besar- besaran ke negara lain. Hal ini sebenarnya telah terjadi sejak 2015 lalu. Sebanyak kurang lebih 12 juta penduduk Venezuela hijrah ke negara lain seperti Kolombia, Peru, Vrazil, dan Ekuador. Mereka sama sekali tak takut dan mendobrak aturan dengan masuk melalui penyeberangan yang tidak dijaga (jalur illegal). Melansir cnnindonesia.com, hingga saat ini, Kolombia sudah menampung penduduk Venezuela sekitar 1 juta orang. Hal ini akan terus berlanjut dan diprediksi mencapai angka 4 juta di tahun 2021 nanti.

Tercerai berai dan terpisah dari keluarga

Salah satu penduduk yang terpisah dari keluarganya [Sumber gambar]
Hal yang sangat menyedihkan tentu berpisah dari orang-orang yang dicintai. Hal inilah yang sedang terjadi di Venezuela. Kemiskinan yang dirasakan negara mereka membuat orang pelan-pelan pergi dari negaranya. María Teresa Jiménez, seorang nenek berusia 85 tahun menceritakan kepedihan yang ia rasakan. Sebagai seorang pensiunan penjahit dan punya Sembilan anak, ia menyaksikan satu persatu buah hati dan cucunya meninggalkan Venezuela dan bermigrasi ke negara lain untuk mendapatkan kehidupan yang lebih layak. Kejadian seperti ini tak hanya dirasakan oleh María, tetapi juga banyak orang lain yang sudah berpisah dan tercerai berai dengan keluarganya.

Banyak properti mewah menjadi rumah hantu

Bangunan dan apartemen kosong [Sumber gambar]
Belasan juta jiwa yang mencari penghidupan di negara lain membuat Venezuela sepi dan tampak seperti kota mati. Ada banyak sekali bangunan yang ditinggalkan oleh penduduknya dan kosong hingga saat ini. Salah satu yang membagikan kisahnya adalah Francisco Rojas dan istrinya Elena. Keduanya terpaksa meninggalkan rumah mewah mereka yang mereka beli US$100.000 (Rp 1,45 miliar). Keduanya memang tidak menjualnya karena uang yang didapatkan tidak akan membantu banyak. Mereka memutuskan pindah ke Ekuador karena Elena mendapatkan pekerjaan yang gajinya sangat tinggi. Satu bulan saja bekerja tetap masih besar dibanding bekerja selama 4 tahun di Caracas, Venezuela. Tak hanya rumah Elena, apartemen, blok dan bangunan yang masih bagus ditinggalkan begitu saja hingga menyerupai rumah hantu.

Imbasnya pada supply minyak dan produk lain

Harga yang luar biasa tinggi [Sumber gambar]
Kondisi Venezuela tak hanya dirasakan oleh orang yang ada di dalam negara tersebut saja, tetapi juga industri yang berkembang di sana. Seperti dilansir kompas, Venezuela mempengaruhi gravitasi ekonomi dan memiliki dampak yang sangat besar. Karena seperti yang diketahui, Venezuela adalah anggota Organisasi Negara-negara Pengekspor Minyak ( OPEC) dan salah satu produsen minyak terbesar di dunia. Miskinnya Venezuela ditakutkan mengancam industri minyak dunia. Selain itu, satu persatu produksi makanan dan minuman angkat kaki dari negara ini, Coca-Cola misalnya.  Tak hanya itu, pemerintah setempat tak mampu membayar impor kebutuhan dasar penduduk seperti gula mentah, susu, telur dan tepung, bahkan obat-obatan. Demi menghemat daya listrik, pegawai pemerintah hanya bekerja dua hari saja dalam satu pekan. Mengkhawatirkan sekali bukan?

BACA JUGA: 5 Potret Mirisnya Bertahan Hidup di Negara Venezuela, Jangan Sampai Indonesia Seperti Ini!

Kemiskinan Venezuela ini tak hanya berdampak pada minggatnya penduduknya saja. Hal tersebut juga mengancam industri minyak, proses impor-ekspor ke luar negeri, serta semua makhluk hidup yang ada di dalamnya. Maka sepatutnya kita yang tinggal di Indonesia masih bersyukur karena punya SDA melimpah. Tetapi jangan pula hal tersebut membuat kita terlena ya, Sahabat.