Fakta Mencengangkan Bisnis Asusila yang Pernah Mengguncang Kota Batavia

oleh Adi Nugroho
10:00 AM on Feb 6, 2017

Menyebut prostitusi sebagai bisnis paling tua dan masih eksis hingga sekarang tidaklah salah. Sejak puluhan hingga ratusan tahun, aktivitas ini terus berkembang pesat. Di kota seperti Jakarta, bisnis ini terus berkembang bahkan sejak masih bernama Batavia dan dikuasai oleh VOC.

Batavia adalah sebuah kota yang didirikan oleh Gubernur Jenderal Belanda bernama J.P. Coen. Setelah didirikan kawasan ini menjadi berkembang dan dijadikan kawasan paling penting oleh Hindia Belanda. Segala aktivitas perdagangan diadakan di sana sehingga kota ini memiliki banyak warga Belanda ketimbang daerah lain.

Baca Juga
10 Ilustrasi Ini Bikin ‘Kids Zaman Now’ Sadar Bahwa Perbuatannya Sungguh Merugikan
5 Daerah di Indonesia Ini Berhasil Cetak Wanita Cantik dan Berpendidikan Tinggi, Jomblo Masuk

Banyak warga Belanda di kawasan ini terutama yang jauh dari istri membuat mereka harus menahan kebutuhan khusus. Dampaknya, praktik prostitusi berkembang dengan pesat dan susah dikendalikan. Berikut fakta tentang bisnis asusila di kawasan Batavia atau Jakarta di dunia modern.

Dilarang Gubernur Jenderal Belanda

Dalam sebuah kawasan kolonial, praktik prostitusi sebenarnya adalah hal biasanya. Di Eropa pun praktik ini sudah ada sejak ratusan tahun yang lalu. Di Batavia, bisnis ini mulai berkembang sejak dibentuk oleh J.P. Coen. Namun, gubernur jenderal ini menolak mentah-mentah praktik nirmoral yang sangat dia benci.

J.P. Coen [image source]
J.P. Coen pernah melakukan protes meski tidak secara langsung. Dia menganggap kalau suatu kota sudah tidak bermoral, stabilitasnya tidak akan berjalan dengan lancar. Kehancuran moral sama halnya dengan kehancuran dunia. Akhirnya, bisnis prostitusi yang ada di dalam Batavia dilarang dengan sangat tegas.

Berkembang di Luar Tembok Belanda

Larangan dari J.P. Coen ternyata tidak membuat bisnis ini berhenti dengan total. Kelihatannya di dalam Batavia tidak ada yang melakukan praktik aneh-aneh. Namun, di luar dari tembok kota ini, praktik tersebut sangat menjamur. Bahkan wanita yang bekerja tidak hanya pribumi yang memiliki paras rupawan, wanita indo juga ikut bekerja.

Tembok atau benteng Batavia [image source]
Setiap hari ada banyak wanita menjajakan tubuh mereka dengan uang. Ada yang menjadi PSK jalanan dengan mencari pelanggan secara langsung. Ada pula yang memiliki ruangan yang digunakan untuk melayani tamu. Semakin tinggi tingkatan dari PSK, semakin tinggi pula hasil yang didapatkan.

Menjadi Pekerja Seks atau Gundik

Wanita di zaman dahulu khususnya kawasan Batavia hanya memiliki dua pilihan di dalam hidupnya. Pertama adalah menjadi pekerja seks dan tinggal di jalanan atau di sebuah rumah bordil. Kedua adalah dengan menjadi gundik atau simpanan orang kaya Belanda untuk memuaskan hasrat mereka terutama yang jauh dari keluarga.

PSK di masa lalu [image source]
Dua hal ini akan membuat wanita mendapatkan uang dengan cukup banyak. Dengan uang yang banyak, tentu kehidupan mereka jadi lebih baik. Bisa membeli apa saja yang diinginkan. Tanpa menjadi dua hal di atas, kehidupan mereka hanya akan berakhir di dalam rumah, dapur, dan melayani suami yang kadang tidak bekerja.

Kasus Hukum Akibat Bisnis Asusila

Hadirnya praktik haram ini di Batavia tentu masih terendus oleh Gubernur Jenderal J.P. Coen. Dia tidak segan-segan akan menghukum siapa saja yang kedapatan melakukan praktik ini. Bahkan, anak angkatnya sendiri diberi hukuman mati karena dituduh melakukan hubungan asusila dengan seseorang.

Fientje de Fenics [image source]
Barangkali melejitnya praktik prostitusi di Batavia terjadi setelah ada pembunuhan dari Fientje de Fenics. Wanita indo itu dibunuh oleh pelanggannya sendiri lalu dibuang di dalam sungai. Kasus dari Fientje ini menjadikan kawasan Batavia memanas hingga akhirnya pembunuh dari PSK kelas atas ini.

Inilah beberapa fakta terkait dengan bisnis prostitusi di Batavia. Setelah larangan bisnis ini dilakukan oleh J.P. Coen, banyak pegawai kehakiman VOC yang bermain curang. Mereka bermain belakang dengan menerima sogokan dari pemilik rumah bordil. Akhirnya bisnis ini terus berjalan dan tidak ada penangkap.

Next
Like us on Facebook Follow us on Twitter
ARTIKEL LAINNYA
ARTIKEL PILIHAN
Dulu Terkenal Sering Tampil Hot, Begini Kabar ‘Mama Abdel’ Sekarang yang Makin Bikin Deg-degan 5 Kejadian Nyleneh Orang Indonesia yang Terekam Google Street View, Awas Ngakak! 12 Kelakuan Pengguna Medsos “Kelewat Awam” Ini Dijamin Bikin Kamu Ngakak Jengkulitan Inilah Beberapa Kelakuan ‘Gak Lazim’ Saat Terjadi Kecelakaan Lalu Lintas, Kamu Pasti Salah Satunya Potret Kehidupan Mewah Anak Orang Kaya di Hong Kong yang Dijamin Membuatmu Melongo 7 Aktris Sinetron Kolosal Cantik dan Seksi ini Pernah Menghiasi Layar Kaca Kamu Zaman Dulu Inilah Perubahan Wajah Thalia Maria Marcedes dari Cantik Sampai Cantik Banget 5 Ibu Mertua Paling ‘Membahayakan’ Sedunia Yakin deh, 25 Pose Absurd Wisatawan dengan Patung Ini Pasti Bikin Kamu Cekikikan Melihatnya 4 Ciri-Ciri Ini Bisa Jadi Indikasi Kalau Sebuah Warung Pasang Jin Penglaris, Hati-Hati! Salut! 5 Artis Tajir Ini Nggak Segan Pamerkan Kelakuan Bak ‘Rakyat Jelata’ di Sosial Media Chatting Kids Zaman Now Minta Foto “Buka-bukaan” ke Gebetannya Ini, Endingnya Bikin Melongo Dulu Mewah, Anak Pencipta Lagu Nomor Satu di Indonesia Ini Sekarang Jadi Kuli Bangunan Inilah Alasan Pakai Rok Saat Bersepeda Motor Sama dengan Bunuh Diri Inilah 4 Pernikahan Super Mewah Anak Pejabat dan Konglomerat Indonesia yang Bikin Mata Terbelalak Inilah 4 Alasan Mengapa Israel Harus Tunduk Hormat pada Indonesia 7 Foto Ini Diambil Hanya Sesaat Sebelum ‘Musibah’ Datang Foto-Foto Ini Memperlihatkan Betapa Seru dan Kocaknya Adegan di Balik Layar Film Superhero Idaman Anak 90-an Inilah Fakta Micin, Benda yang Sering Difitnah Masyarakat Kekinian, Beneran Bikin Lemot? Inilah 6 Artis Indonesia yang Bikin ‘Superstar’ Luar Negeri Tergila-gila, Ada yang Sampai Baper Loh
BACA JUGA