Memiliki rumah sendiri di usia muda memang tak semudah yang dibayangkan. Selain harga properti yang mahal dan selalu mengalami kenaikan, tantangan lainnya adalah soal kebiasaan menabung kita yang buruk dan gaya hidup konsumtif. Meski terlihat sulit, memiliki rumah di usia muda bukanlah hal yang mustahil jika kita mau berusaha.

Seperti kisah seorang pemuda bernama Isryad Raharjo asal Gresik, Jawa Timur yang membagikan pengalamannya di Twitter beberapa waktu lalu. Dirinya bercerita soal rahasia membeli rumah dengan uang pribadi di usianya yang masih 21 tahun pada saat itu. Dalam unggahan tersebut, Irsyad menyebut dirinya memulai dengan kondisi nol alias tanpa tabungan.

Keinginan membeli rumah diniatkannya saat berusia 18 tahun, di mana Irsyad saat itu baru saja lulus Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) dan tidak memiliki tabungan sama sekali. Sebagai awal, ia mencoba bekerja serabutan sebagai kuli di pasar dengan upah sebesar Rp50 ribu per hari. Hal tersebut bahkan dilakukannya sebelum diwisuda.

Penghasilan yang diperoleh Irsyad dari kerja serabutan itu ditabungnya selama setahun untuk membeli emas. Meski demikian, profesi tersebut menjadi batu loncatan bagi dirinya untuk mencari pekerjaan yang lebih baik lagi. Irsyad pun diterima bekerja di sebuah perusahaan dengan gaji UMK sebesar 3,5 juta per bulan.

Ilustrasi menabung emas [sumber gambar]
Dari sini, Irsyad menyarankan agar mulai mengatur segala hal jika berniat memiliki properti sendiri. Mulai dari mengatur pengeluaran, mengubah gaya hidup dengan berhemat dan tidak boros. Tak hanya itu, ia juga memberi masukan terhadap mereka yang suka merokok agar menghentikan kebiasaan tersebut guna menghemat pengeluaran.

Irsyad juga menjabarkan pengeluarannya per bulan di usia 19 tahun yang mencapai Rp300 ribu. Dalam utas yang dibuatnya, ia menghabiskan Rp100 ribu untuk jajan atau nongkrong, bensin Rp100 ribu, dan pulsa atau kuota Rp100 ribu. Dari jumlah tersebut, dirinya masih mempunyai sisa Rp3,3 juta dari gajinya.

Ilustrasi menabung dan berhemat [sumber gambar]
Setahun kemudian saat ia berusia 20 tahun, Irsyad sempat terserang penyakit TBC yang mengharuskan dirinya menjalani pengobatan selama 6 bulan. Saat itu, ia berhasil memiliki banyak uang dari hasil kerja kerasnya selama ini. Sembari merenung, ia sadar bahwa selama ini terlalu terlena bekerja hingga lupa bersedekah.

Dari situ, Irsyad bertekad akan bersedekah setelah dirinya sembuh. Hal tersebut dilakukannya bersamaan dengan proses aqiqah yang memang belum pernah dilakukannya. Perlahan, apa yang dilakukan Irsyad membuahkan hasil. Sedekah pada anak yatim dan masjid membuat rezekinya bertambah.

Ilustrasi bersedekah [sumber gambar]
Selain mendapat gaji dari tempatnya bekerja, Irsyad juga memiliki usaha sampingan lain yakni bisnis pulsa dan token listrik. Hingga pada akhirnya, apa yang ditunggu-tunggunya selama akhirnya berhasil diraih. Tepat di usia 21 tahun, ia berhasil mengambil KPR properti dengan luas 60m² di kota Lamongan seharga Rp119 juta setelah mendapat potongan Rp4 juta dari harga awal sebesar Rp123 juta.

Rinciannya, Irsyad harus membayar DP atau uang muka sebesar Rp7 juta, perizinan seperti SHGB, surat tanah, listrik, PDAM mencapai Rp11 juta Total, ada Rp18 juta dan cicilan 795.800 yang dibayarkan tiap bulannya. Tak lupa, Irsyad memilih rumah subsidi pemerintah karena pertimbangan harganya yang terjangkau.

Irsyad dan rumah hasil kerja kerasnya [sumber gambar]
BACA JUGA: Rumah Tumbuh, Konsep Bangun Hunian Impian yang Cocok di Kantong dan Anti Ngutang

Soal emas yang dibeli Irsyad tiga tahun yang lalu, hal tersebut dilakukannya sebagai investasi dalam jangka panjang karena pertimbangan nilainya yang selalu naik. Selain itu, ia juga menyimpan emas yang kelak akan digunakannya sebagai modal usaha untuk calon istrinya. Keren ya Sahabat Boombastis.