in

Bapak dan Anak Tewas Terpanggang, Begini Cara Selamatkan Diri dari Si Jago Merah

Peristiwa kebakaran kini menimpa lapak pedagang dan rumah-rumah yang berada di Jalan Raya Cakung Cilincing, Jakarta Timur pada 23 Juli 2018 kemarin. Kebakaran tersebut sudah menghabiskan beberapa rumah sampai menjadi butiran debu. Bahkan, ada juga bapak dan anak yang terpanggang di dalam rumah. Diduga keduanya tidak bisa menyelamatkan diri lantaran api sudah mengepung tempat tinggalnya.

Kebakaran yang menelan korban jiwa sudah banyak terjadi di mana-mana. Ada dua kemungkinan mengapa si korban tidak bisa ke luar rumah. Pertama karena ia sedang tidur sehingga tidak mengetahui api telah membakar rumahnya. Lalu yang kedua adalah orang tersebut panik dan terlalu takut untuk mencari jalan ke luar, jadi mau tak mau ia mendekam di dalam rumah. Nah, untuk poin kedua, Boombastis akan membahas bagaimana cara supaya kita bisa menyelamatkan diri dari kebakaran. Simak terus ulasan di bawah ini.

Jika melihat kobaran api, lakukan hal ini

Ilustrasi rumah terbakar [Sumber Gambar]
Apabila kalian melihat ada api besar berada di luar atau dalam rumah, cepatlah bergerak dan membawa keluarga ke luar rumah. Hindari membawa ponsel atau barang lainnya yang dapat menghambat pergerakan kalian. Alasannya karena yang terpenting saat ini adalah nyawa kalian dan keluarga. Jika kebakaran ini terjadi di malam hari, teriaklah sekencang-kencangnya untuk membangunkan keluarga supaya bisa segera menyelamatkan diri dari kobaran api. Tapi teriaknya yang benar, jangan ngomong sahur-sahur.

Sebelum ke luar dari kamar, cek dulu keadaan pintu

Ilustrasi cek keadaan pintu [Sumber Gambar]

Nah, sebelum ke luar lihat dulu keadaan pintu ya. Cek dulu pegangan pintu dengan punggung tangan apakah panas atau tidak. Jika tidak, kalian bisa keluar menggunakan pintu tersebut. Lalu jika ada asap dari sela atau ventilasi pintu, sebaiknya kalian tidak mendekatinya. Bukan karena ada hantu, tapi asapnya beracun sehingga bisa membuat pernapasan terganggu. Selain itu, sudah bisa dipastikan kalau di balik pintu telah ada api yang menghadang. Jika mengalami hal tersebut, kalian sebaiknya mencari jendela untuk jalan ke luar.

Kalau tak ada jendela, lakukan ini

Merangkak untuk mencari jalan ke luar [Sumber Gambar]
Jika di ruangan tidak ada jendela, maka kalian mau tak mau melewati pintu tersebut. Lalu sebelum membukanya, sebaiknya menggunakan lap atau sapu tangan untuk melindungi tangan dari panasnya pegangan pintu. Kalau sudah, tutuplah hidung dengan menggunakan baju lalu merangkaklah menuju pintu ke luar. Memang lari bisa membuat kita lebih cepat untuk bergerak, tapi ditakutkan dapat menyenggol barang-barang yang sudah terbakar sehingga mengenai tubuh.

Apabila baju terbakar, jangan panik apalagi berdiri

Berguling untuk menghilangkan api di baju [Sumber Gambar]
Kalau kalian tidak sengaja menyenggol api dan membakar pakaian yang digunakan, cepat jatuhkan diri ke lantai dan berguling-gulinglah. Lalu jangan lupa menutup hidung dan mulut supaya tidak menghirup asap dari si jago merah. Lakukan dengan benar, jangan sambil main-main. Ini situasi darurat, bukan waktunya untuk bercanda. Jika api sudah menghilang, merangkaklah kembali dan cari jalan ke luar yang paling dekat ya. Jangan yang jauh, karena kamu bukan untuk ketemu mantan.

Ini yang dilakukan jika ke luar melalui jendela

Kibarkan kain jika ke luar melalui jendela [Sumber Gambar]
Untuk yang hanya bisa ke luar melalui jendela, diharap tenang. Buka jendela terlebih dahulu lalu teriaklah sekencang-kencangnya supaya ada orang, tetangga atau mantan mendengar suara kalian. Nah, selain itu kalian juga bisa mengambil kain berukuran besar lalu mengibarkannya ke luar jendela. Ini semua dilakukan supaya ada yang melihat lalu menyelamatkan kalian. Eits.. tapi tindakan tersebut hanya dilakukan khusus orang yang terjebak di lantai dua ya. Kalau lantai satu mah jinjit aja sudah bisa ke luar dari rumah.

Jika sudah keluar rumah, lakukan tindakan ini

Hubungi petugas damkar jika ada keluarga yang masih terjebak [Sumber Gambar]
Ketika kalian sudah di luar rumah, jangan langsung senang dulu Sahabat Boombastis. Hitung dulu apakah anggota keluarga kalian sudah lengkap apa belum. Apabila masih ada yang tertinggal di dalam rumah, coba perhatikan keadaan apakah kondisi api bisa untuk dilewati. Jika bisa, kalian dapat menyelamatkannya sendiri atau meminta bantuan kepada tetangga yang sekiranya bisa mengeluarkan keluargamu dari rumah. Kalau tidak, kalian langsung meminta bantuan kepada petugas pemadam kebakaran.

Itu tadi adalah cara-cara untuk menyelamatkan diri dari kobaran api. Memang sih kalau dipikir-pikir kondisi saat kebakaran tidak bisa diprediksi. Namun langkah-langkah di atas bisa kalian lakukan untuk memperkecil risiko terjadinya hal-hal yang tak diinginkan Sahabat Boombastis. Untuk itu, supaya rumah kalian tidak dilalap si jago merah, usahakan untuk memeriksa secara berkala kondisi listrik. Lalu tak lupa kalian juga sebaiknya mengecek keadaan dari tabung gas. Sebab, kedua benda tersebut merupakan sumber utama dari terjadinya kebakaran.

Written by Firdha

Firdha Rahma, dilahirkan di Kota Malang tanggal 5 Agustus 1994. Ia tergabung di Boombastis.com sejak bulan Desember 2017. Perempuan bermata sipit ini suka sekali warna merah dan hewan yang bernama kucing. Dia mempunyai hobi menonton film segala genre, menulis dan baca-baca artikel tentang teknologi ponsel yang terbaru.
Punya hobi menulis sejak SMK, tapi belum begitu aktif di dunia blog. Nah, karena kuliah ada sedikit waktu senggang jadi kegiatan menulis bisa diterapkan kembali ke dalam blog. Blognya berisi tentang travelling, kuliner dan review film.

Leave a Reply

Mengulik 4 Fakta Unik di Balik Lagu Bunda Maia feat Tata Janeeta yang berjudul ‘Sang Penggoda’

5 Teladan Hidup yang Bisa Diambil Dari Kesuksesan Gojek Saat Merambah Asia Tenggara