Kisruh antara Persatuan Bulu Tangkis Djarum (PB Djarum) dan Komisi Perlindungan Anak Indonesia ( KPAI) tampaknya kian menjadi sorotan. Dilansir dari Kompas, lembaga milik pemerintah itu menilai ajang tersebut memanfaatkan anak-anak untuk mempromosikan merek Djarum yang identik dengan produk rokok. Alhasil, PB Djarum pun meresponnya dengan menghentikan audisi pencarian bakatnya mulai tahun 2020 secara resmi.

Padahal jika dilihat ke belakang, PB Djarum telah banyak berjasa pada Indonesia di bidang olahraga bulutangkis. Sejumlah nama terkenal seperti Liem Swie King hingga Kevin Sanjaya, adalah para atlet badminton kelas dunia yang juga merupakan alumni dari PB Djarum. Tak hanya mereka, beberapa prestasi internasional di ajang olahraga tepok bulu ini juga lahir berkat pembinaan yang dilakukan oleh PB Djarum.

Liem Swie King yang dikenal dengan pukulan ‘King Smash-nya’

Sosok Liem Swie King yang dikenal dengan pukulan ‘King Smash’nya, menjadi atlet binaan PB Djarum pertama yang keluar sebagai juara dunia, yakni di ajang Thomas Cup pada 1976. Secara berturut-turut, atlet kelahiran Kudus, Jawa Tengah, 28 Februari 1956 itu berhasil menyabet juara I di All England tahun 1978, 1979, dan 1981. Ia juga menjuarai ajang Thomas Cup secara bersamaan dengan All England di tahun 1979.

Anthonius Budi Ariantho yang jadi nomor 1 dunia di masanya

Anthonius Budi Ariantho yangk kini menjadi pelatih [sumber gambar]

Dilansir dari laman resmi PB Djarum, nama Anthonius Budi Ariantho merupakan atlet jebolan PB Djarum yang berhasil menjadi Juara I Piala Dunia 1995, Runner Up All England 1995, juara I Thomas Cup 1996, juara I Thomas Cup 2000 dan meraih Medali Perunggu Olimpiade Atlanta 1996. Setelah tak lagi aktif sebagai pemain, ia berhasil mengantarkan pasangan Rian/ Yonathan meraih Juara I Dutch Open 2007 sebagai pelatih.

Prestasi gemilang Kevin Sanjaya Sukamuljo yang membuat bulutangkis Indonesia disegani

Bergabung dengan PB Djarum pada 2007, Kevin Sanjaya mampu menjawab tantangan yang ada dengan keluar sebagai juara dunia. Tercatat, ia berhasil meraih prestasi di bidang ganda putra, seperti Juara BWF World Tour Super 750 Japan Open 2019, BWF World Tour Super 1000 Indonesia Open 2019, Runner up Badminton Asia Championships 2019, dan Semifinalis BWF World Tour Super 500 Singapore Open 2019. Saat ini, dirinya berpasangan dengan Marcus Fernaldi Gideon saat ini merupakan pebulu tangkis peringkat 1 dunia.

Liliyana Natsir dan Tontowi Ahmad yang menjadi duet maut di lapangan

Dikenal sebagai duet maut di kategori Ganda Campuran, pasangan Liliyana Natsir dan Tontowi Ahmad merupakan dua dari ratusan atlet jebolan PB Djarum yang memiliki prestasi kelas dunia. Juara All England 2013-2014, juara kejuaraan dunia 2013 dan 2017, peraih medali emas Olimpiade RIO 2016, serta Runner up BWF World Tour Super 500 Indonesia Open 2019, adalah capaian yang berhasil dipersembahkan oleh keduanya.

Mohammad Aksan dan Hendra Setiawan yang sarat akan prestasi

Menjadi pemain muda, prestasi pasangan ganda putra Mohammad Aksan dan Hendra Setiawan ini tebilang sangat menonjol. Di kategori tersebut, keduanya berhasil meraih Juara BWF World Championships 2019 dan BWF World Tour Super 300 New Zealand 2019 dan juara I Philippine Open Grand Prix Gold 2009. Sama seperti Kevin Sanjaya, Mohammad Aksan bergabung dan menjalani pelatihan di PB Djarum mulai tahun 2007.

BACA JUGA: 6 Atlet Legendaris yang Bikin Bulutangkis Indonesia Berjaya di Dunia

Jika dilihat kembali, permasalahan di atas sejatinya bisa diselesaikan dengan cara yang baik. Duduk bersama dan mendiskusikan hal-hal yang mungkin tidak berkenan di antar kedua belah pihak, mungkin bisa menjadi solusi. Jika dilakukan, mungkin saja permasalahan yang ada tidak sampai menimbulkan polemik yang kini jadi sorotan banyak pihak, khususnya warganet di Indonesia. Menurutmu, enaknya gimana nih Sahabat Boombastis?