in

6 Band Perempuan Indonesia Lawas nan Berkualitas yang Sudah Dilupakan Banyak Orang

Menjamurnya girl band K-Pop membuat kita lupa bahwa sejak puluhan tahuh lalu, Indonesia juga memiliki band perempuan yang enggak kalah berkualitas. Meskipun tidak dalam format joget-joget sambil nyanyi dan memiliki tampang imut, band perempuan tanah air zaman dulu merupakan artis yang paling ditunggu-tunggu oleh masyarakat.

Kini pun keberadaan band perempuan sudah tergerus oleh penyanyi solo ataupun grup band laki-laki. Paling-paling hanya vokalisnya saja yang perempuan seperti grup band Mocca atau Barasuara. Lewat ulasan berikut ini, Boombastis.com akan mengajak Sahabat Boombastis bernostalgia dan mengenal 5 band perempuan yang hits pada zamannya dan telah terlupakan.

Dara Puspita, grup band yang membuka jalan para perempuan untuk bermusik

Bicara soal grup band perempuan, nama Dara Puspita tentu tak boleh lewat. Terbentuk pada tahun 1964, grup band yang terdiri dari Titiek Adji Rachman, Lies Soetisnowati Adji Rachman, Susy Nander, dan Ani Kusuma. Band asal Surabay ini tak hanya berkarir di Indonesia, tetapi juga sempat tur Eropa selama beberapa tahun.

Band Lawas – Dara Puspita [sumber gambar]
Dilansir dari tirto.id, ketika akan meluncurkan album pertamanya, band yang besar dalam era Soekarno ini kesusahan. Sebab, kala itu Soekarno menegaskan permusuhan dengan rock n roll. Namun, ketika akhirnya Soekarno tumbang dan Orde Baru terbentuk, Dara Puspita meluncurkan album pertamanya yang berjudul Jang Pertama pada tahun 1966.

Wondergel, pelopor musisi indie di Jakarta

Sebelum adanya Efek Rumah Kaca, Mocca, hingga Barasuara, Wondergel merupakan satu-satunya musisi indie di Jakarta. Malah bisa dibilang merekalah pelopornya. Tak perlu masuk ke dalam label musik, mereka sudah bisa menghasilkan karya dan dicintai oleh masyarakat. Grup band yang terdiri dari Meita, Vivie, Meta, Nanda, Lala, dan Astrid ini ngehits lewat lagu Cermin.

Band Lawas – Wondergel [sumber gambar]
Meski kiprahnya tak setinggi Dara Puspita, Wondergel sempat meluncurkan satu album pada tahun 1997. Sayangnya, mereka tak terdengar lagi kabarnya setelah itu. Namun, pada tahun 2017 lalu, mereka kembali mengadakan reuni dan konser di Kemang, Jakarta Selatan dengan anggota yang tak full.

Geger, jadi idola banyak cowok pada masanya

Setelah Wondergel tak terdengar lagi kabarnya, muncul band aliran rock bernama Geger. Band yang beranggotakan 5 orang perempuan ini memiliki image sangar, sesuai dengan nama band yang diusungnya. Geger—berarti mau cari ribut dalam bahasa Jawa.

Band Lawas – Geger Band [sumber gambar]
Sempat ngehits dengan lagu Tajir dan Beibz, Geger juga hilang bak ditelan bumi. Tak seperti Wondergel yang sempat melakukan reuni pada tahun 2017 lalu, Geger hanya terdengar lagi ketika ayah dari salah satu personelnya—Rinada, meninggal dunia. Entah bagaimana kabar 5 wanita sangar ini sekarang.

Traxap Loonatic, grup band binaan Bimbim Slank

Sama seperti dua band perempuan sebelumnya, Traxap Loonatic yang memiliki nama unik ini juga tak bertahan lama di industri musik Indonesia. Dikutip dari tirto.id, band yang beranggotakan Tathe, Atik, Regina, Anissa dan Putri ini merupakan grup band binaan Bimbim Slank karena mereka besar di Gang Plotot.

Lagunya yang mungkin masih familiar di telinga Sahabat Boombastis berjudul Berisik dan Buaya Darat. Meskipun video klipnya masih terekam di YouTube hingga sekarang, kabar personel Traxap Loonatic sudah tak teretas lagi, Mungkin ada Sahabat Boombastis yang tahu?

SHE, band perempuan yang hampir saingi kesuksesan Dara Puspita

Di antara 6 band perempuan yang Boombastis.com tulis, grup asal Bandung, SHE, mungkin bisa disebut sebagai juniornya Dara Puspita, melihat dari track record kesuksesannya. Padahal, SHE muncul ketika girl band seperti 7 Icons dan Cherrybelle sedang naik daun di Indonesia. Demam K-Pop, begitu.

Tercatat, SHE berhasil merilis 4 album secara keseluruhan. Pada akhir masa SHE terlihat di industri musik Indonesia, hanya sang vokalis, Melly Mono yang tampak sliweran di dunia hiburan tanah air. Sayang banget, ya, padahal Slow Down Baby benar-benar jadi hits di kalangan anak muda 2000an.

Nonaria, mempertahankan citra band perempuan di Indonesia

Meski gaya tiga wanita ini seperti gadis hits tahun 1950an, Nonaria baru terbentuk pada tahun 2012. Grup band yang terdiri dari Yashinta Pattiasina, Nesia Ardi, dan Nanin Wardhani ini mengangkat isu-isu sosial yang dituangkan ke dalam sebuah lagu. Agar masyarakat bisa lebih aware dengan mendengarkannya lewat dentuman musik.

Band Lawas – Nonaria [sumber gambar]
Enggak se-eksis SHE pada awal tahun 2000an sih, tetapi dengan gaya klasik, Nonaria banyak sekali dapat tawaran manggung. Baik di Jakarta atau di luar kota. Beberapa waktu lalu, Nonaria juga sempat sepanggung dengan artis-artis internasional di Jazz Gunung, Bromo, loh. Meneruskan citra band perempuan adalah tujuan utama Nonaria yang juga sekaligus tekanan yang menantang bagi mereka.

Telah hidup bertahun-tahun di Indonesia, enggak mungkin banget kan kalau Sahabat Boombastis tak mengenali salah satu band perempuan di atas. Kalau penulis pribadi sih, mengikuti banget perkembangan SHE dan Nonaria. Semoga tak hanya girl band K-Pop saja yang jadi panutan bagi remaja Indonesia masa kini, tetapi 6 grup band di atas juga, atau paling tidak Nonaria. Agar industri musik tanah air juga enggak kalah saing dari negara Asia lainnya.

Written by Harsadakara

English Literature Graduate. A part time writer and full time cancerian dreamer who love to read. Joining Boombastis.com in August 2017. I cook words of socio-culture, people, and entertainment world for making a delicious writing, not only serving but worth reading. Mind to share your thoughts with a cup of asian dolce latte?

Leave a Reply

Layaknya Bumi dan Langit, Beginilah Perbedaan Nasib antara Ronaldo dengan Real Madrid

Takut Terkena Hoax? Begini Caranya Agar Tidak Jadi Korban