Kemerdekaan Indonesia yang berhasil direbut dari tangan penjajah, menyisakan banyak peristiwa heroik yang terus dikenang sepanjang masa. Mulai dari pertempuran Surabaya 10 November 1945, Karawang-Bekasi, Palagan Ambarawa hingga Medan Area, ada jejak bersejarah yang telah tercatat dengan tinta emas sejarah. Namun, sosok Tionghoa yang satu ini justru tak banyak diketahui.

Ia adalah Ang Tiau Bie. Orang Tionghoa yang merelakan harta dan jiwa raganya bagi kemerdekaan Indonesia. Profesinya sebagai pengusaha, membuat dirinya leluasa membantu perjuangan tentara republik dengan cara yang tergolong luar biasa pada saat itu. Dikenal dekat dengan sosok Bung Karno dan Mohammad Hatta, kisahnya saat berjibaku demi menjadi sebuah bangsa merdeka, sangat menarik untuk disimak.

Dikenal sebagai usahawan besar pada masanya

layaknya perantauan Tionghoa kebanyakan, Ang Tiauw Bie memiilih untuk menekuni profesi sebagai pedagang hingga sukses. Awalnya, ia hanyalah pemuda miskin yang tak mampu untuk bersekolah. Alhasil, anak sulung dari lima bersaudara ini kemudian memilih bekerja sebagai penjaga kebun kelapa. Ia belajar banyak dari pekerjaan tersebut. Terutama dari sang paman, Ang Sioe Tjwan yang mengajarinya berdagang kopra.

Ilustrasi pengusaha Tionghoa sukses [sumber gambar]
Memasuki tahun 1930-an, Ang Tiauw Bie telah menjalankan usaha mandiri. Ia mendirikan pabrik minyak kelapa dan sabun dan sukes besar. Dilansir dari historia.id, sosoknya merupakan salah satu figur pengusaha sukses yang sangat fasih berbahasa Indonesia. Hal ini dimuat dalam Elite Bisnis Cina di Indonesia dan Masa Transisi Kemerdekaan 1940-1950 oleh Twang Peck Yang.

Membantu perjuangan RI dengan penyelundupan

Ang Tiauw Bie yang dikenal kaya raya sebelum perang kemerdekaan pecah, juga ikut berjuang di garis belakang dengan cara yang cukup berisiko. Saat terjadinya revolusi kemerdekaan, usaha dagangnya yang kian maju membuat dirinya sanggup membeli dua kapal layar yang dinamakan Sri Menanti dan Sri Nona. Ia menggunakan armada lautnya itu untuk mengangkut hasil bumi dari pulau Jawa menuju ke Singapura.

Selundupkan senjata demi bantu kemerdekaan RI [sumber gambar]
Menurut Sam Setyautama dalam Tokoh-tokoh Etnis Tionghoa di Indonesia yang dilansir dari historia.id, Ang Tiauw Bie juga mengisi kapalnya dengan persenjataan untuk membantu perjuangan TNI melawan agresor Belanda. “Kapal-kapal itu sekembalinya dari Singapura diisinya senjata untuk keperluan TNI (Tentara Nasional Indonesia),” tulis Sam. Saking seringnya menyelundupkan barang militer ia bahkan diangkat sebagai pimpinan etnis Cina di Teluk Betung sebagai agen gelap persenjataan. Keluarganya bahkan terlibat sejumlah aksi operasi penyelundupan yang berpusat di Palembang, Jakarta, dan Lampung.

Bos tionghoa yang dekat dengan Jepang namun anti terhadap Belanda

Organisasi Ho Hap yang diikuti oleh Ang Tiauw Bie, menempatkan dirinya sebagai sosok yang berpengaruh. Di dalam lingkaran kelompok tersebut, ia menjelma menjadi seorang Big Brother. Ho Hap sendiri merupakan wadah bagi orang-orang cina dalam yang memperhatikan kesejahteraan etnis mereka, perlindungan terhadap anggotanya dan urusan pemakaman saat kematian. Ho Hap yang dianggap sangat anti terhadap Belanda, dinilai bukan sebagai musuh dan ancaman bagi Jepang.

Menekuni usaha ekspor hasil bumi [sumber gambar]
Salah satu contohnya adalah hubungan akrab yang dijalin Ang Tiauw Bie dengan Gunseikanbu (pemerintah militer Jepang). Ia bahkan sukses menjalankan pabrik minyak kelapanya yang berganti nama menjadi Yamato. Meski sempat dibumihanguskan pada 1942 saat kedatangan tentara Jepang, ia berhasil membangunnya dan kembali beroperasi. Pundi-pundi kekayaannya juga datang setelah Ang Tiauw Bie bermitra dengan warga negara Jerman. Dirinya ikut mengoperasikan sebuah kapal kayu berbobot mati 25 ton yang digunakan untuk mengekspor hasil-hasil bumi.

Dekat dengan tokoh besar RI dan dianugerahi medali kehormatan

Sebagai seorang pengusaha besar, lingkup pergaulan Ang Tiauw Bie juga sangat luas. Ia diketahui dekat dengan sejumlah tokoh penting Indonesia seperti Sukarno, Mohammad Hatta, Sultan Hamengkubuwono IX, dan Residen Lampung Basyid. Dirinya bahkan dianugerahi penghargaan Satyalencana Persiapan Kemerdekaan Kesatu dan Kedua pada 1958 dan Satyalencana Gerakan Operasi Militer III dan IV pada 1959. Semuanya diberikan oleh Menteri Pertahanan Djuanda atas jasanya menyelundupkan senjata untuk perjuangan kemerdekaan.

Medali penghargaan militer Indonesia [sumber gambar]
Tak hanya itu, Presiden Soekarno pun memberinya nama Anggakusuma pada 15 Januari 1960. Negara pun tak lupa pada jasa sosok Tionghoa yang satu ini. Atas sumbangsihnya pada perjuangan bangsa, dia diakui sebagai veteran Republik Indonesia dengan Keputusan No. 35/H/Kpts/MUV/63 pada 20 Februari 1963. Prestasi emas yang tergolong prestisius di kalangan etnis keturunan.

Sukses menjadi pengusaha besar di Indonesia

Di samping membantu perjuangan militer Indonesia, Ang Tiauw Bie juga sukses mendirikan firma dagangnya yang bernama NV Handel Mij Swan Liong pada 1948 di Jakarta. Perusahaannya perdagangan hasil bumi dan bertindak sebagai agen komisi yang mengelola gudang-gudang penyimpanan. Kelak, usaha dagangnya berubah nama menjadi PT Naga Intan. Ang Tiauw Bie juga telah mendirikan perusahaan pelayaran yang bernama PT Naga Berlian (sebelumnya Swan Liong NVHM Bagian Pelayaran). Dari usahanya ini, dirinya mendapat penghargaan sebagai tokoh pelayaran oleh Pemerintah Provinsi Lampung.

Ang Tiauw Bie sukses memiliki bisnis pelayaran [sumber gambar]
Jerih payahnya dalam membangun usaha, telah membuahkan sejumlah aset bisnis yang kian menggurita. Perusahaannya telah merambah ke bidang farmasi, apotek, dan pabrik obat. Ang Tiauw Bie juga dikenal sebagai filantropis pada yayasan Ho Hap (Tolong Menolong) dan Hok Kian Hwee Koan (Perkumpulan Sosial Dharma Bakti). Sayangnya, semua anak cucunya yang mendapatkan pendidikan tinggi, ternyata tidak dapat mempertahankan dan mengembangkan usaha yang telah dirintis Ang Tiauw Bie. Sosok berjasa tersebut meninggal pada 10 September 1971 dan dimakamkan di Kebon Nanas, Jatinegara, Jakarta Timur.

BACA JUGA: Kisah Kahar Tjandra, Eks Pasukan Kopassus yang Sukses Berkat Obat Merah Betadine

Sejarah Indonesia yang penuh kisah-kisah yang tersembunyi, banyak memunculkan tokoh-tokoh yang asing di telinga generasi muda Indonesia. Meski tak banyak dikenal, Ang Tiauw Bie telah berjasa membantu perjuangan bangsa Indonesia. Meski dirinya seorang Tionghoa, toh hal tersebut tak mengurangi rasa hormat dan cintanya pada kemerdekaan Indonesia. Gimana menurutmu sahabat Boombastis?