2018 memang baru saja dimulai, tiupan terompet dan kebyar-kebyar kembang api pun masih sayup-sayup terdengar di telinga kita, namun, para politisi rupanya tak mengilhami awal tahun ini dengan duduk santai sambil minum kopi. Hal tersebut terlihat dari bagaimana hebohnya mereka mempersiapkan berbagai hal menuju Pilkada 2018, yang akan dilaksanakan pada bulan Juni mendatang.

Beberapa dari mereka pun mengusung gaya lama yang sudah jadi tradisi di negeri ini, yaitu menggandeng artis. Berdalih “dangdut is the music of my country,” tentu saja para penyanyi dangdut laris manis dalam musim pilkada, tapi rupanya nggak hanya pedangdut saja, loh, yang terlibat menjadi juru kampanye (jurkam) pada Pilkada. Bahkan mereka mendapat ceperan yang lumayan sekali manggung atas nama kampanye tersebut.

Via Vallen, manggung regular dibayar 60 juta, dalam kampanye bisa mencapai 500 juta

Rupanya, pedangdut asal Sidoarjo ini sedang berada dalam masa emasnya. Tak hanya meraih banyak penghargaan, namun juga semakin hari penggemarnya bertambah banyak. Para pengamat politik melihat kepopuleran Via sebagai peluang bagi mereka ketika akan melakukan kampanye.

Via Vallen – Jatim [image source]
Terang saja, jika Via lalu digaet oleh Calon Gubernur Jawa Timur, Gus Ipul, untuk bersama-sama menuturkan pada anak muda betapa pentingnya menyumbangkan suara di Pilkada. Via tentu saja tidak bekerja dengan suka rela, meskipun asalnya juga dari Jawa Timur. Dilansir dari vice.com, bayaran untuk Via sekali manggung reguler adalah Rp. 60 juta, namun bisa saja membengkak hingga Rp. 500 juta ketika musim pilkada datang. Biaya banyak rupanya bukan masalah bagi calon pemimpin daerah ini, buktinya, Via menjadi rebutan di Jawa Timur dan Jawa Barat, loh.

Syahrini, Kang Emil rela bayar berapa saja

Selain Via, artis yang juga laris manis dalam pilkada adalah Syahrini. Sudah tak perlu ditanya lagi mengapa banyak politisi ingin menggandeng artis yang dijuluki Princess ini. Meskipun tarifnya bisa dibilang cukup mahal, buktinya ia kerap mendapat tawaran ketika musim pilkada datang.,Namun, untuk pilkada tahun ini Syahrini disebut-sebut telah menyetujui ajakan Kang Emil untuk maju sebagai Gubernur Jawa Barat.

Syahrini – Jabar [image source]
Dilansir dari teropongsenayan.com, Kang Emil menyatakan beberapa artis yang digaetnya untuk jadi jurkam ada yang menawarkan diri secara gratis, namun ada pula yang minta bayaran. Artis sekelas Syahrini yang sekali manggung biasanya mendapat honor Rp. 350 jutaan, pasti nggak terhitung dong berapa banyak yang dibutuhkan untuk menggandengnya sebagai jurkam. Meskipun begitu, Kang Emil siap merogoh kocek berapapun karena sudah ada anggarannya.

Alm. Jupe, dibayar berlipat ganda

Berbeda dari dua rekannya di atas yang mana mereka menjadi jurkam untuk Pilkada tahun ini, alm. Jupe sudah merasakan pengalaman ini beberapa tahun yang lalu, tepatnya ketika Alex Noerdin mencalonkan diri sebagai Gubernur DKI Jakarta. Dilansir dari kapanlagi.com, ia mengaku bahwa bayaran yang ia terima berlipat ganda, ia bahkan sempat mengucap Alhamdulillah.

alm. Jupe – DKI Jakarta [image source]
Jika ditelaah lebih rinci, tak banyak artis yang mau mengungkapkan berapa nominal yang diterimanya, alm. Jupe pun begitu. Namun, untuk menjadi model saja pada tahun 2012 ia menerima honor sekitar Rp. 100 juta, jika berlipat ganda, maka berapa, ya, jumlahnya? Coba sahabat boom hitung sendiri deh!

Raffi Ahmad, jika ikut blusukan bisa dibayar sampai 1M!

Sama seperti Syahrini, Raffi Ahmad pun telah setuju untuk ikut Kang Emil dalam berkampanye di Pilkada 2018 ini. Kita semua tahu bahwa suami Nagita Slavina ini merupakan salah satu artis terkaya selama beberapa tahun terakhir, hal tersebut pun tidak lepas dari honor sekali ‘manggung’nya.

Raffi Ahmad – Jabar [image source]
Dilansir dari kapanlagi.com, Devia Sherly, selaku pemilik event organizer untuk acara pilkada mengutarakan bahwa jika ada artis yang ikut blusukan dalam kampanye bisa dibayar dari rentang Rp. 500 juta hingga 1 M. Jika kita telisik perjalanan Raffi Ahmad, ia merupakan sosok yang humble dan ramah kepada semua orang, tak ayal jika nantinya ia akan ikut blusukan bersama Kang Emil. Meskipun begitu, Kang Emil sudah mengutarakan bahwa ada beberapa juru kampanyenya yang rela tidak dibayar.

Slank, mengubah sejarah di Pilpres 2014

Pemilihan Presiden pada tahun 2014 merupakan pesta demokrasi yang bisa dibilang cukup besar bagi rakyat Indonesia. Pasalnya, persaingan kedua calon kala itu cukup panas, bahkan artis-artis pun tak segan turun ke lapangan untuk menjadi simpatisan masing-masing calon, salah satunya grup band legendaris Indonesia, Slank. Bimbim cs. sudah berkali-kali mengatakan pada media jika tak ingin berkecimpung dalam urusan politik.

Slank – DKI Jakarta [image source]
Meskipun begitu, dilansir dari tribunnews.com oleh wartawan Willem Jonata, Slank bisa merubah sejarah dalam Pilpres 2014 karena ada di konser Salam 2 Jari untuk mendukung Presiden Jokowi. Banyak yang bilang bahwa para artis yang menjadi simpatisan Jokowi hanya dibayar dengan nasi bungkus, namun jika dipikir-pikir lagi, bayaran Slank sekali manggung mencapai Rp. 500 juta, kebayang nggak berapa jadinya tarif mereka untuk konser Salam 2 Jari?

Addie MS, tektokan hingga bikinkan konser untuk Ahok

Banyak yang sudah tahu jika musisi Addie MS akan ada di garda terdepan untuk mantan gubernur Ahok. Ia bahkan membuat konser hingga rela turun ke Balai Kota DKI Jakarta dari sebelum Ahok menjabat hingga pensiun dari jabatannya. Totalitas, satu kata untuk Addie MS ketika menjadi jurkam.

Addie MS – DKI Jakarta [image source]
Meskipun begitu, kita tidak pernah tahu berapa nominal pasti yang dikeluarkan Ahok untuk diberikan pada Addie MS. Namun, jika disimpulkan, sekali membuat konser orkestra, Addie bisa menghabiskan ratusan juta rupiah. Mengingat Pilkada adalah acara khusus, bisa jadi tarif yang diterimanya berlipat ganda seperti yang diungkapkan oleh alm. Jupe.

Sebenarnya, nggak hanya 6 artis papan atas ini saja yang pernah ikut terjun dalam pesta demokrasi. Namun, beberapa dari mereka merupakan usungan dari partai sehingga berapa kocek yang harus dirogoh pun kita tak tahu menahu. Ya, meskipun tradisi menggandeng artis ini terus bergulir dalam Pilkada di Indonesia, kita doakan saja semoga siapapun pemimpin daerah yang nanti terpilih akan melaksanakan tugasnya dengan amanah.