in

Temani Orangtuanya yang Tunanetra Jualan Keliling, Bocah SD Ini Bikin Netizen Salut

Masa Sekolah Dasar (SD) seharusnya menjadi waktu bagi anak-anak mereka bermain bersama teman-teman sepermainan. Tapi pada kenyataannya tidak semua anak bisa menikmati hal tersebut. Ada yang justru harus bekerja, membantu bahkan mengurus orangtua mereka yang sakit. Anak-anak seperti ini tentu lebih tegar satu level ketimbang mereka yang hanya menghabiskan waktu untuk bermain di luar rumah.

Ikhsan Maulana adalah salah satu di antara bocah berjiwa kuat itu. setiap hari, ia tak bosan menemani ayahnya yang tunanetra untuk berjualan kerupuk keliling. Karena tindakan tersebutlah, ia akhirnya viral dan diundang ke talkshow Hitam Putih. Mau lihat perjuangan Ikhsan mengurus kedua orangtuanya? Yuk, simak ulasannya berikut.

Masih duduk di bangku kelas 4 SD

Menemani ayahnya jualan keliling [Sumber gambar]
Kebutaan tidak menghalangi Pak Asep untuk berjualan kerupuk keliling. Setiap hari, dirinya menjajakan dagangannya (yang per bungkus dihargai 10 ribu Rupiah) itu di kawasan BTP Makassar. Sedangkan untuk hari Minggu, ditemani dengan sang anak, ia akan berkeliling Gor Sudiang Makassar. Yang menarik perhatian adalah sosok anaknya, Ikhsan yang menemani dengan sabar. Sempat viral, Ikhsan ternyata masih duduk di bangku kelas 4 Sekolah Dasar (SD). Ia membantu ayahnya berjualan setelah pulang sekolah, merelakan waktu bermain untuk menemani orangtuanya mencari nafkah.

Sering diejek teman karena kondisi orangtuanya

Sering diejek oleh teman-temannya [Sumber gambar]
Tidak hanya ayahnya saja, sang Ibu, Irmayanti juga seorang tunanetra. Karena kondisi tersebut ia kerap mendapat ejekan dari teman-temannya. Hal tersebut ia ungkapkan saat dirinya berada di Talkshow Hitam Putih. “Pernah, Ikhsan bapaknya buta, mamanya buta, tapi saya diam saja”, ucap bocah lugu ini. Ia juga tidak pernah marah dengan teman-teman yang sudah mengejek dirinya. Orangtua Ikhsan juga mengatakan bahwa mereka pernah menerima aduan Ikhsan tentang ledekan teman-temannya. Tetapi, baik ayah atau ibu, tetangga, teman orangtuanya, semua memberi nasihat agar Ikhsan tidak mengambil hati perkataan orang lain. Dan, hal itulah yang menjadikan ia anak yang kuat.

Ceria dan bilang kalau ia tidak pernah malu

Tak banyak anak yang mau mengorbankan waktu bermain untuk berjualan seperti Ikhsan. Tetapi, lahir di keluarga sederhana, tinggal di rumah kontrakan, mau tidak mau membuat ia harus melakukan semua itu. Ayahnya mengatakan bahwa anak lelakinya memang mau menemani karena keinginan sendiri, bukan diajak. Ikhsan tidak pernah malu menemani dan membimbing sang ayah berjalan dan menawarkan kerupuk kepada para pembeli. Dengan wajah ceria, ia memegang tangan sang ayah, semua dilakukan seperti tanpa beban.

Banjir pujian warganet

Maulana Ikhsan [Sumber gambar]
Diposting pertama oleh makassar_iinfo, Ikhsan kemudian banjir pujian warganet. Mereka beramai-ramai mendoakan agar ia menjadi anak yang kelak berhasil, karena sudah jarang sekali ada anak yang usianya masih kecil tetapi bisa melakukan tindak besar tanpa rasa malu seperti Ikhsan. Bersama dengan keluarganya, Ikhsan mendapat kesempatan diundang ke acara Hitam Putih. Setelah bercerita, memeluk orangtuanya dengan penuh rasa sayang, Ikhsan mendapatkan hadiah berupa peralatan sekolah, tas, serta sepatu. Ada juga bantuan dana pendidikan sebesar 10 juta rupiah agar dirinya semakin semangat sekolah.

BACA JUGA: Kisah Bocah SD Sebatang Kara yang Rawat Ibunya Ini Jadi Bukti Kasih Anak juga Bisa Luar Biasa

Setiap anak itu istimewa, dari siapapun mereka terlahir. Yang mengubah mereka adalah pendidikan dan kasih sayang dari orangtua. Ikhsan sendiri adalah satu dari banyak anak yang berjuang membantu orangtua mereka yang punya keterbatasan. Kita doakan ya, semoga, kelak Ikhsan menjadi anak yang bisa membahagiakan orangtua dan keluarganya. Tetap semangat baby boy!

Written by Ayu

Ayu Lestari, bergabung di Boombastis.com sejak 2017. Seorang ambivert yang jatuh cinta pada tulisan, karena menurutnya dalam menulis tak akan ada puisi yang sumbang dan akan membuat seseorang abadi dalam ingatan. Selain menulis, perempuan kelahiran Palembang ini juga gemar menyanyi, walaupun suaranya tak bisa disetarakan dengan Siti Nurhalizah. Bermimpi bisa melihat setiap pelosok indah Indonesia. Penyuka hujan, senja, puisi dan ungu.

Leave a Reply

Mulia, 5 Artis Ini Dulunya Bercita-cita sebagai Guru dan Masih Berusaha Mewujudkannya

Jangan Bilang ‘Permisi’! Begini Cara Tepat Lewati Jalanan yang Dianggap Angker