Kegiatan mabuk-mabukan alias nge-fly sesaat, rupa-rupanya telah mewabah dan seolah menjadi kebiasaan di tengah-tengah masyarakat. Khususnya pada generasi muda. Sumber dari health.detik.com menuliskan, adanya sekelompok remaja laki-laki yang kecanduan air rebusan pembalut di Jawa Tengah.

Bagi kita yang mendengarkan hal semacam itu, bakal merasa jijik dan mual. Tentunya dengan meninggalkan sebuah tanda tanya besar, “kok bisa?”. Tapi, hal tersebut memang benar-benar terjadi pada generasi muda saat ini. Khususnya mereka yang berkantong minim. Tak hanya air rebusan pembalut, benda unik nan absurd di bawah ini juga biasa digunakan untuk mabuk alisa nge-fly.

Kecubung yang halus dan mematikan

Bunga terompet yang juga disebut kecubung [sumber gambar]
Kecubung memang telah lama telah digunakan oleh sebagian anak muda di Indonesia untuk berteler-teler ria. Meski dinilai berbahaya, toh tetap saja diminati oleh para remaja labil di Indonesia. Dikutip dari beritajatim.com, empat orang pemuda di Kota Kediri diamankan polisi karena pengaruh minuman kecubung yang mempengaruhi kesadarannya. Padahal, kecubung sejatinya memiliki banyak efek positif jika digunakan secara bijak dan sesuai pada tempatnya. Dilansir dari sains.kompas.com, tanaman bernama latin Datura Mete L ini memiliki khasiat untuk meredakan asma dan sakit gigi.

Mabuk lem yang murah meriah

llustrasi mabuk lem [sumber gambar]
Bahan perekat atau lem yang mengandung at “Lysergik Acid Diethyilamide” (LSD), dinilai sangat berbahaya pada kesehatan. Hal ini dijelaskan oleh Ketua Ikatan Dokter Indonesia (IDI) dr Jeannita Sri A Purba yang dilansir dari republika.co.id. Sayang, hal tersebut justru banyak disalahgunakan oleh para remaja di Indonesia. Terutama anak-anak jalanan yang hidupnya terlantar. Akibat dari LSD ini, para pecandunya akan merasa seperti kehilangan kendali emosi, disorientasi, depresi, kepeningan, perasaan panik yang akut

Bensin menjadi benda favorit untuk nge-fly

Bensin juga nikmat buat mabuk [sumber gambar]
Dikutip dari liputan6.com, seorang pemuda berumur 25 ditahan aparat kepolisian setelah merusak rumahnya sendiri akibat pengaruh dari kebiasaannya menghirup bensin. Memang, ada beberapa orang yang senang mencium bau tersebut karena memunculkan rasa rileks dalam diri. Dikutip dari tirto.id, menghirup aroma bensin dalam jangka pendek memberikan efek mulai dari perasaan euforia seperti saat mengonsumsi alkohol, hingga hilangnya kesadaran. Efek negatifnya adalah, pecandu akan merasa mati rasa, pusing, mual, bersin, batuk, sesak napas, gangguan pencernaan, nyeri dada, halusinasi, kelemahan otot, kehilangan koordinasi motorik, dan refleks yang melambat.

Biji pala juga enak buat ‘gedek-gedek’

zat myristicin pada biji pala bisa menyebabkan halusinasi [sumber gambar]
Berdasarkan penelitian yang dilakukan National Science and Technology Authority, dalam bukunya Guidebook on the Proper Use of Medicinal Plants, sari pala bisa digunakan untuk meredakan stress setelah ditambahkan gula secukupnya. Dikutip dari timesindonesia.co.id, zat myristicin pada biji pala mengandung senyawa aktif yang dapat memabukkan. Jika dikonsumsi dengan dosis yang lebih besar lagi, dapat menyebabkan delirium parah dan bahkan menghentikan jantung. Meski demikian, efek halusinasi yang ditimbulkan banyak dicari oleh mereka yang memang kecanduan ‘gedek-gedek’.

Rebusan pembalut bikin halusinasi

Salah satu pemberitaan tentang adanya kasus remaja mabuk pembalut [sumber gambar]
Apa sebuah temuan yang mengejutkan oleh Badan Narkotika Nasional Propinsi (BNNP) Jateng. Dilansir dari radarsolo.jawapos.com, sekelompok anak jalanan di daerah Jawa Tengah, disinyalir telah menggunakan cairan hasil rebusan pembalut wanita bekas untuk mabuk-mabukkan. Hal ini terjadi karena untuk memperoleh barang tersebut sangat mudah dan secara nilai ekonomis sangat terjangkau. Astaghfirullah…

Miris sekaligus ngelus dada. Itulah yang kita rasakan jika melihat fenomena aneh pada anak muda masa kini. Jika tak segera ditangani secara serius oleh pemerintah, tentu akibatnya juga akan bertambah fatal. padahal, para remaja tersebut sejatinya merupakan aset dan harapan bagi kelangsungan eksistensi negeri ini. Apakah ini adalah salah satu pertanda kiamat kecil bagi Indonesia? Entahlah.