Dalam Alquran sudah disebutkan bahwa manusia itu adalah makhluk paling sempurna yang sudah diciptakan oleh Allah. Mereka punya akal sehat untuk berfikir dan melakukan berbagai aktivitas yang tidak bisa dilakukan oleh makhluk lain. Tapi di antara kesempurnaan tersebut, ada mereka yang terlahir dengan kondisi ‘kurang’ –jika dilihat dari pandangan manusia.

Ketika kita melihat Naja, salah satu peserta Hafiz Indonesia asal Mataram (NTB), mungkin kita juga akan sepakat jika bocah lelaki tersebut memang berbeda dari yang lain karena kekurangan fisiknya. Namun, ajaibnya, Naja bisa menghafal Alquran dengan sangat fasih, lancar, dan sangat detail. Berikut kisahnya yang berhasil Boombastis.com rangkum.

Ikut sebagai peserta Hafiz Indonesia musim ke 7

Hafiz Indonesia adalah salah satu program unggulan yang tayang di stasiun RCTI ketika bulan Ramadan. Program ini menampilkan anak-anak yang hafal Alquran dari berbagai penjuru Indonesia. Tahun ini adalah musim ke 7 Hafiz Indonesia menampilkan jawara cilik yang mahir membaca, menghafalkan serta mencintai Alquran. Selain Abi Amir dan Kak Nabila, ada wajah juri baru yang ikut menjadi juri, yakni Habib Nabil Al-Musawwa.

Hafiz Indonesia 2019 [Sumber gambar]
Nah, Naja (9) adalah salah satu dari banyak peserta yang ikut berkopetisi di musim kali ini. Meski ini duduk di kursi roda, ia berusaha semaksimal mungkin tampil di panggung dan bisa membaca ayat demi ayat dengan baik dan benar. Naja ini termasuk istimewa loh Sahabat, karena ia menderita lumpuh otak secara fisik, tapi sudah mulai menghafalkan Alquran dari usianya 3,5 tahun.

Naja divonis dokter lumpuh otak (Cerebral palsy) sejak lahir

Menurut pengakuan sang ibu ketika hadir mendampingi Naja, anak lelakinya itu menderita Cerebral palsy, atau dalam Bahasa Indonesia berarti lumpuh otak (saraf motorik untuk menggerakkan anggota tubuhnya rusak). Naja memang lahir premature, gejala penyakit tersebut sendiri tidak langsung diketahui oleh orangtuanya.

Sang ibu mulai khawatir saat usia Naja memasuki 6 bulan, karena tidak seperti bayi lain, ia hanya telentang saja. setelah dibawa ke rumah sakit, dokter awalnya mengatakan wajar karena Naja yang lahir premature. Namun, lama-kelamaan kedua orangtuanya baru mengetahui jika Naja lahir dengan lumpuh otak.

Menghafalkan Alquran sembari terapi

Meski perkembangan fisiknya terganggu, bocah bernama lengkap Muhammad Naja Hudia Afifurrohman ini tak menyerah. Ia mengatakan jika ia mulai menghafal sejak usia 3,5 tahun hingga usianya 9 tahun sekarang. Proses tersebut juga sambil disambi dengan terapi, menurut pengakuan sang ibu, Dahlia Andayani. Istimewanya, di usia sekarang, Naja sudah menuntaskan 30 juz hafalannya.

Tidak hanya bisa membaca ayat, tetapi juga tahu letak halaman, ayat pertama dan terakhir di halaman tersebut, serta juz dan surat apa. Kemampuan tersebut belum tentu bisa dimiliki oleh mereka yang lahir secara normal. Padahal Naja sendiri lumpuh otak, tapi daya ingatnya terhadap Alquran luar biasa sekali ya. “Saya juga sebagai ibunya tidak pernah menyangka, kok dia sebegitu cepatnya menghafal alqur’an dan yang membuat saya kagum itu dia hafal sampai halaman-halamannya, padahal saya tidak pernah mengajarinya,” begitulah ucapan ibunya saat berbicang dengan Irfan Hakim.

Belajar dari seorang Naja

Aneh, kagum, terharu, dan malu bercampur menjadi satu. Perasaan ini juga yang menghinggapi penulis saat menulis artikel ini. Bagaimana bisa kita yang bisa berlari, berjalan sesuka hati, berbicara dengan lancar, dan melakukan segala sesuatu tanpa butuh bantuan orang lain, kalah dengan Naja yang lumpuh otak. Dengan segala keterbatasannya, anak kecil yang belum genap 10 tahun itu bersungguh-sungguh mendalami kita suci Alquran dan menyelesaikannya lengkap dengan detail ayat dan halaman. Sedangkan kita? Membaca saja mungkin kadang suka lalai bukan?

Ada banyak pelajaran yang bisa kita pelajari dari seorang Naja ini. Pertama, bagaimanapun keadaanmu, jika mau bersungguh-sungguh Allah pasti akan memberikan jalan. Kedua, setiap orang punya kelebihan masing-masing, jangan hanya fokus pada kekurangan tapi beralihlah pada hal apa yang bisa kamu lakukan dan berikan dengan kelebihan yang kamu punya.

BACA JUGA: Walau Punya Banyak Keterbatasan, Inilah Sosok Ajaib yang Sukses Menghafalkan Al-Quran

Semoga kisah Naja ini menjadi self-reminder untuk kita semua agar selalu dan bisa berbuat baik kepada sesama, bersyukur atas apa yang sudah Tuhan berikan, serta tidak memandang rendah orang lain yang lebih ‘kurang’ dari kita. Kalau Allah mau memberikan ia keistimewaan, apapun kondisinya, tetap akan diberikan pula, seperti Naja ini, guys.