Media sosial tiba-tiba dihebohkan dengan video sekelompok orang menghancurkan keris dengan cara dipotong dengan gerinda. Dalam tayangan yang diunggah oleh akun Twitter @PakatDayak (03/08/2020), puluhan keris tersebut dipotong-potong hingga habis dan selanjutnya dibakar dalam satu wadah.

Orang-orang di dalam video tersebut beranggapan bahwa keris mengandung kesyirikan yang harus dimusnahkan. Salah kaprah tersebut memang jamak dan sering terjadi pada masyarakat yang awam tentang dunia perkerisan. Lantas, seperti apa pemahaman salah kaprah masyarakat pada sosok benda yang juga termasuk tosan aji tersebut?

Anggapan keris lekat dengan praktik perdukunan

Keberadaan keris yang kerap dihubung-hubungkan dengan praktik perdukunan dan ilmu gaib merupakan asumsi awal bagi mereka yang awam terhadap benda tersebut. Pemikiran sempit ini semakin merajalela dengan banyaknya tayangan film dan sinematografi yang menampilkan keris sebagai ‘bagian’ dari praktik perdukunan, ilmu hitam, santet, dan serangkaian framing keliru lainnya.

Dianggap sebagai benda bertuah yang memiliki kekuatan magis

Ilustrasi keris [sumber gambar]
Karena anggapan bahwa keris lekat dengan ilmu gaib, asumsi lainnya yang muncul adalah benda buatan para Mpu tersebut dianggap memiliki tuah tertentu. Beberapa memang ada, namun tak semuanya. Hanya saja, orang awam terlanjur memukul rata dan memaknai keris sebagai benda yang menyimpan kekuatan magis. Sehingga tak heran jika ada kelompok tertentu melihat keris (dalam artian sempit) lekat dengan kesyirikan.

Kurangnya pengetahuan soal keris dan nilai-nilai di dalamnya

Proses pembuatan keris [sumber gambar]
Keris tak hanya berfungsi sebagai senjata pada zamannya, tapi juga benda bersejarah yang memiliki perjalanan panjang. Mulai dari bahan yang digunakan, motif, pamor, hingga warangka (sarung tempat menyimpan keris), semua memiliki maknanya masing-masing. Bahkan, sebuah keris bisa saja diciptakan sebagai bentuk kekaguman pembuatnya pada sebuah hal tertentu.

Tidak mau melihat keris dari sisi seni dan budaya

Keris sebagai benda budaya yang memiliki nilai seni [sumber gambar]
Mungkin karena terlanjur lekat bahwa keris identik dengan hal-hal mistis, mereka yang awam lupa bahwa UNESCO mengakui benda tersebut sebagai karya agung yang memiliki nilai-nilai warisan budaya, kesakralan, filosofis dan estetika tinggi. Tak heran jika keris tetap dilestarikan hingga saat ini oleh orang-orang tertentu yang paham dalam menempatkan pemahamannya. Hal inilah yang mungkin luput dari mata orang-orang awam.

Malas mencari informasi tentang arti sebuah keris yang sebenarnya

Bagian-bagian keris mulai dari bahan mentah hingga jadi [sumber gambar]
Ada ribuan atau mungkin jutaan keris yang telah dibuat oleh para mpu dan penerusnya hingga saat ini. Tentu saja, benda tersebut dirancang secara berbeda-beda antara satu dengan lainnya. Biasanya, ada makna dan filosofi tertentu yang dikandung dalam keris yang telah dibuat. Bagi mereka yang tak mengerti atau malas mencari tau informasi yang sebenarnya, keris tersebut dimaknai secara umum sebagai benda sejarah atau bahkan bagian dari praktik-praktik perdukunan.

BACA JUGA: Kisah dan Mitos di Balik 5 Keris Legendaris Indonesia

Tayangan yang mempertontonkan sekelompok orang yang menghancurkan keris juga disesalkan oleh Wakil Ketua DPR Fadli Zon. Politikus yang juga menjabat sebagai Ketua Umum Serikat Perkerisan Nasional Indonesia (SNKI) merasa prihatin lantaran pemahaman para oknum di video tersebut yang salah memaknai sebuah keris. “Itu tergantung orangnya masing-masing, tapi jangan kemudian kerisnya diperlakukan seperti itu, ucapnya yang dikutip dari Tempo (04/08/2020).