Selain sepak bola atau Bulu Tangkis, tentu Voli menjadi olahraga yang banyak digemari di Indonesia. Bahkan sudah menjadi rahasia umum bila saat ini anak-anak kecil mulai menggantungkan cita-cita terjun di olahraga ini. Selain favorit dan tentunya kerap catatkan prestasi, bola voli juga menyimpan kisah-kisah mengenai pundi-pundi uang tidak sedikit. Yah, kalau dihitung-hitung setara dengan gaji Pegawai Negeri Sipil (PNS).

Masih hal tersebut, saat diwawancarai di acara Hitam Putih, Aprilia Manganang mengaku bayaran dalam satu bulan bisa menyentuh angka jutaan. Jumlah yang kabarnya lebih besar lagi sampai dua digit, jika sanggup meraih gelar juara. Lalu bagaimanakah sebenarnya perputaran uang di cabang olahraga bola voli ini? Temukan jawabannya sendiri di ulasan berikut ini.

Gaji atlet Voli dari klasifikasi PBVSI

Bila melihat aturan induk tertinggi cabang olahraga ini yaitu PBVSI, bayaran atlet diklasifikasi berdasarkan pengalamannya. Entah untuk apa hal itu dilakukan, yang pasti uang yang didapatkan dari berpeluh keringat di olahraga sangat lumayan. Seperti telah disinggung di awal tadi, bahkan setara dengan yang didapatkan oleh PNS.

Aksi atlet Voli laki-laki [Sumber Gambar]
Dilansir dari Jawapos.com, uang diterima atlet voli adalah 5 sampai 8 juta untuk pemula per bulan, lalu pevoli nasional mendapatkan 8 hingga 12 juta dengan waktu sama. Sedangkan untuk mereka sudah bermain di laga internasional membawa uang 12 sampai 20 juta per bulan. Jumlah lebih besar lagi didapatkan pevoli yang berpengalaman dan kerap memperkuat Timnas menerima 100 juta sampai 150 juta.

Atlet Voli Putri digadang-gadang bayaran tertinggi

Selain fakta tadi, kabarnya bayaran pevoli putri lebih besar nominalnnya dari pada pria. Menurut Berllian Marsheilla yang dikutip dari lama JPN.com, libero Popsivo Polwan mengaku jika bayaran atlet bola voli perempuan bayaran lebih gila dari pada pria. Bila melihat gaji yang diterima Manganang yang konon mencapai ratusan juta hal tersebut sepertinya ada benarnya.

Aksi atlet Voli Putri [Sumber Gambar]
Salah satu faktor yang menyebabkan hal tersebut adalah nilai kontrak pemain yang selalu bertambah setiap musim baru berlangsung. Alhasil, gaji mereka setiap bulannya juga mengalami kenaikan yang tidak bisa dikatakan sedikit. Usut punya usut, hal semacam ini juga berlaku kepada mereka menjadi pevoli putra.

Uang yang didapatkan atlet Voli saat main Tarkam

Masih terkait bayaran atlet berkecimpung di olahraga ini, ternyata laga-laga antar kampung Voli juga menghasilkan bayaran lumayan. Bahkan mereka yang terjun di ajang tarkam langsung dibayar cas tanpa harus menunggu satu bulan. Berkaca dari hal itu, tidak heran jika hingga penulis masih kecil sampai dewasa tarkam Voli tidak pernah sepi peminat.

Tarkam Voli [Sumber Gambar]
Menurut penuturan Berllian Marsheilla yang dikutip dari Bola.com, dalam satu laga tarkam voli dirinya pernah digaji sebesar 2,5 sampai 3,5 juta sekali tampil. Bila melihat perkembangan zaman yang begitu besar diprediksi nominal tersebut saat ini bertambah jumlah lebih besar lagi. Bagaimana nih sobat Boombastis apa kalian tertarik menjadi atlet Voli?

Bayaran pemain Voli asing bermain di Indonesia

Meski mempunyai nominal besar, namun bila dibandingkan dengan bayaran atlet luar bermain di kompetisi bola voli Indonesia apa yang didapatkan mereka tadi masih kalah. Seperti halnya di sepak bola, pemain asing berbandrol dua kali lebih besar, atau di olahraga basket nasional gaji pebasket impor juga jumlahnya besar.

Pemain asing di Proliga [Sumber Gambar]
Seperti salah satu contohnya bayaran adalah pevoli asing bernama Gina Altagracia Mambru Casilla, selama bermain di tanah air dikabarkan ia menerima bayaran sebulan sebesar 700 juta. Nominal yang mungkin bisa digunakan untuk berangkat haji setiap bulannya. Kalau bila mendapatkan uang sebesar itu mau digunakan untuk apa?

BACA JUGA: Mengenal Aprilia Manganang, Atlet Voli Tangguh yang Diam-diam Juga Seorang Prajurit

Walaupun mempunyai nominal yang besar, tapi menjadi atlet tidak semudah membalakkan telapak tangan. Diperlukan kerja keras yang luar biasa beratnya. Selain itu mereka juga dituntut kuat dalam kondisi kekalahan yang rasanya menyakitkan dan masih banyak lagi.