Meski di Cina disebutkan bahwa penyebaran virus corona sudah berkurang dan 50% pengidapnya telah berangsur sembuh, namun di negara lain, virus ini masih menjadi ketakutan tersendiri. Seperti Indonesia misalnya, setelah sekian lama corona hanya menjadi guyonan, sekarang ada dua orang yang sudah dinyatakan positive terinfeksi virus ini.

Selain itu, dampak dari meluasnya penyebaran corona ini juga membuat pemerintah Arab Saudi melakukan upaya pencegahan. Salah satunya adalah dengan menangguhkan sementara semua perjalanan umrah (termasuk jamaah asal Indonesia), beserta kunjungan ke Masjid Nabawi di Madinah.

Upaya pembatalan jamaah umrah ini merupakan cara menangkal virus corona

Penyebaran virus corona membuat Arab Saudi mengeluarkan kebijakan. Demi kemaslahatan bersama, mereka menghentikan sementara kedatangan para jamaah umrah dari luar negeri. Buntut dari situasi ini, ribuan jemaah dari Indonesia batal menunaikan umrah. Melansir detik.com, ada lebih dari 2000 orang yang batal berangkat ke tanah suci pada 27 Februari lalu.

Jamaah yang tak jadi berangkat umroh [sumber gambar]
Hal ini disampaikan langsung oleh Kemenag melalui akun Twitter @Kemenag_RI, “Jemaah Indonesia yang terdampak karena tidak berangkat pada tanggal 27 Februari 2020 sebanyak 2.393 jemaah, berasal dari 75 Penyelenggara Perjalanan Ibadah Umrah (PPIU), yang diangkut oleh 8 maskapai penerbangan,” begitu bunyi cuitannya.

Larangan turis dari negara yang penyebaran corona-nya cukup massive

Tak hanya menunda para jamaah umrah saja, Arab Saudi juga membuat kebijakan melarang masuk turis yang datang dari negara yang penyebaran virus coronanya cukup massive sampai saat ini.

“Menunda izin masuk ke kerajaan dengan visa turis dari negara-negara yang virus corona (COVID-19) telah menyebar dengan berbahaya, sesuai dengan kriteria dari otoritas kesehatan yang kompeten di kerajaan,” tulis pemerintah dalam keterangan tersebut, seperti dilansir dari cnbcindonesia.com.

Tak izinkan warga negaranya bepergian ke luar negeri

Kebijakan yang lain adalah melarang warga setempat untuk bepergian ke luar negeri, karena mungkin akan ada chance untuk tertular virus. Mereka yang merupakan pemegang KTP Saudi serta warga negara Gulf Cooperation Council tak diperbolehkan bepergian dari dan keluar Saudi.

Tak izinkan warganya bepergian [sumber gambar]
Namun, ada pengecualian terhadap mereka yang berada di luar negeri dan hendak kembali ke Saudi, atau terlanjur di Saudi dan hendak kembali ke negara tersebut. Tetapi, ke depannya hal ini akan dikaji lagi dan dievaluasi sesuai dengan perkembangan kasus yang ada.

Kondisi ibadah haji yang ada di Makkah sekarang

Dalam sebuah video, ada netizen yang membagikan keadaan terkini dari Safa dan Marwah. Terlihat di dalam video tersebut, tak banyak orang yang berlalu lalang, hanya ada beberapa dari mereka. Pemilik video mengatakan kalau ini merupakan reaksi dari ditundanya keberangkatan jamaah umrah karena virus corona.

Namun, hal ini tak berarti sama sekali tak ada jamah ya, salah seorang netizen yang sedang berada di Makkah mengatakan kalau di basement dan ground floor masih banyak orang yang melaksanakan ibadah umrah. Ruang kosong Safa-Marwa tersebut mungkin merupakan pemandangan di lantai 1 dan 2.

BACA JUGA: Heboh Virus Corona Diklaim Tertulis di Iqro’, Netizen: Jangan Cocoklogi deh Pak Ustadz

Penundaan para jamaah dan turis yang akan masuk ke Arab Saudi dan juga beribadah umrah ini tidak bisa diprediksi sampai kapan. Pemerintah mengatakan bahwa mereka akan terus mengkaji dan mengevaluasi sesuai dengan kasus yang ada. Artinya, semakin cepat wabah virus corona mereda, maka semakin cepat pula Arab Saudi akan kembali dibuka untuk jamaah dan para turis. Semoga saja segala wabah dan penyakit ini segera mereda ya!