Negara sebesar Arab Saudi memang kerap menyajikan beragam polemik yang menjadi sorotan. Tak hanya di dalam negeri sendiri, tapi juga hingga merambah luas di mata dunia. Setelah diduga oleh banyak pihak atas keterlibatannya dalam kasus kematian jurnalis senior Arab Saudi, Jamal Khasshogi, negeri kaya minyak itu juga disorot lantaran mengeluarkan banyak kebijakan kontroversial belakangan ini.

Hal ini bisa dibaca dari banyaknya aturan dan kelonggaran yang selama ini tidak pernah dipraktekkan di negeri yang menjadi pusat agam Islam dunia tersebut. Salah satunya adalah memperbolehkan pendirian patung makhluk bernyawa dan konser grup musik asing dari luar negeri. Sedikit demi sedikit, ada banyak perubahan yang dilakukan oleh Arab Saudi hingga negara tersebut sedikit banyak mirip dengan negara-negara Barat.

Memberikan kebebasan pada perempuan Arab Saudi yang tak pernah ada sebelumnya

Wanita merupakan salah satu figur yang dihormati di Arab Saudi. Sebagai negara yang menerapkan syariat Islam dalam pemerintahannya, negeri kaya minyak itu juga memberlakukan aturan ketat bagi kaum wanita. Namun seiring berjalannya waktu, pemerintah Arab Saudi mulai melunak dan menerbitkan aturan baru yang isinya memberikan kelonggaran aturan.

Dilansir dari merdeka.com, aturan baru itu meliputi wanita yang berumur 21 tahun diizinkan bepergian sendiri tanpa izin wali laki-laki, diperbolehkan menonton bioskop dan pertandingan sepak bola, hingga mengemudikan mobil sendiri. Izin tersebut diberikan setelah Kabinet Arab Saudi menetapkan amandemen konstitusi terbaru, sebagaimana rencana Pangeran Muhammad bin Salman al Saud yang memiliki rencana menjadikan Arab Saudi sebagai negara Islam moderat.

Ijinkan konser musik hingga mendirikan patung makhluk bernyawa

Supergrup asal Korea Selatan, Super Junior mencetak sejarah baru. Kelompok musik itu bakal jadi boyband pertama yang selenggarakan konser di Arab Saudi. Padahal sebelumnya, negeri kaya minyak itu melarang segala bentuk jenis konser musik. Buntut dari kelonggaran yang diberikan oleh pemerintah setempat, hal ini kemudian diikuti dengan pembukaan jaringan bioskop dari Amerika Serikat, konser-konser musik, hingga acara olahraga yang diadakan besar-besaran.

Tak hanya soal konser musik yang kini tak lagi dilarang, pemerintah Arab Saudi juga memberikan kelonggaran aturan soal pendirian patung makhluk bernyawa. Hal ini bisa dilihat pada ruang terbuka di pesisir pantai, di mana berdiri sejumlah patung di tempat yang bernama Middle Corniche. Jika dilihat, salah satu patung yang ada menggambarkan seorang pria dan wanita Spanyol tengah menari flamenco. Sementara itu, patung kepala banteng di bawahnya memperkuat aura khas sebagai negeri matador.

Wacana kota modern di masa depan bernama NEOM

Selain aturan di atas yang menerabas pakem lama Arab Saudi yang dulu dikenal ketat, kebijakan soal masa depan negeri kaya minyak itu juga bakal diwujudkan dalam proyek kota modern bernama NEOM. Dilansir dari Tirto.id, pembangunan tersebut akan mengubah gurun gersang seluas 26.500 km persegi menjadi peradaban urban modern yang membentang hingga ke Mesir.

Dengan sokongan dana sebesar US$ 500 miliar ( sekitar Rp 7.000 triliun), gurun pasir tersebut akan diubah menjadi kota modern yang penuh dengan fasilitas canggih. Fokus investasinya sendiri meliputi sembilan bidang, yakni energi, air, transportasi, bioteknologi, makanan, ilmu-teknologi digital, manufaktur, media, dan hiburan. Bayangkan, betapa bebasnya Arab Saudi di masa depan. Tak salah bila negeri kaya minyak itu sedikit demi sedikit tak ubahnya seperti negara maju di Barat.

BACA JUGA: 5 Kontroversi Mohammed bin Salman yang Gegerkan Masyarakat Timur Tengah

Agaknya dalam tahun-tahun ke depan, Arab Saudi secara perlahan akan mengubah citra negaranya menjadi lebih terbuka. Jika dulu dikenal ketat karena menerapkan syariat Islam, mungkin ada beberapa hal yang dilonggarkan seiring dengan tujuan negeri tersebut mengejar peradaban yang semakin modern. Gimana menurutm Sahabat Boombastis?