Asian Games tinggal menyisakan beberapa minggu lagi untuk di helat di tanah air. Sebagai sebuah kompetisi multi event olahraga besar di Asia, turnamen ini menyimpan banyak hal besar untuk pemenangnya. Mulai gengsi dan sebuah harga diri bangsa yang dipertaruhkan. Tak ayal berkat hal tersebut kontestan yang mengikutinya melakukan persiapan dengan sangat baik. Termasuk Indonesia yang tahun ini menargetkan bisa masuk dalam 10 besar Asia Games 2018.

Untuk mewujudkan hal tersebut beberapa cabang olahraga (cabor) dipersiapkan dengan matang. Di tengah perburuan prestasi tertinggi tersebut, cabor sepak bola ternyata bukan menjadi unggulan meraih emas di ajang ini. Kendati simpan potensi, tapi tetap olahraga ini buka prioritas. Lalu cabor mana saja yang paling berpotensi sumbang juara? Mari simak ulasannya berikut ini.

Bulu tangkis menjadi cabor langganan emas di event internasional

Bulu tangkis [Sumber Gambar]
Sebagai sebuah cabor yang kerap di daftarkan Indonesia di kejuaraan multi event olahraga dunia. Bulu tangkis memang bisa dikatakan memiliki prestasi jarang mengecewakan. Dari berbagai kejuaraan internasional satu atau dua emas hampir pasti disumbangkan oleh bulu tangkis. Untuk Asia Games 2018 ini, cabor ini juga berpotensi mengulangi kesuksesan beberapa event lalu. Hal ini lantaran melihat komposisi pemain yang berisikan deretan nama hebat. Seperti salah satunya adalah Marcus Fernaldi Gideon/Kevin Sanjaya Sukamulyo.

Dalam sejarahnya panahan cabor yang kerap sumbang emas

Aksi atlet panahan membidik sasaran [Sumber Gambar]
Selain bulu tangkis, panahan juga menjadi cabor yang banyak diprediksi bisa sumbang emas di Asian Games nanti. Hal ini berkaca kiprah atletnya selama ini yang konsisten berikan terbaik untuk merah putih. Bahkan dalam sejarahnya panahan menjadi olahraga pertama yang mampu meraih emas di olimpiade. Berbekal hal itu dan raihan bagus lewat 6 medali di SEA Games 2017, agaknya tak salah apabila memasukkan cabor ini ke dalam kategori olahraga yang berpotensi mendapatkan emas di Asian Games 2018.

Atletik hampir selalu menjadi kekuatan Indonesia di kompetisi olahraga

Mario Londa salah satu atlet cabang atletik [Sumber Gambar]
Berkaca dari prestasi yang dicatatkan Lalu Muhammad Zohri. Cabor ini juga bisa dikatakan memiliki potensi meraih emas di Asian Games 2018. Kendati tidak mudah, namun melihat potensi atletnya sangat dimungkinkan hal tersebut bisa saja terwujud. Apalagi di cabang ini juga ada Mario Londa yang merupakan juara bertahan lompat jauh di kejuaraan Asian Games Incheon 2014 lalu. Atletik sendiri untuk Asian Games 2018 hanya ditargetkan satu medali emas saja. Angka yang sangat mungkin dicapai targetnya.

Olahraga warisan leluhur, pencak silat kerap hadirkan emas

atlet Indonesia beraksi di cabor Penack silat [Sumber Gambar]
Berbicara mengenai pencak silat, tahun ini akan menjadi debut pertama olahraga tersebut dimainkan di Asian Games. Meski tergolong baru, namun bagi Indonesia merupakan lama lantaran warisan leluhur. Berkat hal tersebut, seperti mengutip dari Tempo.com pencak silat diharapkan menjadi lumbung emas untuk Tim Merah Putih. Bila melihat kiprahnya di SEA Games 2017 dengan dua emas. Sangat dimungkinkan pencak silat akan menjadi cabor yang bisa memberikan emas untuk Indonesia.

Angkat besi juga merupakan andalan Indonesia mendulang emas

Aksi atlet angkat besi Indonesia [Sumber Gambar]
Selain beberapa cabor tadi, angkat besi juga memiliki potensi besar dapat menyumbangkan emas untuk Indonesia. Prediksi ini bisa terjadi lantaran melihat kiprah atlet di olahraga ini yang berlaga olimpiade Rio 2016. Ketika itu diwakili oleh Eko Yuli Irwan, angkat besi sukses sumbangkan perak untuk Indonesia. Hasil yang juga sedikit mengobati kegagalan di ajang multi event olahraga dunia tersebut. Kepercayaan itu kini semakin tinggi dengan hadirnya atlet angkat besi potensial macam, Deni, Triayatno dan Sri Wahyuni.

Cabor-cabor ini adalah sebagai kecil saja yang berpotensi sumbang emas untuk Indonesia. Selain mereka ada olahraga, Taekwondo, Wushu, Panjat Tebing, Balap Sepeda dan beberapa lainnya. Untuk menjadi juara pastinya bukan perkara mudah, namun melihat status tuan rumah dan kesiapan atlet rasanya menggondol emas tetap berpulang untuk dilakukan oleh atlet tanah air. Mari bersama kita dukung dan doa kan agar mereka mampu mengharumkan nama bangsa.