Bulan suci ramadan memang membawa suka cita bagi umat muslim, namun sayangnya di balik keceriaan menyambut bulan berkah ini ada sekelebat rindu untuk kampung halaman. Yang anak rantau tunjuk jari deh! Pasti di bulan-bulan ini lagi merasakan sendunya berada jauh dari rumah. Rasanya sedikit nyesek memang kalau sedang ramadan tapi nggak deket sama keluarga, rasanya ada yang hilang, hampa dan sendu banget ya. Hiks, jadi melow deh!

Tapi apalah daya, tuntutan profesi atau kewajiban menuntut ilmu jadi alasan para perantau tak bisa berkumpul dengan keluarga. Iya, musti dibetah-betahin jauh dari masakan ibu, nggak bisa kumpul bareng adik dan saudara-saudara waktu buka dan sahur. Ah, kangen itu pasti selalu datang waktu ramadan. Tapi nggak boleh sendu terus dong! Ramadan di perantauan seharusnya bisa dihayati sama khusyuknya dan nggak terlalu sendu lah ya. Apalagi kalau sederet kiat berikut kamu lakukan. Dijamin ramadanmu nggak bakal menyedihkan deh!

Sibukkan dirimu dengan belajar agama

sibukkan diri dengan belajar agama [sumber gambar]
Sibukkan diri dengan belajar agama [sumber gambar]
Ketimbang termenung karena kangen rumah, mending sibukkan dirimu dengan berbagai hal positif di lingkunganmu. Salah satunya dengan belajar agama. Terlebih di momen ramadan, akan banyak acara religi di berbagai tempat. Terutama di masjid-masjid bakal banyak khutbah penyejuk hati yang bisa mengatasi rasa galaumu kangen rumah deh! Coba melakukan safari ibadah dari masjid satu ke masjid lain, selain menambah ilmu kalian juga bisa dapat suasana baru yang pastinya jauh dari kata sendu. Selain mendapat ilmu dari isi khutbah, beberapa masjid juga banyak yang memberi takjil gratis. Jadi sekali dayung ye kan?!

Jomblo? Nebeng sahur di kostan temen deh!

sahur bareng bisa jadi alternatif pengusir rindu [sumber gambar]
Sahur bareng bisa jadi alternatif pengusir rindu [sumber gambar]
Sahur jadi satu amalan di bulan ramadan, sayangnya sebagai perantau yang cuma sendirian di tempat kostan pasti banyak rasa malas yang menghinggapi. Oleh karenanya, cari teman dong! Apalagi untuk kalian yang jomblo (ups!), pastikan punya temen sahur bareng ya. Biar sahurnya jadi semangat dan nggak merasa sendiri. Kalau nggak ada temen satu kostan yang bisa diajak sahur bareng, mengungsilah wahai perantau! Nebeng sahur di kostan temen bisa banget. Kalau sahurnya rame-rame pasti momen ramadan jadi makin berkesan dan kamu nggak melulu melow keinget masakan di rumah!

Cari kerjaan sampingan biar nggak nglamun aja

cari kerja sampingan untuk menghabiskan waktu luang [sumber gambar]
Cari kerja sampingan untuk menghabiskan waktu luang [sumber gambar]
Iyes. Melamun itu memang nggak baik banget buat suasana hati. Jatuhnya pasti jadi sedih dan kangen rumah, pokoknya jangan! Hindari kegiatan nggak berguna ini saat ramadan, karena bakal bikin kamu home sick parah. Maka, cari kegiatan yang bisa menghabiskan sisa waktu luangmu. Kalau bisa cari kegiatan yang menghasilkan dan bisa mengasah soft skill mu, nilai plus banget! Mungkin bisa dengan jadi guru ngaji dadakan, mencoba menjual takjil, atau belajar bahasa asing yang bisa menambah poin plus di resume mu nanti.

Kalau udah nggak kuat, menangislah dalam doa!

menangislah bila harus menangis [sumber gambar]
Menangislah bila harus menangis [sumber gambar]
Kalau memang udah nggak kuat dengan derita kangen di tanah rantau, maka menangislah! Nggak ada yang salah dari menangis karena memang semua manusia bisa sedih juga. Dan nyatanya setelah menangis suasana hati akan lebih baik. Pelampiasan emosi dengan mengeluarkan air mata disebut sebagai pain killer yang mampu ‘membersihkan’ kesedihan. Bahkan manfaat lain dari menangis itu juga bisa menghilangkan senyawa beracun dari dalam tubuh lho! Selesai emosi sedih terkuras maka akan tercipta kelegaan secara emosional. Mood jadi lebih semangat dan lebih baik dari sebelumnya. Terlebih dengan memohon kepada Yang Maha Segalanya untuk mendamaikan hatimu yang sedang galau, dijamin ketegaran hatimu akan lebih tangguh dari sebelumnya.

Ramadan bulannya rindu pulang, rindu nuansa berada dekat dengan keluarga. Namun kita tak boleh berlarut-larut dalam kesedihan toh, musti tetep semangat mengejar cita-cita di tanah rantau. Jangan kalah sama Dilan!