Petir atau kilat yang menyambar memang menjadi ancaman tersendiri bagi makhluk hidup di bumi. Seperti yang terjadi baru-baru ini, seorang pria penggembala bersama 19 ekor ternak kerbau tewas seketika akibat sambaran petir. Peristiwa nahas itu terjadi di Dusun II, Desa Urutan, Kecamatan Andam Dewi, Tapanuli Tengah. Tak ada yang menyangka, jika kekuatan petir tersebut begitu dahsyatnya hingga mencabut nyawa dalam hitungan detik.

Lesatan kilat bermuatan listrik bertegangan tinggi memang berbahaya bagi tubuh manusia. Manusia sendiri mampu menoleransi kekuatan listrik dari luar tubuhnya paling besar hanya 20 miliampere. Lebih dari jumlah tersebut, bisa dipastikan akan out seketika. Sementara untuk petir sendiri, memiliki kekuatan yang bisa menghasilkan tegangan mencapai 26.000 ampere. Lantas, seperti apa cara petir menyambar makhluk hidup? Simak keterangan berikut yang dikutip dari National Weather Service.

Sambaran secara langsung

Paling sering terjadi, sambaran secara langsung paling banyak dialami oleh korban. Terutama mereka yang posisinya berada di area terbuka. Pada sebagian besar serangan langsung, sebagian dari arus bergerak bersama dan tepat di atas permukaan kulit (disebut flashover) dan sebagian arus mengalir melalui tubuh – biasanya melalui sistem kardiovaskular dan / atau saraf. Alhasil, panas yang dihasilkan ketika petir bergerak di atas kulit dapat menghasilkan luka bakar pada tubuh.

Melalu side flash

Side flash (juga disebut side splash), terjadi ketika petir menyerang benda yang lebih tinggi di dekat korban dan sebagian arus melompat dari objek yang lebih tinggi. Hal ini paling sering dialami oleh mereka yang sering berlindung di bawah pohon untuk menghindari hujan, di mana petir juga saling menyambar dalam waktu bersamaan. Tak hanya meyambar benda atau obyek yang tinggi, mereka yang di bawah juga bakal ikutan tersambar.

Merambat melalui peristiwa konduksi pada tanah

Sambaran dengan cara merambat ini dikenal luas sebagai arus tanah, di mana sebagian besar energi dari hantaman petir bergerak keluar sepanjang permukaan tanah. Tak dipungkiri, sambaran tipe inilah yang paling banyak memakan korban, utamanya hewan ternak. Hal ini dikarenakan hewan ternak seperti sapi atau kerbau, memiliki rentang tubuh yang relatif besar. Alhasil arus tanah dari sambaran petir di dekatnya sering berakibat fatal bagi ternak.

Penghantaran permukaan

Meski logam tidak menarik petir, tapi efek hantamannya pada benda tersebut bisa berakibat fatal pada makhluk hidup. Tak pandang bulu, sambaran model ini bisa mencari korbannya di luar maupun di dalam ruangan. Siapa pun yang bersentuhan ke kabel logam, pipa ledeng, atau permukaan logam sangat berisiko terkena sengatan petir. Hal ini mencakup benda apa pun yang terhubung, seperti colokan listrik, keran air dan pancuran, telepon kabel, dan jendela dan pintu.

Lewat cara streamer

Meski bukan menjadi hal umum sebagai penyebab kematian, sambaran dengan cara streamer juga bisa melukai obyek yang terkena. Sederhananya, streamer adalah mekanisme penghantaran lewat jalur khusus yang terbentuk di atmosfer. Saat menyambar, petir selah ‘terbelah’ menjadi dua dan menghantam target yang berbeda secara bersamaan.

BACA JUGA: 7 Kisah Tersambar Petir Paling ‘Apes’ di Dunia

Fenomena alam seperti sambaran petir, kedatangannya memang tidak bisa diprediksi secara akurat. Berlindung dengan cara menghindari bangunan tinggi dan menghindari tempat yang terbuka, adalah cara utama yang paling efektif agar tidak tersambar petir. Namun yang terpenting, adalah berdoa kepada Tuhan agar saat hujan tiba, petir enggan menyambar diri kita.