Cipularang kembali makan korban di Senin siang (2/9). Kali ini kecelakaan beruntun yang menyebabkan 10 kendaraan bertabrakan hingga tumpang tindih, bahkan menyulut kobaran api. Korban yang tadinya berjumlah 6 orang tewas, bertambah menjadi 9 orang.

View this post on Instagram

Ya allah tol cipularang 😥

A post shared by NDOROBEII (@ndorobeii) on

Tahun demi tahun, hampir selalu ada kecelakaan maut di jalur penghubung Jakarta dan Bandung ini. Penyebab kecelakaan yang disebutkan pun menjadi polemik, antara faktor kesalahan manusia, kondisi jalan, atau ‘faktor lain’?

Setiap kecelakaan sebenarnya memiliki penyebab pasti yang dianalisa melalui olah TKP. Namun di tol-tol maut seperti Cipali dan Cipularang, kerap terjadi musibah kendaraan yang kejadiannya cukup ekstrim. Berikut adalah 3 faktor utama penyebab kecelakaan yang Boombastis rangkum, khusus tentang Cipularang.

1. Termasuk tol paling berbahaya di Indonesia

Cipularang masuk dalam 5 besar daftar tol paling berbahaya di Indonesia. Jika diamati, jalur penghubung dua wilayah besar yakni Jakarta dan Bandung tersebut pastinya menjadi rute operasional yang cukup sibuk. Baik itu untuk keperluan ekspedisi maupun perjalanan keluarga.

Biasanya banyak pengemudi yang melaju dengan kecepatan tinggi di tol yang bebas hambatan. Naasnya, justru hal ini paling sering menyebabkan kecelakaan maut. Selengkapnya mengenai tol paling berbahaya di Indonesia, termasuk Cipularang bisa dibaca di sini.

2. Kontur jalan tol yang rawan menyebabkan kecelakaan

Cipularang dibangun di Gunung Hejo yang memiliki kontur lurus namun berkelok atau naik turun. Cukup banyak jalur menukik dan menikung yang tak sembarang pengemudi bisa melaluinya. Dari sini saja sudah cukup menjelaskan kenapa banyak terjadi kecelakaan.

Potensi pengemudi tak bisa mengendalikan rem, kehilangan keseimbangan atau telat mengontrol kecepatan sangat mungkin terjadi. Apalagi bila menyetir dalam perjalanan jauh dan sudah lelah. Selengkapnya tentang Gunung Hejo, bisa disimak di sini.

3. Keniscayaan tentang Cipularang

Berikut ini adalah faktor percaya tidak percaya, namun banyak istilah-istilah muncul setelah berbagai kejadian maut di tol Cipularang. Sebut saja poros gaib di km 70-100 yang disebut rawan kecelakaan. Atau jalur tengkorak di km 97 yang konon sering membuat pengemudi mengantuk atau hilang kesadaran secara tiba-tiba. Meskipun ahli tata ruang sudah menjelaskan bahwa pada km ini memang sering timbul puncak kejenuhan pengendara.

Masih ada warga setempat yang meyakini istilah ‘tumbal’ bila kecelakaan ekstrem terjadi. Konon sang ‘penunggu’ marah karena akses jalan ini melanggar jalur petilasan jaman Prabu Siliwangi. Bila Sahabat Boombastis penyuka misteri, tak ada salahnya menelisik kisah mistis yang sempat dibicarakan orang dalam rangkuman Boombastis ini.

Ada hal yang bisa dan tak bisa dijelaskan dengan logika menanggapi seringnya kecelakaan di jalur maut Cipularang ini. Namun ada satu hal yang bisa kita sepakati bersama, berkendara sebaiknya memenuhi segala norma, mulai dari banyak berdoa, persiapan fisik dan menjaga tata krama. Selalu waspada berkendara di jalan ya, Sahabat Boombastis.